Malang, 2 Oktober 2025 – Dalam ajang Forum Ilmiah Tahunan (FIT) Ikatan Surveyor Indonesia 2025, dosen Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., IPP., memaparkan hasil penelitian tentang penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk pelestarian bangunan cagar budaya. Studi ini menggunakan Kompleks Pantja Dharma UGM sebagai contoh penerapan nyata teknologi digital dalam upaya pelestarian warisan arsitektur Indonesia.
Menurut Hanif, dokumentasi digital 3D menjadi langkah penting dalam menjaga keaslian dan keutuhan bangunan cagar budaya, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Melalui kombinasi Terrestrial Laser Scanning (TLS) dan UAV Photogrammetry, tim peneliti menghasilkan model 3D yang presisi tinggi dan digunakan untuk membangun model BIM bangunan.
“Model BIM memungkinkan pengelola aset memahami kondisi aktual bangunan dan melakukan perawatan atau pengembangan dengan tetap menjaga keaslian strukturnya,” jelas Hanif. Ia menambahkan bahwa penerapan BIM juga dapat dikembangkan menjadi 4D BIM untuk menampilkan data deret waktu (time-series), sehingga dapat melacak perubahan kondisi bangunan dari waktu ke waktu.
Penelitian ini tidak hanya mendukung upaya pelestarian budaya, tetapi juga memperkenalkan pendekatan ilmiah berbasis teknologi digital dalam pengelolaan aset bersejarah. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan cagar budaya yang lebih efisien, akurat, dan berkelanjutan.
Penelitian ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya target 11.4 yang menekankan perlunya melindungi dan melestarikan warisan budaya dunia.