Arsip:

SDGs 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan

Pelaksanaan kelas foto udara

Kegiatan Pelatihan Pengambilan Data Foto Udara Berbasis Drone untuk Mendukung Penyediaan Data Spasial Kapanewon di Kabupaten Kulon Progo

Yogyakarta, 4 September 2026 – Telah diselenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini berlangsung di Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM yang berlokasi di Wates, Kabupaten Kulon Progo. Program pelatihan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata kepedulian akademisi dalam meningkatkan kapasitas tata kelola wilayah berbasis data spasial di tingkat Kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo. Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada pengenalan serta pemanfaatan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone sebagai instrumen akuisisi data geospasial.

Kegiatan PkM ini melibatkan perwakilan aparatur desa atau Pamong Kapanewon yang menjabat sebagai Jogoboyo dari 87 Kapanewon di Kabupaten Kulon Progo. Para peserta yang berjumlah total 87 orang dibagi ke dalam 4 kelas pelatihan interaktif, yaitu 2 kelas Sistem Informasi Geografis (SIG) dan 2 kelas foto udara, dengan kuota sekitar 20 peserta pada masing-masing kelas. Kehadiran para Jogoboyo sangat penting mengingat peran strategis mereka di wilayah masing-masing dalam membantu Lurah menjalankan fungsi pemerintahan, menjaga ketenteraman, serta mengelola berbagai urusan kewilayahan dan pertanahan. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari pukul 08.00 WIB untuk registrasi peserta, diikuti dengan pembukaan resmi pada pukul 08.30 WIB.
Acara pembukaan diisi dengan sambutan dari Ketua Departemen Teknologi Kebumian UGM, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., serta dilanjutkan dengan sambutan dari Drs. Jazil Ambal Was'an selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya penguasaan teknologi geospasial bagi aparatur di tingkat lokal untuk mendukung pembangunan wilayah yang presisi dan berkelanjutan. Setelah pembukaan, para peserta diarahkan menuju ruang kelas untuk mengikuti pematerian teoritis mengenai pengenalan drone untuk pemetaan.
Sesi pematerian kelas diawali dengan penjelasan mendasar mengenai fungsi drone sebagai alat akuisisi data spasial yang efisien untuk merekam kondisi permukaan bumi dari udara. Instruktur memaparkan komponen-komponen utama drone, prinsip kerja sistem kamera, hingga mekanika kendali penerbangan. Peserta juga dibekali dengan standar keselamatan penerbangan serta hal-hal teknis yang wajib diperiksa sebelum pengoperasian perangkat di lapangan. Pembahasan dilanjutkan pada aspek perencanaan kegiatan foto udara atau flight plan, yang meliputi penentuan batas area pemetaan, penetapan arah penerbangan, pengaturan persentase pertampalan foto (overlap), serta pola lintasan terbang. Penekanan diberikan pada pentingnya tahap perencanaan agar proses pemotretan udara dapat mencakup seluruh area studi secara sistematis dan terarah.

Pelaksanaan kelas foto udara ini juga didukung secara teknis oleh mitra industri, yaitu PT. Geo Investama Mandiri, yang menyediakan perangkat foto udara dan menerjunkan tim pendamping teknis. Kolaborasi antara tim dosen TSPD UGM dan pendamping teknis dari mitra industri memberikan pengalaman komprehensif bagi peserta, baik dari sudut pandang akademis maupun penerapan praktis di dunia kerja nyata. Setelah pematerian kelas usai, rangkaian kegiatan dilanjutkan ke lapangan terbuka di sekitar FRC untuk sesi demonstrasi langsung.
Pada sesi praktik lapangan, instruktur memperagakan prosedur standar pra-penerbangan (pre-flight check), yang mencakup pemeriksaan fisik drone, instalasi baterai, serta pengujian sensor dan sistem kamera. Selanjutnya, drone diterbangkan secara otomatis sesuai dengan jalur penerbangan (flight plan) yang telah disusun sebelumnya di dalam kelas. Selama penerbangan berlangsung, para peserta diajak mengamati secara langsung bagaimana drone mengumpulkan citra foto udara secara teratur. Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif mengenai kendala lapangan dan tata cara penanganan data awal hasil pemotretan.

Melalui pelaksanaan pelatihan ini, para aparatur kapanewon diharapkan tidak hanya memahami teori dasar teknologi drone, tetapi juga memiliki gambaran utuh mengenai alur akuisisi data spasial dari udara. Pengetahuan yang diperoleh menjadi bekal penting bagi perangkat desa dalam mendukung perencanaan pembangunan, pemantauan wilayah, serta penyediaan data spasial mandiri di level kapanewon di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui peningkatan kapasitas aparatur, pemanfaatan teknologi geospasial, penguatan tata kelola berbasis data, dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta mitra industri.

Tata Kelola Pemerintahan di Kulon Progo

Pemetaan Partisipatif Berbasis SIG Dukung Pengelolaan Wilayah dan Tata Kelola Pemerintahan di Kulon Progo

Kulon Progo, 4 September 2026 — Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk meningkatkan kompetensi pemetaan geospasial di tingkat kelurahan. Kegiatan yang mengangkat topik “Pemetaan Partisipatif dan Mandiri untuk Meningkatkan Tata Kelola Pemerintah Daerah Menuju Sustainable Development” tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9) di Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM, Wates, Kulon Progo.

Peserta kegiatan ini adalah para Jogoboyo, yaitu Pamong Kelurahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang bertugas membantu Lurah dalam bidang pemerintahan, ketenteraman, ketertiban, dan keamanan masyarakat, serta urusan keistimewaan pertanahan, yang mewakili masing-masing dari 87 Kelurahan se-Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan diawali dengan registrasi pada pukul 08.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan pada pukul
08.30 WIB. Pembukaan diisi dengan sambutan dari Ketua Departemen Teknologi Kebumian, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., serta sambutan dari Drs. Jazil Ambal Was’an selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Sistem Informasi Geografis dan GNSS yang terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, penyampaian materi dilakukan di ballroom oleh Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., IPP., dengan materi pengenalan dasar Sistem Informasi Geografis melalui perangkat lunak QGIS serta pengenalan teknologi dan pengukuran GNSS. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktek lapangan di sekitar Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM. Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan mencoba secara langsung pengukuran menggunakan metode Real-Time Kinematic (RTK) untuk memperoleh data posisi di lapangan. Praktik tersebut didampingi secara langsung oleh mitra dari PT Geo Investama Mandiri (GIM) Surveyor bersama dosen pendamping, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman dalam penggunaan perangkat GNSS sekaligus berdiskusi dan mendapatkan penjelasan selama kegiatan berlangsung.

Pada sesi kedua, kegiatan kembali diawali dengan penyampaian materi oleh Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M.Eng. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan di sekitar FRC dengan pendampingan dari tim PT Geo Investama Mandiri (GIM) Surveyor dan dosen pendamping. Rangkaian kegiatan pada kedua sesi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pemahaman melalui penyampaian materi sekaligus pengalaman praktik secara langsung dalam pengumpulan data geospasial menggunakan GNSS.

Setelah seluruh rangkaian praktik lapangan selesai, kegiatan dilanjutkan pada sesi siang setelah waktu istirahat dan makan siang dengan penyampaian materi oleh Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., IPP. Materi pada sesi ini berfokus pada penyimpanan dan pengolahan data hasil pengukuran GNSS serta demonstrasi plot data hasil pengukuran ke dalam perangkat lunak QGIS. Peserta diperkenalkan pada tahapan pengelolaan data hasil pengukuran hingga visualisasi data dalam bentuk informasi spasial menggunakan QGIS.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pemetaan geospasial bagi perangkat kelurahan di Kabupaten Kulon Progo. Pemanfaatan GNSS memungkinkan diperolehnya informasi posisi suatu objek atau titik di lapangan secara terukur, sedangkan SIG digunakan untuk mengelola, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data geospasial. Pemanfaatan kedua teknologi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Selain mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan literasi digital aparatur lokal, pelatihan ini mendorong SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat adopsi inovasi teknologi pemetaan serta pengembangan infrastruktur data digital wilayah. Di sisi lain, penggunaan informasi geospasial berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui perencanaan wilayah berbasis data presisi, memperkuat SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) lewat tata kelola pertanahan yang transparan, serta diwujudkan melalui SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat sinergi kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra industri.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengenal penggunaan perangkat GNSS dan SIG, tetapi juga memahami konsep dasar pengukuran, penentuan, dan pengambilan posisi suatu titik di lapangan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para Jogoboyo dalam menjalankan tugasnya, khususnya ketika berhadapan dengan informasi spasial dan permasalahan pertanahan di wilayah masing-masing. Dengan pemahaman mengenai dasar penentuan posisi dan data geospasial, peserta diharapkan mampu memahami serta melakukan verifikasi awal terhadap informasi yang berkaitan dengan posisi atau lokasi suatu objek di lapangan, sehingga dapat mendukung pengelolaan informasi pertanahan dan pelayanan pemerintahan yang lebih baik di tingkat kalurahan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengenali alur dasar pengumpulan hingga pengolahan data geospasial, mulai dari pengukuran posisi menggunakan GNSS hingga visualisasi data menggunakan QGIS. Kegiatan ini memberikan pemahaman awal bagi peserta mengenai pemanfaatan teknologi geospasial yang dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan data dan kebutuhan pemetaan di tingkat kelurahan.

Pelatihan SIG dan GNSS

Tim Pengabdian kepada Masyarakat TSPD UGM Dorong Kemandirian Pemetaan melalui Pelatihan SIG dan GNSS kepada Perangkat Kalurahan di Kulon Progo

Yogyakarta, 4 September 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Pemetaan Partisipatif Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) bagi perwakilan kalurahan di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Jumat (4/9) di Field Research Center (FRC) SV UGM.

Kegiatan kelas SIG B diikuti oleh sekitar 22 peserta yang merupakan bagian dari 87 peserta dari berbagai kalurahan di Kabupaten Kulon Progo. Kelas ini dikoordinasikan oleh Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M.Eng., bersama tim dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa TSPD UGM.

Pelatihan diawali dengan pengenalan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Global Navigation Satellite System (GNSS) sebagai teknologi yang dapat mendukung proses pengumpulan dan pengelolaan data spasial. Peserta kemudian mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan pengukuran GNSS menggunakan metode statik dan Real-Time Kinematic (RTK).

Dalam pelaksanaan praktik GNSS, kegiatan ini turut memperoleh dukungan dari PT. Geo Investama Mandiri melalui penyediaan perangkat GNSS serta keterlibatan perwakilan perusahaan sebagai pendamping teknis. Perwakilan PT. Geo Investama Mandiri bersama dosen TSPD UGM memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah teknis pengoperasian
perangkat GNSS, sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman dari sisi akademik sekaligus praktik yang diterapkan dalam dunia survei dan pemetaan.

Setelah praktik pengukuran, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan data spasial menggunakan QGIS. Data hasil pengukuran GNSS kemudian digunakan sebagai salah satu contoh untuk menunjukkan bagaimana data yang diperoleh di lapangan dapat diolah, divisualisasikan, dan disajikan menjadi informasi spasial.

Melalui kegiatan ini, Tim PkM TSPD UGM mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kalurahan agar mampu memanfaatkan teknologi geospasial secara lebih mandiri. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan kembali di kalurahan masing-masing, sehingga data spasial dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah berbasis data.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Pelatihan Foto Udara

Pelatihan Foto Udara Dorong Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Mendukung Tata Kelola Wilayah di Kabupaten Kulon Progo

Kulon Progo, 4 September 2026 — Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan foto udara bagi aparatur wilayah di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Wilayah Berbasis Spasial Melalui Pelatihan Foto Udara di 6 Kapanewon Kabupaten Kulon Progo (Studi Kasus Kapanewon Panjatan, Pengasih, Samigaluh, Sentolo, Temon, dan Wates)” tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9) di Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM, Wates, Kulon Progo.

Kegiatan diikuti oleh para Jogoboyo yang mewakili masing-masing dari 87 Kalurahan se-Kabupaten Kulon Progo. Para peserta merupakan pamong kalurahan yang memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pengelolaan berbagai informasi kewilayahan. Kegiatan dimulai dengan registrasi pada pukul 08.00 WIB dan pembukaan pada pukul 08.30 WIB. Pembukaan diisi dengan sambutan dari Ketua Departemen Teknologi Kebumian, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., serta Drs. Jazil Ambal Was’an selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo.

Pada sesi utama, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar foto udara menggunakan drone. Penyampaian materi dimulai dengan pengenalan drone sebagai perangkat yang dapat digunakan untuk memperoleh data foto dari udara. Peserta diperkenalkan dengan komponen utama drone beserta fungsi masing-masing bagian, termasuk perangkat kamera dan sistem kendali yang digunakan dalam proses penerbangan.

Materi selanjutnya membahas alur pelaksanaan pemetaan menggunakan foto udara, mulai dari tahap persiapan, perencanaan area pemotretan, pembuatan jalur penerbangan, pelaksanaan penerbangan, hingga proses pengambilan foto udara. Penyampaian materi tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa kegiatan foto udara tidak hanya berkaitan dengan menerbangkan drone, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang sistematis agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan pemetaan.

Salah satu materi yang mendapatkan perhatian dalam pelatihan adalah pembuatan jalur penerbangan drone. Peserta diperkenalkan pada proses menentukan area pemotretan dan menyusun pola jalur yang akan digunakan oleh drone. Melalui materi tersebut, peserta memahami bahwa jalur penerbangan perlu disiapkan sebelum kegiatan lapangan sehingga proses pengambilan foto dapat dilakukan secara terarah dan mencakup wilayah yang menjadi objek pemetaan.

Setelah sesi kelas selesai, peserta mengikuti demonstrasi penggunaan drone secara langsung di lapangan. Demonstrasi diawali dengan persiapan perangkat sebelum penerbangan. Instruktur menunjukkan proses pemeriksaan drone, kamera, baterai, serta perangkat pendukung lainnya. Selanjutnya, jalur penerbangan yang telah direncanakan diperagakan untuk memberikan gambaran mengenai hubungan antara perencanaan jalur dengan pelaksanaan akuisisi foto udara.

Dalam demonstrasi tersebut, peserta juga dapat mengamati proses drone melakukan penerbangan sesuai jalur yang telah ditentukan dan melakukan pengambilan foto dari udara. Penjelasan diberikan selama proses berlangsung sehingga peserta dapat memahami tahapan kegiatan secara utuh, mulai dari persiapan perangkat hingga proses akuisisi data foto udara.

Kegiatan praktik lapangan menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung penerapan materi yang sebelumnya disampaikan di dalam kelas. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai fungsi drone, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai tahapan kerja yang perlu dilakukan dalam kegiatan foto udara.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap pemanfaatan teknologi drone sebagai salah satu teknologi pendukung pengumpulan data spasial. Pengetahuan mengenai pengenalan perangkat, perencanaan jalur, dan proses akuisisi foto udara dapat menjadi dasar bagi peserta dalam memahami pemanfaatan data spasial untuk kebutuhan pengelolaan wilayah.

Melalui kegiatan ini, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang geospasial diharapkan dapat mendukung tata kelola wilayah yang semakin berbasis data. Pemanfaatan foto udara dapat menjadi salah satu sumber informasi spasial yang membantu memberikan gambaran kondisi wilayah secara lebih menyeluruh, khususnya dalam mendukung kebutuhan perencanaan dan pengelolaan wilayah di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi geospasial, dukungan terhadap tata kelola wilayah berbasis data, serta kolaborasi dalam pengembangan kapasitas aparatur di tingkat lokal.

Respons Candi Apit - gempa 2a

Kontribusikan IPTEK Bagi Pelestarian Cagar Budaya, Peneliti TSPD UGM Tawarkan Solusi Simulasi 3-D Kerentanan Fisik Candi Prambanan Berbasis Framework Reality Capture (Scan)-to-FEM

Pelestarian cagar budaya bertujuan salah satunya agar fisik dan nilai cagar budaya bertahan atau berkelanjutan selama mungkin. Seperti diketahui, cagar budaya Candi Prambanan sendiri fisiknya rentan terhadap ancaman tektonik, vulkanik, akustik, dan keikliman tinggi akibat faktor geografisnya. Bukti nyata ancaman ini terlihat pada candi Apit yang merupakan bagian dari kluster Candi Prambanan. Candi Apit mengalami kerusakan berat hingga batu Ratna kemuncaknya lepas akibat gempa Yogyakarta 2006. Hal ini yang mendorong tim peneliti dari TSPD UGM, yang diketuai oleh Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M.Eng., untuk mengembangkan model candi Prambanan yang tidak hanya realistis secara fisik, namun juga bisa merespons berbagai faktor ancaman kerusakan fisik di sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan pada periode bulan April hingga Oktober tahun 2026.

Penelitian yang didanai oleh hibah penelitian Sekolah Vokasi UGM ini menawarkan framework bernama Multi-Sensory Scan-to-FEM (Finite Element Method), yang memuat inti tahapan reality scan/ capture à FE conversion à FE simulation. Menurut ketua peneliti, Dr. Anindya, pendekatan ini merupakan langkah inovatif untuk mempercepat transformasi data reality scan multi-sensor (berupa titik awan kerapatan tinggi) menjadi model volumetric mesh 3D yang siap diberikan faktor ancaman tertentu, seperti kegempaan. "Scan-to-FEM mengkonversi langsung data titik awan kerapatan tinggi (hasil scan) secara langsung tanpa perantara intermediary surface yang memungkinkan model Finite Element diperoleh secara langsung. Model ini langsung bisa merespons gaya yang diaplikasikan padanya, seperti gempa tektonik, vulkanik, akustik, keikliman, dll.", tuturnya. Lebih lanjut model seperti ini cocok bagi kasus candi Apit, Prambaan yang dikelilingi oleh serangkaian faktor ancaman. "Dengan adanya model FE dari hasil scan ini, bahaya kerusakan candi akibat berbagai faktor di sekitarnya dapat dimitigasi, sehingga pelestarian fisik cagar budaya bisa dilakukan berkelanjutan", ungkapnya.

Hasil penelitian dari tim ini menunjukkan bahwa Scan-to-FEM ini mampu menyediakan framework yang mampu memprediksi titik-titik pada candi yang punya kerentanan tinggi bila diaplikasikan suatu gaya dinamis, seperti gaya seismik yang disebabkan dari gempa tektonik Yogyakarta 2006. Model sukses menunjukkan letak-letak titik rentan rusak tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya dan catatan kerusakan yang terdapat pada laporan teknis pasca gempa oleh BP3-Yogyakarta yang terbit tahun 2009. Menurut ketua tim, Scan-to-FEM ini potensial dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak faktor ancaman dan diterapkan pada lebih banyak cagar budaya untuk menguji performa teknisnya. “Kami melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan faktor ancaman yang lebih komprehensif di penelitian kami ke depan. Kami berharap ini dapat mendukung mitigasi kebencanaan tidak hanya di candi Apit, Prambanan, namun candi-candi atau cagar budaya lain di Indonesia secara lebih luas”, tuturnya.

 

Kegiatan penelitian yang didanai oleh hibah penelitian Sekolah Vokasi UGM ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian cagar budaya di Indonesia secara lebih masif melalui optimalisasi teknologi geospasial sebagai dasarnya. Lebih lanjut, penelitian ini berkontribusi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Dengan kegiatan ini, UGM menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan riset dan inovasi untuk kepentingan bangsa. 

Wisuda Periode IV

Dari Kampus untuk Masa Depan: Lulusan TSPD Siap Berkarya dengan Bekal Kompetensi Geospasial

Yogyakarta — Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, resmi menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T.) dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada 19 Agustus 2026.

Wisuda menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk membawa ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke dunia profesional serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Karya Geospasial untuk Beragam Kebutuhan

Selama menempuh pendidikan, para lulusan TSPD menghasilkan berbagai proyek akhir yang menunjukkan penerapan teknologi geospasial untuk menjawab kebutuhan di lapangan mulai dari pemetaan wilayah, penginderaan jauh, survei GNSS, fotogrametri, hingga LiDAR dan analisis spasial.

Muhammad Faiz Mutti mengangkat pemetaan perubahan tutupan lahan berbasis Support Vector Machine dan kesesuaiannya dengan tata ruang di Kota Tasikmalaya. Sementara itu, Syifa Us Sudur mengkaji sebaran dan perubahan habitat bentik di Perairan Lakaliba, Kabupaten Buton Selatan, menggunakan citra PlanetScope multitemporal.

Pada bidang penginderaan jauh, Muhammad Iqbal Ariq memanfaatkan citra multispektral berbasis UAV dengan metode NDWI untuk memetakan di area disposal dan kolam pengendapan, Balangan Coal, Kalimantan Selatan. Muhammad Ridho Muzakki menerapkan survei GNSS RTK dan block model serta implikasinya terhadap Data Kadar Ni (%) untuk mengevaluasi kesesuaian tonase bijih nikel pada Temporary Ore Storage.

Sementara itu, Mayludy Aina'ul Misbach memanfaatkan metode Least Cost Path untuk pemodelan rute ekspansi jaringan gas bumi industri dan komersial di Surabaya Timur. Fahmi Asshidiqi mengkaji perbandingan metode georeferensi  post-processing kinematic dengan ground control point berdasarkan ketelitian vertikal point cloud dan perhitungan volume overburden data fotogrametri.

Di bidang pertambangan, Virnanda Nur Mahanani membandingkan volume estimasi dan aktual hasil blasting menggunakan data GNSS RTK dan fotogrametri udara. Nadila Rossyana mengkaji evaluasi koefisien koreksi truck count berdasarkan muatan efektif pada perhitungan volume overburden periode Maret-April 2025.

Pemanfaatan SIG untuk kebencanaan dan pelayanan publik ditunjukkan melalui karya Fianda Aswalirazaq tentang pemetaan kerawanan banjir di Kabupaten Grobogan serta Yulsa Wahyu Andiny mengenai pemetaan keterjangkauan pos pemadam kebakaran di Kabupaten Bantul menggunakan service area analysis.

Melengkapi ragam karya tersebut, Siti Rauda Afiani memanfaatkan teknologi LiDAR untuk pengukuran tinggi dan pemodelan kanopi pohon di kawasan pengembangan Sekolah Vokasi UGM.

Beragamnya topik tersebut menunjukkan bahwa kompetensi TSPD terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi geospasial. Keahlian dalam GNSS, UAV, fotogrametri, penginderaan jauh, LiDAR, dan SIG dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan wilayah, pertambangan, infrastruktur, lingkungan, kebencanaan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Dari Kampus untuk Masa Depan

Penguasaan teknologi GNSS, UAV, LiDAR, penginderaan jauh, fotogrametri, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi bekal bagi para lulusan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Melalui kompetensi tersebut, lulusan TSPD diharapkan mampu menghasilkan solusi dan informasi geospasial yang relevan bagi berbagai sektor.

Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di TSPD diharapkan menjadi bekal untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Segenap keluarga besar Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan TSPD Periode IV Tahun Akademik 2025/2026. Semoga langkah baru yang ditempuh menjadi awal dari perjalanan penuh karya, prestasi, dan kontribusi positif.

Semangat tersebut sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan kompetensi, inovasi teknologi, dan pemanfaatan informasi geospasial untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selamat melangkah ke masa depan, para wisudawan TSPD. Terus berkarya, berprestasi, dan menginspirasi! ✨

Kolaborasi Pengabdian

Perkuat Sinergi Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Pengabdian TSPD UGM Jalin Koordinasi dengan DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo

Kulon Progo, 28 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Tim Pengabdian Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kabupaten Kulon Progo di Kantor DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan koordinasi menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna memastikan program pengabdian dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui diskusi yang berlangsung secara konstruktif, kedua belah pihak membahas ruang lingkup kegiatan, sasaran program, mekanisme pelaksanaan, serta bentuk kolaborasi yang akan dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Dalam pertemuan tersebut, DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi wilayah, potensi desa, serta program pemberdayaan masyarakat yang sedang berjalan. Informasi tersebut menjadi masukan penting dalam penyusunan kegiatan pengabdian agar selaras dengan kebutuhan masyarakat, mendukung penguatan kapasitas pemerintah kalurahan, serta sejalan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Kulon Progo.
Pada kesempatan tersebut, Tim Pengabdian Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar memaparkan rencana pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi geospasial, meliputi pelatihan foto udara, pemetaan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), serta pemanfaatan teknologi drone untuk mendukung penyediaan dan pengelolaan data spasial. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemerintah kapanewon dan kalurahan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan, mengelola, dan memanfaatkan data spasial sebagai dasar penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Koordinasi ini juga menjadi forum untuk menyepakati mekanisme komunikasi dan pelaksanaan kegiatan sehingga setiap tahapan program dapat berjalan secara efektif, terarah, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo, diharapkan program pengabdian mampu meningkatkan kapasitas pemerintah kalurahan dan kapanewon dalam pengelolaan data spasial serta mendukung pembangunan wilayah yang partisipatif, berbasis bukti (evidence-based planning), dan berkelanjutan.

Kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Gadjah Mada dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan empat program pengabdian tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat melalui pelatihan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, drone, dan Sistem Informasi Geografis (SIG), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan tata kelola wilayah berbasis data spasial, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada, DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo, pemerintah kapanewon, dan pemerintah kalurahan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan

Hibah Penelitian Sekolah Vokasi UGM Dukung Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan untuk Pengalaman Eksplorasi Imersif

Yogyakarta – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) kembali mendukung pengembangan inovasi di bidang teknologi geospasial dan pelestarian warisan budaya melalui pendanaan penelitian tentang pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan untuk visualisasi dan eksplorasi secara imersif. Penelitian ini memperoleh hibah penelitian internal SV UGM Tahun 2026 dengan peneliti Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., Ir. Hanif Ilmawan S.T., M.Eng., dan Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M. Eng yang merupakan dosen dari Departemen Teknologi Kebumian serta Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc, yaitu dosen dari Departemen Teknik Geodesi UGM.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan platform Virtual Reality (VR) yang memungkinkan pengguna merasakan pengalaman eksplorasi Candi Prambanan secara imersif melalui pemanfaatan teknologi pemodelan tiga dimensi (3D), visualisasi interaktif, serta perangkat headset VR. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam pelestarian, edukasi, dan promosi warisan budaya Indonesia berbasis teknologi digital.

Menurut Ketua Peneliti, Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., pemanfaatan teknologi Virtual Reality membuka peluang baru dalam penyajian informasi budaya dan sejarah kepada masyarakat. Melalui teknologi ini, pengguna tidak hanya dapat melihat representasi digital Candi Prambanan, tetapi juga dapat merasakan pengalaman seolah-olah berada langsung di dalam kompleks candi.

"Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman eksplorasi yang lebih interaktif dan mendalam. Pengguna dapat berjalan di lingkungan virtual, memasuki bangunan candi, mengamati arsitektur serta relief secara detail, dan memperoleh informasi edukatif secara langsung melalui media digital," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memanfaatkan teknologi pemodelan 3D serta integrasi informasi semantik untuk menghasilkan representasi digital Candi Prambanan yang akurat dan interaktif. Selain itu, penelitian juga mengkaji aspek pengalaman pengguna (user experience) dalam lingkungan virtual untuk memastikan tingkat imersi dan kenyamanan selama penggunaan.

Pengembangan Virtual Reality berbasis warisan budaya ini memiliki potensi yang luas, tidak hanya untuk kebutuhan pendidikan dan penelitian, tetapi juga untuk mendukung sektor pariwisata digital dan pelestarian cagar budaya. Teknologi tersebut memungkinkan masyarakat, pelajar, peneliti, hingga wisatawan untuk mengakses dan mengeksplorasi situs budaya tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.

Melalui dukungan hibah penelitian SV UGM, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan prototipe Virtual Reality Candi Prambanan yang dapat menjadi dasar pengembangan digital twin situs budaya Indonesia di masa mendatang. Inovasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam mendorong pengembangan teknologi terapan yang memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian warisan budaya nasional.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi multidisiplin antara bidang geospasial, teknologi informasi, arkeologi, serta industri kreatif digital dalam rangka mewujudkan transformasi digital pada pengelolaan dan pelestarian cagar budaya Indonesia.

Dokumentasi Candi Prambanan 1

Departemen Teknologi Kebumian SV UGM Kembangkan Kerangka Geomatika untuk Pemantauan dan Dokumentasi Candi Prambanan

Yogyakarta –Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), melalui Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), melaksanakan penelitian untuk mengembangkan kerangka geomatika untuk pemantauan dan dokumentasi Candi Prambanan. Penelitian ini memperoleh pendanaan dari Program Hibah Penelitian Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026 dan dipimpin oleh Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. sebagai ketua peneliti, dengan melibatkan seluruh dosen Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar sebagai anggota tim peneliti.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu kerangka kerja (framework) geomatika yang komprehensif untuk mendukung kegiatan dokumentasi, pemantauan, konservasi, dan pengelolaan warisan budaya, khususnya pada kawasan Candi Prambanan. Sebagai salah satu situs warisan budaya dunia yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang sangat tinggi, Candi Prambanan memerlukan pendekatan dokumentasi dan pemantauan yang terintegrasi, akurat, serta berkelanjutan.

Ketua peneliti, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi geomatika saat ini memungkinkan integrasi berbagai metode akuisisi dan pengolahan data spasial untuk menghasilkan representasi digital yang lebih lengkap dan informatif. "Melalui penelitian ini, kami berupaya menyusun suatu kerangka geomatika yang dapat mengintegrasikan teknologi survei terestris, fotogrametri, pemindaian laser, pemodelan tiga dimensi, hingga teknologi visualisasi," ujarnya.

Kerangka geomatika yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup beberapa tahapan utama, yaitu akuisisi data geospasial, pengolahan, pemodelan, dan visualisasi. Berbagai teknologi modern seperti Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Terrestrial Laser Scanner (TLS), Global Navigation Satellite System (GNSS), dan teknologi Virtual Reality (VR) akan dievaluasi dalam kerangka tersebut.

Penelitian ini diharapkan dapat menyusun standar operasional dan rekomendasi teknis dalam pelaksanaan dokumentasi dan pemantauan cagar budaya berbasis geomatika. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung proses pelestarian melalui penyediaan data spasial yang akurat, mutakhir, dan terdokumentasi dengan baik.

Keterlibatan seluruh dosen Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar dalam penelitian ini mencerminkan pendekatan multidisiplin yang menjadi karakteristik bidang geomatika modern. Kolaborasi berbagai kompetensi, mulai dari survei dan pemetaan, fotogrametri, dan pemodelan tiga dimensi diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pelestarian warisan budaya Indonesia.

Melalui penelitian ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan penelitian terapan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian dan pengelolaan warisan budaya nasional. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk Candi Prambanan, tetapi juga dapat menjadi model dan referensi dalam pengembangan sistem dokumentasi dan pemantauan berbagai situs cagar budaya lainnya di Indonesia.

Mahasiswa TSPD Syafa Rahma

Peran Survei dan Pemetaan dalam Mendukung Operasional Industri Migas: Pengalaman Magang Mahasiswa TSPD Syafa Rahma di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7

Penerapan ilmu Survei dan Pemetaan tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung operasional industri minyak dan gas bumi (migas). Hal tersebut menjadi pengalaman berharga yang diperoleh Syafa Rahma Octaviona, mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan tahun 2023, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, selama mengikuti program magang di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7.

Program magang dilaksanakan pada 11 Maret hingga 12 Juni 2026, yang berlokasi di Head Office Cirebon, Jawa Barat. Zona 7 membawahi beberapa wilayah kerja yaitu Field Jatibarang, Field Subang, Field Tambun, serta Field OGT. Selama menjalani magang, Syafa ditempatkan pada fungsi Operation and Surface Facilities (OSF), yaitu fungsi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan fasilitas operasi permukaan yang mendukung kegiatan produksi migas. Di OSF, Syafa berada dibawah Divisi Geomatics Engineering. Pada divisi ini, Syafa terlibat dalam berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan dan pengelolaan data spasial untuk mendukung kebutuhan operasional, engineering, dan perencanaan proyek di lingkungan Pertamina EP Zona 7.

Melalui lingkungan kerja yang multidisiplin, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana data spasial dimanfaatkan dalam berbagai aspek operasional industri migas. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG), pembuatan peta tematik, pengolahan foto udara menggunakan drone, pengelolaan basis data spasial aset perusahaan, hingga analisis spasial sebagai dasar perencanaan berbagai pekerjaan di lapangan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa data spasial tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi landasan penting dalam proses pengambilan keputusan teknis.

Selama program magang, Syafa turut terlibat dalam berbagai kegiatan survei lapangan. Survei lapangan pertama pada jalur pipa Sumur Cemara Selatan 20 (CMS-20) hingga Stasiun Pengumpul Cemara Selatan (SP CMS) di daerah Indramayu. Kegiatan ini merupakan survei onshore yang bertujuan mendukung rencana penambahan jalur flowline. Akuisisi data dilakukan menggunakan UAV (drone) dengan metode foto udara untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting jalur yang akan direncanakan. Dalam industri migas, flowline merupakan pipa yang mengalirkan fluida produksi dari sumur menuju stasiun pengumpul. Dari kegiatan ini Syafa belajar bahwa pembangunan jalur pipa tidak dapat dilepaskan dari data spasial yang akurat, mulai dari identifikasi kondisi lapangan, crossing dengan sungai dan jalan, hingga kebutuhan pembebasan lahannya.

Pengalaman lapangan lainnya diperoleh melalui kegiatan pemetaan jalur pipa Sumur PCT Y di daerah Kertajati, Majalengka hingga Stasiun Pengumpul Tugu Barat (SP TGB) di daerah Cikedung, Indramayu. Karena jalur yang dipetakan memiliki bentuk memanjang dengan panjang beberapa kilometer, metode yang digunakan adalah corridor mapping menggunakan drone. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat menarik karena selain harus memastikan kualitas data foto udara, tim juga harus menghadapi berbagai tantangan lapangan seperti kondisi cuaca, keterbatasan lokasi take off dan landing, vegetasi yang rapat, serta manajemen baterai drone agar proses akuisisi data tetap berjalan efektif. Dari pekerjaan ini mahasiswa memahami bagaimana teknologi UAV menjadi solusi yang efisien untuk pemetaan koridor pada jalur perpipaan.

Selain survei jalur pipa, Syafa juga terlibat dalam kegiatan survei di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG), Jatibarang Field. Pada kegiatan ini Syafa terlibat dalam pengukuran pondasi scrubber dan separator untuk mendukung rencana penambahan fasilitas baru di area tersebut. Selain itu dilakukan pula pemetaan foto udara area SP menggunakan UAV. Hasil survei digunakan sebagai data pendukung perencanaan konstruksi sehingga desain yang dibuat dapat menyesuaikan kondisi eksisting di lapangan.

Selain terlibat dalam kegiatan pada fungsi Operation and Surface Facilities (OSF), Syafa juga berkesempatan mempelajari proses penyusunan site plan lokasi sumur baru pada fungsi Project. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya data topografi, koordinat, kondisi lahan, dan posisi fasilitas eksisting sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan sumur. Dalam proses tersebut, Syafa turut berkontribusi pada perhitungan volume tanah (cut and fill) menggunakan data hasil survei topografi untuk mendukung perencanaan konstruksi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa data spasial yang akurat menjadi faktor penting dalam menghasilkan perencanaan yang efektif, aman, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Hal lain yang menarik perhatian Syafa adalah keterlibatan ilmu Survei Pemetaan dalam proses pembebasan lahan untuk jalur pipa. Sebelum pembangunan jalur pipa dilakukan, diperlukan analisis spasial untuk menentukan kebutuhan Right of Way (ROW), menghitung luas area terdampak, serta mengidentifikasi lahan yang akan dilalui jalur pipa. Proses tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan survei dan pemetaan tidak hanya berhubungan dengan aspek teknis, tetapi juga berperan dalam mendukung pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aspek legal dan administrasi proyek.

Selama menjalani program magang, berbagai pengalaman dan keterampilan baru diperoleh, mulai dari pengoperasian peralatan survei dan pemetaan, pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG) dan fotogrametri, pengelolaan WebGIS, hingga penyusunan layout peta engineering. Selain itu, kegiatan magang ini juga memberikan pemahaman mengenai sistem perpipaan, fasilitas produksi migas, manajemen proyek, komunikasi lintas disiplin, budaya kerja profesional, serta penerapan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang menjadi aspek penting dalam operasional industri migas.

Melalui pengalaman tersebut, semakin terlihat bahwa ilmu Survei dan Pemetaan memiliki peran strategis dan ruang penerapan yang luas dalam industri migas. Data spasial menjadi landasan dalam berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan jalur pipa, survei fasilitas, pengembangan lokasi sumur, pengelolaan aset, hingga analisis kebutuhan lahan. Program magang di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7 memberikan gambaran nyata bahwa keahlian di bidang survei dan pemetaan tidak hanya berfungsi sebagai pendukung kegiatan teknis, tetapi juga berkontribusi secara signifikan dalam menyediakan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan di lingkungan industri migas.

Kegiatan magang ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa berbasis pengalaman industri, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kesiapan kerja dan kompetensi profesional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, UAV, dan sistem informasi geografis dalam mendukung perencanaan serta pengelolaan infrastruktur migas, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penerapan data spasial dalam perencanaan wilayah dan infrastruktur yang lebih efektif, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pemanfaatan analisis spasial yang mendukung pengelolaan lingkungan dan penggunaan lahan secara berkelanjutan.