Arsip:

Info TSPD

Wisuda Periode IV

Dari Kampus untuk Masa Depan: Lulusan TSPD Siap Berkarya dengan Bekal Kompetensi Geospasial

Yogyakarta Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, resmi menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T.) dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada 19 Agustus 2026.

Wisuda menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk membawa ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke dunia profesional serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Karya Geospasial untuk Beragam Kebutuhan

Selama menempuh pendidikan, para lulusan TSPD menghasilkan berbagai proyek akhir yang menunjukkan penerapan teknologi geospasial untuk menjawab kebutuhan di lapangan mulai dari pemetaan wilayah, penginderaan jauh, survei GNSS, fotogrametri, hingga LiDAR dan analisis spasial.

Muhammad Faiz Mutti mengangkat pemetaan perubahan tutupan lahan berbasis Support Vector Machine dan kesesuaiannya dengan tata ruang di Kota Tasikmalaya. Sementara itu, Syifa Us Sudur mengkaji sebaran dan perubahan habitat bentik di Perairan Lakaliba, Kabupaten Buton Selatan, menggunakan citra PlanetScope multitemporal.

Pada bidang penginderaan jauh, Muhammad Iqbal Ariq memanfaatkan citra multispektral berbasis UAV dengan metode NDWI untuk memetakan di area disposal dan kolam pengendapan, Balangan Coal, Kalimantan Selatan. Muhammad Ridho Muzakki menerapkan survei GNSS RTK dan block model serta implikasinya terhadap Data Kadar Ni (%) untuk mengevaluasi kesesuaian tonase bijih nikel pada Temporary Ore Storage.

Sementara itu, Mayludy Aina'ul Misbach memanfaatkan metode Least Cost Path untuk pemodelan rute ekspansi jaringan gas bumi industri dan komersial di Surabaya Timur. Fahmi Asshidiqi mengkaji perbandingan metode georeferensi  post-processing kinematic dengan ground control point berdasarkan ketelitian vertikal point cloud dan perhitungan volume overburden data fotogrametri.

Di bidang pertambangan, Virnanda Nur Mahanani membandingkan volume estimasi dan aktual hasil blasting menggunakan data GNSS RTK dan fotogrametri udara. Nadila Rossyana mengkaji evaluasi koefisien koreksi truck count berdasarkan muatan efektif pada perhitungan volume overburden periode Maret-April 2025.

Pemanfaatan SIG untuk kebencanaan dan pelayanan publik ditunjukkan melalui karya Fianda Aswalirazaq tentang pemetaan kerawanan banjir di Kabupaten Grobogan serta Yulsa Wahyu Andiny mengenai pemetaan keterjangkauan pos pemadam kebakaran di Kabupaten Bantul menggunakan service area analysis.

Melengkapi ragam karya tersebut, Siti Rauda Afiani memanfaatkan teknologi LiDAR untuk pengukuran tinggi dan pemodelan kanopi pohon di kawasan pengembangan Sekolah Vokasi UGM.

Beragamnya topik tersebut menunjukkan bahwa kompetensi TSPD terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi geospasial. Keahlian dalam GNSS, UAV, fotogrametri, penginderaan jauh, LiDAR, dan SIG dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan wilayah, pertambangan, infrastruktur, lingkungan, kebencanaan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Dari Kampus untuk Masa Depan

Penguasaan teknologi GNSS, UAV, LiDAR, penginderaan jauh, fotogrametri, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi bekal bagi para lulusan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Melalui kompetensi tersebut, lulusan TSPD diharapkan mampu menghasilkan solusi dan informasi geospasial yang relevan bagi berbagai sektor.

Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di TSPD diharapkan menjadi bekal untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Segenap keluarga besar Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan TSPD Periode IV Tahun Akademik 2025/2026. Semoga langkah baru yang ditempuh menjadi awal dari perjalanan penuh karya, prestasi, dan kontribusi positif.

Semangat tersebut sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan kompetensi, inovasi teknologi, dan pemanfaatan informasi geospasial untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selamat melangkah ke masa depan, para wisudawan TSPD. Terus berkarya, berprestasi, dan menginspirasi! ✨

Mahasiswa TSPD SV UGM Ikuti Kuliah Umum tentang Perkembangan Teknologi Geospasial

Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti Kuliah Umum bertema “Beyond Mapping: Transformasi Teknologi Geospasial dari Pemetaan menuju Intelligent Decision Making” yang diselenggarakan oleh Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan berlangsung di Ballroom Lantai 2 Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC), Sekolah Vokasi UGM pada 18 Agustus 2026.

Kuliah umum ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa TSPD untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi geospasial serta memahami penerapannya di lingkungan profesional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dari lingkungan militer dan industri geospasial, yaitu Marsma TNI Kristian Suseno R., S.Si., M.Sc. selaku Direktur Penginderaan Jauh Pusat Geospasial TNI AU, Vella Ahalla Hulaifah Somantri, S.T. selaku Geospatial Manager PT Barrakusuma Spatial Teknologi, serta Dwima Fillailiy Nisa, A.Md. selaku GIS Presales & Support Engineer PT Leica Geosystems Indonesia. Sesi kuliah umum dimoderatori oleh Ade Febri Sandhini Putri, S.Si., M.Sc. selaku dosen Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM. Ketiga narasumber memberikan perspektif yang beragam mengenai pemanfaatan teknologi geospasial, penginderaan jauh, serta perkembangan teknologi yang digunakan dalam dunia profesional.

Bagi mahasiswa TSPD, materi yang disampaikan memiliki keterkaitan erat dengan bidang survei dan pemetaan. Perkembangan teknologi menunjukkan bahwa data hasil survei dan pemetaan tidak hanya digunakan untuk menghasilkan produk peta, tetapi dapat diolah menjadi informasi yang mendukung analisis, perencanaan, pemantauan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui pemaparan para narasumber, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kompetensi teknis di bidang survei dan pemetaan perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap teknologi, pengolahan data, serta kemampuan melihat kebutuhan pengguna agar lulusan mampu memberikan solusi geospasial yang relevan.

Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa berkesempatan berinteraksi langsung dengan para narasumber untuk menggali informasi mengenai perkembangan teknologi, kebutuhan kompetensi di dunia kerja, serta peluang penerapan keilmuan survei dan pemetaan di berbagai sektor.

Keikutsertaan mahasiswa TSPD dalam kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman pembelajaran di luar kelas. Kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan profesional di bidang geospasial diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan industri sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa TSPD diharapkan semakin memahami bahwa bidang survei dan pemetaan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Kemampuan untuk mengintegrasikan data, teknologi, dan analisis menjadi bagian penting dalam menghasilkan informasi geospasial yang dapat memberikan nilai tambah bagi berbagai kebutuhan profesional dan pembangunan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan wawasan dan kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui penguatan pemahaman terhadap perkembangan teknologi geospasial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui keterlibatan mitra industri dalam mendukung pengembangan pendidikan.

Kunjungan STPN (3)

Kunjungan SPIP Politeknik Agraria STPN ke TSPD UGM Perkuat Jejaring Pendidikan Vokasi

Yogyakarta, 10 Agustus 2026 – Upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi vokasi terus dilakukan melalui kegiatan kunjungan akademik. Pada kesempatan ini, Program Studi Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan (SPIP), Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) berkunjung ke Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bertukar informasi dan pengalaman sekaligus menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan pendidikan vokasi di bidang survei, pemetaan, dan informasi pertanahan.

Kegiatan kunjungan menjadi momentum bagi kedua program studi untuk melakukan diskusi dan pertukaran informasi mengenai pengelolaan program studi serta penyelenggaraan pendidikan vokasi. Beberapa topik yang dibahas meliputi pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pengelolaan laboratorium dan kegiatan praktik, serta pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa.

Melalui diskusi tersebut, kedua program studi dapat berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan pembelajaran yang mengintegrasikan aspek teori dan praktik. Pertukaran informasi ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkaya wawasan dalam pengembangan program studi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja, khususnya pada bidang survei, pemetaan, dan informasi pertanahan.

Selain membahas aspek akademik, kunjungan juga menjadi kesempatan untuk menjajaki berbagai bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan oleh kedua institusi. Peluang kerja sama yang dibahas mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pengetahuan dan tenaga ahli, penyelenggaraan seminar atau kuliah tamu, serta pemanfaatan fasilitas pembelajaran.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara TSPD UGM dan SPIP Politeknik Agraria STPN. Kerja sama antarlembaga pendidikan vokasi diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang untuk berbagi pengetahuan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memberikan pengalaman akademik dan profesional yang lebih luas bagi mahasiswa.

Bagi Departemen Teknologi Kebumian, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dengan berbagai institusi pendidikan dan pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan kunjungan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas pendidikan vokasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam mendukung pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kolaborasi Pengabdian

Perkuat Sinergi Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Pengabdian TSPD UGM Jalin Koordinasi dengan DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo

Kulon Progo, 28 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Tim Pengabdian Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kabupaten Kulon Progo di Kantor DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan koordinasi menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna memastikan program pengabdian dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui diskusi yang berlangsung secara konstruktif, kedua belah pihak membahas ruang lingkup kegiatan, sasaran program, mekanisme pelaksanaan, serta bentuk kolaborasi yang akan dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Dalam pertemuan tersebut, DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi wilayah, potensi desa, serta program pemberdayaan masyarakat yang sedang berjalan. Informasi tersebut menjadi masukan penting dalam penyusunan kegiatan pengabdian agar selaras dengan kebutuhan masyarakat, mendukung penguatan kapasitas pemerintah kalurahan, serta sejalan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Kulon Progo.
Pada kesempatan tersebut, Tim Pengabdian Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar memaparkan rencana pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi geospasial, meliputi pelatihan foto udara, pemetaan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), serta pemanfaatan teknologi drone untuk mendukung penyediaan dan pengelolaan data spasial. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemerintah kapanewon dan kalurahan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan, mengelola, dan memanfaatkan data spasial sebagai dasar penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Koordinasi ini juga menjadi forum untuk menyepakati mekanisme komunikasi dan pelaksanaan kegiatan sehingga setiap tahapan program dapat berjalan secara efektif, terarah, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo, diharapkan program pengabdian mampu meningkatkan kapasitas pemerintah kalurahan dan kapanewon dalam pengelolaan data spasial serta mendukung pembangunan wilayah yang partisipatif, berbasis bukti (evidence-based planning), dan berkelanjutan.

Kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Gadjah Mada dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan empat program pengabdian tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat melalui pelatihan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, drone, dan Sistem Informasi Geografis (SIG), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan tata kelola wilayah berbasis data spasial, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada, DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo, pemerintah kapanewon, dan pemerintah kalurahan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan

Hibah Penelitian Sekolah Vokasi UGM Dukung Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan untuk Pengalaman Eksplorasi Imersif

Yogyakarta – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) kembali mendukung pengembangan inovasi di bidang teknologi geospasial dan pelestarian warisan budaya melalui pendanaan penelitian tentang pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan untuk visualisasi dan eksplorasi secara imersif. Penelitian ini memperoleh hibah penelitian internal SV UGM Tahun 2026 dengan peneliti Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., Ir. Hanif Ilmawan S.T., M.Eng., dan Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M. Eng yang merupakan dosen dari Departemen Teknologi Kebumian serta Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc, yaitu dosen dari Departemen Teknik Geodesi UGM.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan platform Virtual Reality (VR) yang memungkinkan pengguna merasakan pengalaman eksplorasi Candi Prambanan secara imersif melalui pemanfaatan teknologi pemodelan tiga dimensi (3D), visualisasi interaktif, serta perangkat headset VR. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam pelestarian, edukasi, dan promosi warisan budaya Indonesia berbasis teknologi digital.

Menurut Ketua Peneliti, Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., pemanfaatan teknologi Virtual Reality membuka peluang baru dalam penyajian informasi budaya dan sejarah kepada masyarakat. Melalui teknologi ini, pengguna tidak hanya dapat melihat representasi digital Candi Prambanan, tetapi juga dapat merasakan pengalaman seolah-olah berada langsung di dalam kompleks candi.

"Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman eksplorasi yang lebih interaktif dan mendalam. Pengguna dapat berjalan di lingkungan virtual, memasuki bangunan candi, mengamati arsitektur serta relief secara detail, dan memperoleh informasi edukatif secara langsung melalui media digital," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memanfaatkan teknologi pemodelan 3D serta integrasi informasi semantik untuk menghasilkan representasi digital Candi Prambanan yang akurat dan interaktif. Selain itu, penelitian juga mengkaji aspek pengalaman pengguna (user experience) dalam lingkungan virtual untuk memastikan tingkat imersi dan kenyamanan selama penggunaan.

Pengembangan Virtual Reality berbasis warisan budaya ini memiliki potensi yang luas, tidak hanya untuk kebutuhan pendidikan dan penelitian, tetapi juga untuk mendukung sektor pariwisata digital dan pelestarian cagar budaya. Teknologi tersebut memungkinkan masyarakat, pelajar, peneliti, hingga wisatawan untuk mengakses dan mengeksplorasi situs budaya tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.

Melalui dukungan hibah penelitian SV UGM, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan prototipe Virtual Reality Candi Prambanan yang dapat menjadi dasar pengembangan digital twin situs budaya Indonesia di masa mendatang. Inovasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam mendorong pengembangan teknologi terapan yang memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian warisan budaya nasional.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi multidisiplin antara bidang geospasial, teknologi informasi, arkeologi, serta industri kreatif digital dalam rangka mewujudkan transformasi digital pada pengelolaan dan pelestarian cagar budaya Indonesia.

Dokumentasi Candi Prambanan 1

Departemen Teknologi Kebumian SV UGM Kembangkan Kerangka Geomatika untuk Pemantauan dan Dokumentasi Candi Prambanan

Yogyakarta –Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), melalui Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), melaksanakan penelitian untuk mengembangkan kerangka geomatika untuk pemantauan dan dokumentasi Candi Prambanan. Penelitian ini memperoleh pendanaan dari Program Hibah Penelitian Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026 dan dipimpin oleh Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. sebagai ketua peneliti, dengan melibatkan seluruh dosen Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar sebagai anggota tim peneliti.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu kerangka kerja (framework) geomatika yang komprehensif untuk mendukung kegiatan dokumentasi, pemantauan, konservasi, dan pengelolaan warisan budaya, khususnya pada kawasan Candi Prambanan. Sebagai salah satu situs warisan budaya dunia yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang sangat tinggi, Candi Prambanan memerlukan pendekatan dokumentasi dan pemantauan yang terintegrasi, akurat, serta berkelanjutan.

Ketua peneliti, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi geomatika saat ini memungkinkan integrasi berbagai metode akuisisi dan pengolahan data spasial untuk menghasilkan representasi digital yang lebih lengkap dan informatif. "Melalui penelitian ini, kami berupaya menyusun suatu kerangka geomatika yang dapat mengintegrasikan teknologi survei terestris, fotogrametri, pemindaian laser, pemodelan tiga dimensi, hingga teknologi visualisasi," ujarnya.

Kerangka geomatika yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup beberapa tahapan utama, yaitu akuisisi data geospasial, pengolahan, pemodelan, dan visualisasi. Berbagai teknologi modern seperti Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Terrestrial Laser Scanner (TLS), Global Navigation Satellite System (GNSS), dan teknologi Virtual Reality (VR) akan dievaluasi dalam kerangka tersebut.

Penelitian ini diharapkan dapat menyusun standar operasional dan rekomendasi teknis dalam pelaksanaan dokumentasi dan pemantauan cagar budaya berbasis geomatika. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung proses pelestarian melalui penyediaan data spasial yang akurat, mutakhir, dan terdokumentasi dengan baik.

Keterlibatan seluruh dosen Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar dalam penelitian ini mencerminkan pendekatan multidisiplin yang menjadi karakteristik bidang geomatika modern. Kolaborasi berbagai kompetensi, mulai dari survei dan pemetaan, fotogrametri, dan pemodelan tiga dimensi diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pelestarian warisan budaya Indonesia.

Melalui penelitian ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan penelitian terapan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian dan pengelolaan warisan budaya nasional. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk Candi Prambanan, tetapi juga dapat menjadi model dan referensi dalam pengembangan sistem dokumentasi dan pemantauan berbagai situs cagar budaya lainnya di Indonesia.

Mahasiswa TSPD Syafa Rahma

Peran Survei dan Pemetaan dalam Mendukung Operasional Industri Migas: Pengalaman Magang Mahasiswa TSPD Syafa Rahma di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7

Penerapan ilmu Survei dan Pemetaan tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung operasional industri minyak dan gas bumi (migas). Hal tersebut menjadi pengalaman berharga yang diperoleh Syafa Rahma Octaviona, mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan tahun 2023, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, selama mengikuti program magang di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7.

Program magang dilaksanakan pada 11 Maret hingga 12 Juni 2026, yang berlokasi di Head Office Cirebon, Jawa Barat. Zona 7 membawahi beberapa wilayah kerja yaitu Field Jatibarang, Field Subang, Field Tambun, serta Field OGT. Selama menjalani magang, Syafa ditempatkan pada fungsi Operation and Surface Facilities (OSF), yaitu fungsi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan fasilitas operasi permukaan yang mendukung kegiatan produksi migas. Di OSF, Syafa berada dibawah Divisi Geomatics Engineering. Pada divisi ini, Syafa terlibat dalam berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan dan pengelolaan data spasial untuk mendukung kebutuhan operasional, engineering, dan perencanaan proyek di lingkungan Pertamina EP Zona 7.

Melalui lingkungan kerja yang multidisiplin, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana data spasial dimanfaatkan dalam berbagai aspek operasional industri migas. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG), pembuatan peta tematik, pengolahan foto udara menggunakan drone, pengelolaan basis data spasial aset perusahaan, hingga analisis spasial sebagai dasar perencanaan berbagai pekerjaan di lapangan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa data spasial tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi landasan penting dalam proses pengambilan keputusan teknis.

Selama program magang, Syafa turut terlibat dalam berbagai kegiatan survei lapangan. Survei lapangan pertama pada jalur pipa Sumur Cemara Selatan 20 (CMS-20) hingga Stasiun Pengumpul Cemara Selatan (SP CMS) di daerah Indramayu. Kegiatan ini merupakan survei onshore yang bertujuan mendukung rencana penambahan jalur flowline. Akuisisi data dilakukan menggunakan UAV (drone) dengan metode foto udara untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting jalur yang akan direncanakan. Dalam industri migas, flowline merupakan pipa yang mengalirkan fluida produksi dari sumur menuju stasiun pengumpul. Dari kegiatan ini Syafa belajar bahwa pembangunan jalur pipa tidak dapat dilepaskan dari data spasial yang akurat, mulai dari identifikasi kondisi lapangan, crossing dengan sungai dan jalan, hingga kebutuhan pembebasan lahannya.

Pengalaman lapangan lainnya diperoleh melalui kegiatan pemetaan jalur pipa Sumur PCT Y di daerah Kertajati, Majalengka hingga Stasiun Pengumpul Tugu Barat (SP TGB) di daerah Cikedung, Indramayu. Karena jalur yang dipetakan memiliki bentuk memanjang dengan panjang beberapa kilometer, metode yang digunakan adalah corridor mapping menggunakan drone. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat menarik karena selain harus memastikan kualitas data foto udara, tim juga harus menghadapi berbagai tantangan lapangan seperti kondisi cuaca, keterbatasan lokasi take off dan landing, vegetasi yang rapat, serta manajemen baterai drone agar proses akuisisi data tetap berjalan efektif. Dari pekerjaan ini mahasiswa memahami bagaimana teknologi UAV menjadi solusi yang efisien untuk pemetaan koridor pada jalur perpipaan.

Selain survei jalur pipa, Syafa juga terlibat dalam kegiatan survei di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG), Jatibarang Field. Pada kegiatan ini Syafa terlibat dalam pengukuran pondasi scrubber dan separator untuk mendukung rencana penambahan fasilitas baru di area tersebut. Selain itu dilakukan pula pemetaan foto udara area SP menggunakan UAV. Hasil survei digunakan sebagai data pendukung perencanaan konstruksi sehingga desain yang dibuat dapat menyesuaikan kondisi eksisting di lapangan.

Selain terlibat dalam kegiatan pada fungsi Operation and Surface Facilities (OSF), Syafa juga berkesempatan mempelajari proses penyusunan site plan lokasi sumur baru pada fungsi Project. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya data topografi, koordinat, kondisi lahan, dan posisi fasilitas eksisting sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan sumur. Dalam proses tersebut, Syafa turut berkontribusi pada perhitungan volume tanah (cut and fill) menggunakan data hasil survei topografi untuk mendukung perencanaan konstruksi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa data spasial yang akurat menjadi faktor penting dalam menghasilkan perencanaan yang efektif, aman, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Hal lain yang menarik perhatian Syafa adalah keterlibatan ilmu Survei Pemetaan dalam proses pembebasan lahan untuk jalur pipa. Sebelum pembangunan jalur pipa dilakukan, diperlukan analisis spasial untuk menentukan kebutuhan Right of Way (ROW), menghitung luas area terdampak, serta mengidentifikasi lahan yang akan dilalui jalur pipa. Proses tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan survei dan pemetaan tidak hanya berhubungan dengan aspek teknis, tetapi juga berperan dalam mendukung pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aspek legal dan administrasi proyek.

Selama menjalani program magang, berbagai pengalaman dan keterampilan baru diperoleh, mulai dari pengoperasian peralatan survei dan pemetaan, pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG) dan fotogrametri, pengelolaan WebGIS, hingga penyusunan layout peta engineering. Selain itu, kegiatan magang ini juga memberikan pemahaman mengenai sistem perpipaan, fasilitas produksi migas, manajemen proyek, komunikasi lintas disiplin, budaya kerja profesional, serta penerapan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang menjadi aspek penting dalam operasional industri migas.

Melalui pengalaman tersebut, semakin terlihat bahwa ilmu Survei dan Pemetaan memiliki peran strategis dan ruang penerapan yang luas dalam industri migas. Data spasial menjadi landasan dalam berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan jalur pipa, survei fasilitas, pengembangan lokasi sumur, pengelolaan aset, hingga analisis kebutuhan lahan. Program magang di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7 memberikan gambaran nyata bahwa keahlian di bidang survei dan pemetaan tidak hanya berfungsi sebagai pendukung kegiatan teknis, tetapi juga berkontribusi secara signifikan dalam menyediakan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan di lingkungan industri migas.

Kegiatan magang ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa berbasis pengalaman industri, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kesiapan kerja dan kompetensi profesional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, UAV, dan sistem informasi geografis dalam mendukung perencanaan serta pengelolaan infrastruktur migas, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penerapan data spasial dalam perencanaan wilayah dan infrastruktur yang lebih efektif, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pemanfaatan analisis spasial yang mendukung pengelolaan lingkungan dan penggunaan lahan secara berkelanjutan.

Responsi Praktikum Fotogrametri Udara

Responsi Praktikum Fotogrametri Udara: Menguji Kompetensi Pengolahan Data Citra Udara Mahasiswa TSPD

Yogyakarta, 5 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) Angkatan 2025, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, mengikuti responsi mata kuliah Praktikum Fotogrametri Udara yang diselenggarakan di Laboratorium Geomatika, Departemen Teknologi Kebumian. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran praktikum yang bertujuan mengukur kompetensi mahasiswa dalam mengolah data fotogrametri udara menggunakan perangkat lunak pemetaan berbasis citra udara.

Responsi Praktikum Fotogrametri Udara dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi terhadap penguasaan mahasiswa pada setiap tahapan pengolahan data fotogrametri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberikan skenario responsi berupa lima foto udara yang telah disiapkan pada komputer praktikum. Berdasarkan skenario tersebut, mahasiswa diminta menyelesaikan serangkaian tahapan pengolahan data secara mandiri sesuai prosedur yang telah dipelajari selama praktikum.

Dalam pelaksanaan responsi, mahasiswa diminta melakukan pengolahan foto udara untuk menghasilkan ortofoto mosaik sebagai salah satu produk utama fotogrametri. Selain itu, mahasiswa juga melakukan evaluasi ketelitian hasil pengolahan guna memastikan kualitas dan akurasi data geospasial yang dihasilkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diuji kemampuannya dalam menerapkan tahapan pengolahan data secara sistematis serta memahami pentingnya pengendalian kualitas dalam proses pemetaan.

Responsi ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengukur kemampuan teknis mahasiswa dalam mengolah data fotogrametri udara, tetapi juga mengevaluasi pemahaman mereka terhadap standar ketelitian dan kualitas produk geospasial yang dihasilkan. Penguasaan kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam menghasilkan informasi spasial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung berbagai kebutuhan di bidang survei, pemetaan, dan pengembangan wilayah.

Praktikum Fotogrametri Udara merupakan salah satu mata kuliah inti di Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar yang membekali mahasiswa dengan kemampuan akuisisi dan pengolahan data berbasis wahana udara. Seiring pesatnya perkembangan teknologi geospasial, penguasaan fotogrametri digital menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor, seperti pemetaan, konstruksi, pertambangan, perkebunan, pengelolaan sumber daya alam, hingga perencanaan wilayah.

Melalui pelaksanaan responsi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan konsep yang diperoleh selama perkuliahan dengan keterampilan praktis dalam pengolahan data fotogrametri. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga melatih ketelitian, kemampuan analisis, serta penyelesaian masalah yang menjadi keterampilan penting bagi calon profesional di bidang survei dan pemetaan.

Kegiatan Responsi Praktikum Fotogrametri Udara ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik yang memperkuat kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguasaan teknologi fotogrametri digital dalam mendukung pembangunan berbasis data geospasial, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghasilkan informasi spasial yang akurat untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan wilayah.

Responsi Praktikum Survei Pemetaan II

Mahasiswa TSPD Angkatan 2025 Laksanakan Responsi Praktikum Survei Pemetaan II

Yogyakarta, 3 Juni 2026 – Sebanyak 64 mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) Angkatan 2025, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, mengikuti kegiatan responsi mata kuliah Praktikum Survei Pemetaan II yang diselenggarakan di depan Gedung Departemen Teknologi Kebumian (DTK). Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran praktikum yang bertujuan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam pengoperasian instrumen survei pemetaan serta penerapan metode pengukuran terestris.

Responsi Praktikum Survei Pemetaan II dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Anindya Sricandra P., S.T., M.Eng. dan M. Iqbal Taftazani, S.T., M.Eng., serta dibantu oleh tim asisten praktikum yang terdiri dari Ridho Haikal Permana, Fahmi Asshidiqi, dan Rasyid Widayanta. Kehadiran para asisten praktikum turut membantu kelancaran pelaksanaan responsi, mulai dari persiapan alat hingga pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung.

Pada responsi kali ini, mahasiswa diuji secara individu dalam penggunaan theodolit, salah satu instrumen dasar survei dan pemetaan yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal secara presisi. Penguasaan penggunaan theodolit menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa karena merupakan dasar dalam berbagai kegiatan pengukuran dan pemetaan di lapangan.

Melalui kegiatan responsi, mahasiswa dituntut untuk memahami prinsip kerja alat, melakukan penyetelan dan pengoperasian theodolit dengan benar, serta mampu membaca, mencatat, dan menghitung hasil pengukuran sesuai prosedur yang telah dipelajari selama praktikum. Selain kemampuan teknis, responsi juga menguji ketelitian, kedisiplinan, dan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan standar kerja survei yang baik.

Mata kuliah Survei Pemetaan II merupakan salah satu mata kuliah dasar yang membekali mahasiswa dengan kompetensi pengukuran terestris sebagai fondasi dalam kegiatan survei dan pemetaan. Melalui kegiatan praktikum dan responsi, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengoperasikan instrumen survei sehingga dapat memperkuat pemahaman teori yang telah diperoleh di kelas.

Kegiatan responsi ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi hasil pembelajaran, tetapi juga sebagai upaya untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kegiatan praktikum lanjutan maupun dunia kerja yang membutuhkan kemampuan teknis di bidang survei dan pemetaan. Dengan penguasaan instrumen dasar seperti theodolit, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang kuat sebagai calon tenaga profesional di bidang geospasial.

Pelaksanaan Responsi Praktikum Survei Pemetaan II ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pembelajaran berbasis praktik yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan industri geospasial di masa depan.

Akuisisi Data 3D Stasiun Palbapang

Mahasiswa TSPD SV UGM Lakukan Akuisisi Data 3D Stasiun Palbapang untuk Konservasi dan Pelestarian Cagar Budaya

Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada bernama Marcelinus Palma Surya Valendra melaksanakan kegiatan akuisisi data untuk pembuatan model 3D Stasiun Palbapang sebagai bagian dari upaya pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung pelestarian bangunan cagar budaya melalui dokumentasi digital berbasis model tiga dimensi (3D). Kegiatan penelitian ini sebagai syarat kelulusan program S1 Terapan di prodi TSPD.

Kegiatan penelitian dibimbing oleh Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., dan dibantu oleh beberapa mahasiswa lain dari TSPD saat pengambilan data di lapangan. Akuisisi data dilaksanakan pada 6 April 2026 di kawasan Stasiun Palbapang, Kabupaten Bantul, dengan memanfaatkan metode survei dan dokumentasi geospasial untuk memperoleh data bangunan secara detail dan presisi.

Bangunan Stasiun Palbapang merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya yang secara administratif terletak di Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul. Pada masa operasionalnya, stasiun ini melayani penumpang sekaligus pengangkutan hasil perkebunan tebu dan pabrik gula di wilayah Bantul. Berdasarkan buku Pusparagam Cagar Budaya, keberadaan industri gula pada masa itu mendorong perusahaan swasta NV. NISM (Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) memperluas jaringan rel kereta api di kawasan Yogyakarta dan Bantul. Jalur kereta api tahap pertama dari Yogyakarta (Tugu) menuju Srandakan sepanjang 23 km mulai beroperasi pada tahun 1895, kemudian dilanjutkan pembangunan jalur Srandakan–Brosot (Sewugalur) sepanjang 2 km yang mulai beroperasi pada tahun 1915. Di sepanjang jalur tersebut dibangun beberapa stasiun kecil, salah satunya Stasiun Palbapang. Sejak tahun 1975/1976 stasiun ini tidak lagi difungsikan, dan pada tahun 1990 area emplasemennya dimanfaatkan sebagai terminal bus antar kota dan antar provinsi.

Kegiatan akuisisi data menggunakan berbagai peralatan survei pemetaan, meliputi 1 unit Terrestrial Laser Scanner (TLS) Leica RTC360, 1 unit kontroler TLS, 2 unit GNSS Trimble R8s, dan 1 unit kontroler Trimble. Seluruh peralatan tersebut disediakan oleh Center of Excellence Smart and Green Building Information Sekolah Vokasi UGM guna mendukung proses akuisisi data secara optimal dan akurat.

Selama proses pengambilan data, tim melakukan akuisisi data pada berbagai bagian bangunan stasiun guna mendapatkan bentuk geometris dan kondisi eksisting bangunan secara menyeluruh. Data yang diperoleh kemudian digunakan dalam proses pembuatan model 3D yang mampu merepresentasikan bangunan cagar budaya secara digital. Kegiatan lapangan ini juga menjadi sarana penerapan keilmuan survei dan pemetaan yang telah dipelajari mahasiswa dalam konteks pelestarian budaya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian cagar budaya di Kabupaten Bantul sekaligus menambah variasi data digital yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam proses pemeliharaan dan dokumentasi bangunan bersejarah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas sejarah daerah.

Melalui penelitian ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam pengambilan dan pengolahan data geospasial, tetapi juga menunjukkan bahwa teknologi pemetaan modern memiliki peran penting dalam mendukung konservasi budaya. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan riset dan pembelajaran berbasis praktik lapangan.