Pos oleh :

Humas STR-TSPD

Pengadministrasi Akademik

WebGIS Batas Maritim Indonesia Buatan Departemen Teknologi Kebumian SV-UGM Perkuat Transparansi Tata Kelola Laut dan Dukung SDG 16

Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengembangkan platform WebGIS Batas Maritim Indonesia untuk memperkuat transparansi tata kelola laut dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 16: Peace, Justice, and Strong Institutions. Penelitian ini dipimpin oleh dosen Muhammad Iqbal Taftazani bersama mahasiswa Waljiyanto, Putri Shafaa Salsabila, dan Wahyu Eka Saputra.

Indonesia memiliki sistem batas laut yang kompleks, melibatkan sepuluh negara tetangga. Selama ini, peta batas maritim resmi sering kali sulit diakses publik dan disajikan dalam format statis. Melalui WebGIS ini, tim UGM menghadirkan solusi digital yang terbuka, interaktif, dan edukatif. “Kami ingin menghadirkan data geospasial maritim yang dapat diverifikasi publik dan mendukung transparansi kebijakan,” ujar Iqbal.

Sistem ini dibangun dengan QGIS 3.28, Leaflet.js 1.9.4, dan Bootstrap 5.0.0 menggunakan data resmi dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang disesuaikan dengan standar SNI metadata. WebGIS menampilkan berbagai zona maritim seperti Laut Teritorial, ZEE, dan Landas Kontinen, disertai dasar hukum, koordinat, dan status delimitasi. Pendekatan client-side architecture membuat sistem ini ringan dan mudah diakses lewat peramban.

Riset ini berperan penting dalam implementasi SDG 16, terutama pada aspek transparansi dan penguatan institusi publik. Dengan menyediakan data terbuka yang akurat, WebGIS memungkinkan masyarakat, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk memahami batas wilayah laut secara jelas dan akuntabel. “Transparansi geospasial adalah kunci memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan kelautan nasional,” tambah Iqbal.

Halaman Case Study dalam sistem ini menampilkan contoh batas ZEE Indonesia–Australia yang belum diratifikasi, memperlihatkan bagaimana diplomasi maritim dapat dijelaskan secara objektif melalui data visual. Fitur ini menjadikan WebGIS bukan hanya alat teknis, tetapi juga sarana diplomasi digital yang mendukung tata kelola laut yang damai dan berbasis data.

Riset ini juga menegaskan peran UGM dalam mendorong prinsip open government di bidang kemaritiman. Teknologi geospasial digunakan untuk memperkuat kolaborasi lintas lembaga dan mendukung kebijakan publik yang transparan. Ke depan, tim berencana menambah sistem backend yang aman untuk data sensitif serta fitur multiuser bagi lembaga pemerintah.

Melalui pengembangan WebGIS ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM berkontribusi nyata terhadap SDG 16 dengan membangun sistem informasi yang adil, transparan, dan inklusif. Inovasi ini menjadi langkah strategis menuju tata kelola laut Indonesia yang kuat, akuntabel, dan berbasis data terbuka.

Dukung SDGs:14, Departemen Teknologi Kebumian SV-UGM Hadirkan WebGIS Interaktif untuk Visualisasi Batas Laut Indonesia

Tim peneliti dari Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, mengembangkan inovasi digital berupa platform WebGIS interaktif untuk memvisualisasikan batas-batas maritim Indonesia. Penelitian yang dipimpin oleh Muhammad Iqbal Taftazani bersama Waljiyanto, Putri Shafaa Salsabila, dan Wahyu Eka Saputra ini bertujuan meningkatkan literasi kelautan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 14: *Life Below Water*.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola wilayah lautnya. Meski sudah memiliki dasar hukum melalui UNCLOS 1982 dan UU No.17/1985, banyak data batas laut nasional yang belum tersaji secara terbuka dan mudah dipahami publik. WebGIS ini hadir untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui visualisasi interaktif zona laut seperti Laut Teritorial, Zona Tambahan, ZEE, dan Landas Kontinen.

“WebGIS ini dirancang untuk memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan laut secara berkelanjutan. Kami ingin menjadikan data batas maritim lebih transparan dan edukatif,” jelas Iqbal. Platform ini dibangun menggunakan perangkat lunak terbuka QGIS 3.28, Leaflet.js 1.9.4, dan Bootstrap 5.0.0, dengan data dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang telah disesuaikan dengan standar metadata nasional (SNI 8843-1:2019).

Pengguna dapat menjelajahi peta interaktif, mengukur jarak, menampilkan informasi hukum tiap zona, hingga mempelajari studi kasus batas laut yang belum disepakati. Fitur *SDGs Linkages* menampilkan hubungan antara pengelolaan laut dan target SDG 14, seperti perlindungan ekosistem laut, pengawasan sumber daya, serta penguatan pendidikan kelautan.

Kontribusi riset ini terhadap SDG 14 mencakup tiga aspek utama. Pertama, menyediakan data spasial resmi untuk perencanaan konservasi laut dan pemantauan sumber daya. Kedua, meningkatkan literasi kelautan melalui media pembelajaran yang mudah diakses masyarakat. Ketiga, mendukung kebijakan berbasis bukti (*evidence-based policy*) dengan menyediakan infrastruktur data kelautan yang transparan.

Selain itu, sistem ini memperkuat kolaborasi lintas disiplin antara geodesi, hukum, dan lingkungan. “Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi geospasial tidak hanya untuk pemetaan, tetapi juga berperan dalam keberlanjutan sumber daya laut,” ujar Waljiyanto, anggota tim peneliti. Ke depan, tim berencana menambah fitur data dinamis seperti arus laut, pergerakan kapal, dan visualisasi 3D untuk memperkaya pengalaman pengguna.

Melalui riset ini, UGM berkontribusi nyata dalam penguatan tata kelola laut Indonesia yang berkelanjutan. WebGIS batas maritim tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga langkah strategis untuk melindungi kehidupan di bawah laut dan mendukung keberlanjutan ekosistem maritim bagi generasi mendatang.

Integrasi BIM dan webGIS untuk Pengelolaan Bangunan Cagar Budaya Berkelanjutan

Yogyakarta, Oktober 2025 – Integrasi teknologi Building Information Modeling (BIM) dengan web-based Geographic Information System (webGIS) menjadi solusi baru dalam pengelolaan bangunan cagar budaya. Konsep ini dikembangkan oleh tim dari Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM yang dipimpin oleh Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., IPP.

Melalui pendekatan “BIM leads and GIS supports”, model bangunan dibuat secara detail di lingkungan BIM, kemudian dipresentasikan dalam sistem webGIS berbasis Cesium platform. Kombinasi kedua teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menampilkan data spasial tiga dimensi lengkap dengan atribut bangunan, pandangan penampang (section view), serta pengukuran jarak dan dimensi langsung di web.

“Integrasi ini memberikan pandangan yang lebih holistik—BIM menangani detail mikro setiap elemen bangunan, sedangkan GIS menampilkan konteks makro lingkungan sekitarnya,” ungkap Hanif dalam paparannya. Dengan sistem ini, pengelola cagar budaya dapat memantau kondisi bangunan secara virtual, menilai kebutuhan konservasi, dan merencanakan tindakan pemeliharaan dengan lebih baik.

Meski masih menghadapi tantangan seperti ukuran data besar dan keterbatasan analisis spasial lintas platform, hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar untuk diterapkan dalam pengelolaan aset budaya di Indonesia.

Riset ini mendukung SDG ke-9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG ke-11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena mendorong penggunaan teknologi inovatif untuk infrastruktur bersejarah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ikuti FIT ISI 2025, Dosen Sekolah Vokasi UGM Jelaskan Penerapan BIM pada Bangunan Cagar Budaya

Malang, 2 Oktober 2025 – Dalam ajang Forum Ilmiah Tahunan (FIT) Ikatan Surveyor Indonesia 2025, dosen Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., IPP., memaparkan hasil penelitian tentang penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk pelestarian bangunan cagar budaya. Studi ini menggunakan Kompleks Pantja Dharma UGM sebagai contoh penerapan nyata teknologi digital dalam upaya pelestarian warisan arsitektur Indonesia.

Menurut Hanif, dokumentasi digital 3D menjadi langkah penting dalam menjaga keaslian dan keutuhan bangunan cagar budaya, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Melalui kombinasi Terrestrial Laser Scanning (TLS) dan UAV Photogrammetry, tim peneliti menghasilkan model 3D yang presisi tinggi dan digunakan untuk membangun model BIM bangunan.

“Model BIM memungkinkan pengelola aset memahami kondisi aktual bangunan dan melakukan perawatan atau pengembangan dengan tetap menjaga keaslian strukturnya,” jelas Hanif. Ia menambahkan bahwa penerapan BIM juga dapat dikembangkan menjadi 4D BIM untuk menampilkan data deret waktu (time-series), sehingga dapat melacak perubahan kondisi bangunan dari waktu ke waktu.

Penelitian ini tidak hanya mendukung upaya pelestarian budaya, tetapi juga memperkenalkan pendekatan ilmiah berbasis teknologi digital dalam pengelolaan aset bersejarah. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan cagar budaya yang lebih efisien, akurat, dan berkelanjutan.

Penelitian ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya target 11.4 yang menekankan perlunya melindungi dan melestarikan warisan budaya dunia.

Transformasi Digital Warisan Budaya: Prodi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar Sekolah Vokasi UGM Kembangkan Model Simulasi 3D Interaktif Candi Prambanan


Yogyakarta, 25 Oktober 2025

Tim peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Model Simulasi 3D interaktif untuk Bangunan Warisan Budaya dengan studi kasus pada Kompleks Candi Prambanan. Penelitian ini diketuai oleh Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng. dan didanai melalui hibah penelitian Sekolah Vokasi UGM tahun 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan representasi digital interaktif dari Candi Prambanan, salah satu situs warisan dunia UNESCO, melalui teknologi simulasi 3D. Model simulasi yang dibangun mencakup candi dihalaman utama yakni tiga candi utama yang terdiri dari Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu, serta tiga candi wahana yaitu Candi Angsa, Candi Garuda, dan Candi Nandi. Setiap struktur dalam model digital menampilkan detail arsitektur, relief bercorak cerita epik Ramayana dan Krishnayana, hingga arca-arca sakral yang terdapat di ruang utama masing-masing candi.
Simulasi ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Unity, sebuah platform pengembangan interaktif yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan digital. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat “memasuki” area candi secara virtual dan menikmati pengalaman imersif layaknya berada di lokasi sebenarnya.

Menurut ketua tim peneliti, Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, pengembangan simulasi ini menjadi langkah inovatif dalam pelestarian warisan budaya berbasis teknologi. “Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung tanpa mengurangi nilai sakral dan keaslian situs. Selain itu, simulasi ini juga mendukung kebijakan konservasi, terutama jika terjadi pembatasan wisatawan demi menjaga stabilitas struktur bangunan candi,” ungkapnya.

Motivasi lain dari penelitian ini muncul dari pengalaman pandemi COVID-19, yang sempat membatasi akses wisata dan berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi budaya. Dengan adanya model simulasi 3D interaktif ini, masyarakat tetap dapat menikmati dan mempelajari warisan budaya Candi Prambanan secara virtual, tanpa risiko kerusakan fisik maupun keterbatasan interaksi langsung.

Lebih jauh, penelitian ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama Tujuan 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan — melalui pelestarian warisan budaya dunia dengan dukungan teknologi digital; Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas — dengan memberikan media pembelajaran interaktif untuk mahasiswa, peneliti, dan masyarakat luas; Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi — melalui inovasi dalam sektor pariwisata digital dan ekonomi kreatif.

Dengan penelitian ini, UGM menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, budaya, dan teknologi untuk mendukung keberlanjutan pelestarian warisan budaya Indonesia. Diharapkan, model simulasi 3D Candi Prambanan ini dapat menjadi percontohan bagi pengembangan digital situs-situs budaya lainnya di Indonesia.

Departemen Teknologi Kebumian SV UGM dan PT Geo Metri Indonesia Jalin Kerja Sama melalui Workshop Total Station Robotic

Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menjalin kerja sama dengan PT Geo Metri Indonesia dalam bidang pengembangan kompetensi teknologi survei dan pemetaan. Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak yang dilaksanakan di Hall Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, UGM.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam penguasaan teknologi terkini di bidang survei dan pemetaan digital. Setelah penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop “Pengenalan & Pelatihan Total Station Alpha R1 Robotic” yang menghadirkan Muhamad Hasan Albana dari PT Geo Metri Indonesia sebagai narasumber.

Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman langsung tentang penggunaan Total Station Alpha R1 Robotic, sebuah alat ukur dengan sistem otomatis berbasis robotik yang mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi pengukuran lapangan. Workshop ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan 2024, serta terbuka bagi mahasiswa dari seluruh program studi di Departemen Teknologi Kebumian.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan praktis serta mengenal perkembangan teknologi terkini di industri geospasial. Selain itu, kerja sama antara SV UGM dan PT Geo Metri Indonesia ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi survei modern.

FGD Penetapan Batas Dusun di Kaliagung Wujud Sinergi Pemerintah Desa dan UGM

Kulon Progo, 18 Oktober 2025 – Pemerintah Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, bekerja sama dengan Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait penetapan batas antar dusun di Balai Kalurahan Kaliagung.

Kegiatan ini bertujuan menyepakati batas administratif antar dusun guna mendukung ketertiban wilayah, peningkatan pelayanan publik, serta perencanaan pembangunan yang lebih akurat. Melalui kegiatan ini, tim dosen dan mahasiswa UGM turut melaksanakan salah satu bentuk Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, dengan memberikan pendampingan teknis pemetaan dan penyusunan peta batas berbasis geospasial.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta FGD yang terdiri dari perangkat kalurahan, kepala dusun, tokoh masyarakat, serta tim teknis UGM aktif berdiskusi mengenai batas wilayah berdasarkan data lapangan, peta historis, dan kondisi faktual di lapangan. Proses diskusi berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepahaman awal yang akan ditindaklanjuti dengan survei lapangan untuk memastikan ketepatan batas antar dusun.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan tata kelola wilayah yang tertib dan akurat, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis data geospasial.

Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar Sekolah Vokasi UGM Lakukan Pemantauan Deformasi Candi Prambanan dengan Teknologi Terestrial dan Satelit

Yogyakarta – Tim dosen dari Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), menggagas penelitian lanjutan mengenai pemantauan struktur dan deformasi Candi Prambanan. Penelitian ini memasuki tahap pengukuran kala ke empat yang dimulai sejak tahun 2022. Penelitian ini merupakan kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Taman Wisata Candi (TWC), dan Museum Cagar Budaya (MCB).

Sebagai langkah awal, seluruh pihak terlibat menggelar rapat koordinasi pada 29 Juli 2025. Pertemuan ini bertujuan menyamakan pemahaman teknis serta strategi penelitian yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahap ke depan.

Metode pemantauan memanfaatkan kombinasi teknologi satelit dan peralatan survei terestrial. Pengamatan GNSS digunakan untuk titik-titik poligon utama maupun perapatan, Total Station digunakan untuk memantau pergerakan titik kontrol pada tubuh candi, sementara sipat datar dimanfaatkan guna memantau ketinggian pada titik kontrol yang ada di permukaan tanah. Pendekatan berlapis ini diyakini mampu menghasilkan gambaran yang akurat mengenai potensi pergeseran atau deformasi yang terjadi.

Menurut ketua tim peneliti, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng. Sc. pendekatan ini penting agar deteksi dini terhadap kerentanan struktur bisa dilakukan. “Candi Prambanan tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga memiliki risiko kerusakan akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Dengan data ilmiah yang detail, tindakan konservasi dapat lebih terarah,” jelasnya.

Penelitian ini sekaligus mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menjaga situs budaya dunia, Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi pemantauan mutakhir, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena melibatkan kerjasama multi-stakeholder dalam bidang pelestarian.

Harapannya, hasil riset ini tidak hanya menjadi pijakan bagi upaya konservasi jangka panjang, tetapi juga dapat memperkuat strategi perlindungan warisan budaya agar tetap terjaga keberadaannya dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Penelitian Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM Kembangkan Model Simulasi 3D Digital Twin Candi Prambanan untuk Pelestarian Warisan Budaya

Yogyakarta – Tim peneliti dari Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah melakukan penelitian pengembangan Model Simulasi 3D Digital Twin untuk melestarikan Candi Prambanan sebagai salah satu warisan budaya dunia. Penelitian ini dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Taman Wisata Candi (TWC), dan Museum Cagar Budaya (MCB).

Pengambilan data dilakukan secara langsung di kompleks Candi Prambanan dengan teknik pemotretan detail relief pada dinding candi menggunakan kamera beresolusi tinggi. Data tersebut kemudian diolah di Laboratorium Geomatika Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM untuk menghasilkan model digital berbasis Virtual Reality (VR). Model ini nantinya akan berfungsi sebagai digital twin, yakni representasi virtual dari Candi Prambanan yang dapat dimanfaatkan untuk pemantauan, konservasi, serta edukasi masyarakat luas.

Ketua tim peneliti, Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng. menjelaskan bahwa teknologi digital twin ini membuka peluang baru dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya. “Dengan adanya model 3D yang interaktif, kita tidak hanya membantu melestarikan artefak berharga secara fisik, tetapi juga menghadirkan cara baru bagi masyarakat dan generasi muda untuk memahami nilai sejarah dan budaya Candi Prambanan,” ungkapnya

Inovasi ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan fokus pada pelestarian warisan budaya dunia, Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, serta Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan pengembangan teknologi digital untuk konservasi.

Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pelestarian warisan budaya di era digital. Ke depan, model simulasi 3D ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk pemantauan jumlah pengunjung, simulasi konservasi, hingga integrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT).

“Penelitian ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang keberlanjutan warisan budaya kita. Dengan digital twin, kita memastikan Prambanan tetap terjaga, dikenal, dan dapat dinikmati hingga generasi mendatang,” tutup ketua tim peneliti.

Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) Sekolah Vokasi UGM Raih Akreditasi Unggul

Yogyakarta – Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, resmi meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik melalui Keputusan No. 0510/SK/LAM Teknik/VST/VIII/2025. Predikat ini berlaku sejak 14 Agustus 2025 hingga 20 Agustus 2030, sekaligus meningkatkan status akreditasi TSPD yang sebelumnya berada pada peringkat Baik.

Ketua Program Studi TSPD, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc, menyampaikan bahwapencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen,
tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga dukungan alumni dan mitra industri. “Akreditasi Unggul ini tidak hanya menjadi pengakuan kualitas penyelenggaraan pendidikan, tetapi
juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian terapan, dan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses akreditasi, tim asesor menilai berbagai aspek mulai dari kurikulum, kompetensi lulusan, kualitas tenaga pendidik, sarana prasarana laboratorium, hingga
jejaring kerja sama dengan mitra industri. TSPD dinilai mampu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja, terutama di bidang pemetaan, survei geospasial, serta
pengembangan teknologi digital terapan.

Dengan perolehan akreditasi Unggul, lulusan TSPD SV UGM semakin memiliki daya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, capaian ini diharapkan dapat
memperluas kesempatan kerja sama dengan industri jasa pemetaan, lembaga pemerintah, maupun sektor swasta yang membutuhkan tenaga ahli survei dan pemetaan.

Pencapaian akreditasi Unggul ini semakin memperkuat komitmen Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang berintegritas, profesional, dan siap menghadapi tantangan era digital di bidang survei dan pemetaan dasar.