Arsip:

SDGs 16 Perdamaian, Kedamaian, dan Kelembagaan yang Kuat

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN PADUKUHAN JETAK, KALIWILUT, DAN TEGOWANU, KALURAHAN KALIAGUNG, SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

Upaya peningkatan kualitas data kependudukan terus dilakukan oleh Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk pembuatan peta kependudukan di Padukuhan Jetak, Kaliwilut, dan Tegowanu, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo. Kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Iqbal Taftazani, S.T., M.Eng. ini berfokus pada pemanfaatan teknologi pemetaan digital untuk memperkuat sistem administrasi dan perencanaan pembangunan tingkat kalurahan.

Peta kependudukan disusun dengan menggabungkan pengumpulan data lapangan dan pemetaan digital menggunakan perangkat lunak GIS, sehingga menghasilkan informasi spasial yang lebih presisi dan mudah diperbarui. Melalui pendekatan partisipatif dengan observasi dari foto udara, tim pelaksana melibatkan perangkat kalurahan dan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan agar hasil yang diperoleh dapat presisi sesuai kondisi di lapangan.

Penerapan teknologi ini tidak hanya menghasilkan peta visual yang informatif, tetapi juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan data kependudukan. Dengan pendampingan dari tim pengabdian, perangkat kalurahan dilatih untuk memahami pengoperasian perangkal lunak GIS dan pengelolaan basis data spasial, sehingga dapat mengembangkan sistem informasi kependudukan yang mandiri dan berkelanjutan. Pemerintah Kalurahan Kaliagung melihat besarnya potensi data spasial untuk menunjang kebijakan pembangunan di pemerintah desa. Program ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), sebagai wujud sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa berbasis data dan teknologi.

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN PADUKUHAN KEMIRI, DEGUNG, DAN KLEBEN, KALURAHAN KALIAGUNG, SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pembuatan peta kependudukan di Padukuhan Kemiri, Degung, dan Kleben, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang diketuai oleh Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. ini merupakan bagian dari upaya penerapan ilmu geospasial untuk mendukung tata kelola data kependudukan dan perencanaan pembangunan desa berbasis spasial.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan peta kependudukan yang akurat dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat kalurahan. Melalui pemetaan ini, pemerintah desa dapat melihat dan memahami sebaran penduduk secara lebih jelas.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengumpulan data lapangan, pemetaan batas wilayah, dan validasi informasi penduduk bersama perangkat kalurahan dan masyarakat. Selain menghasilkan peta digital, kegiatan ini juga mencakup sharing knowledge pemanfaatan teknologi pemetaan agar perangkat kalurahan mampu memperbarui data secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat dan pemerintah Kalurahan Kaliagung karena dinilai membantu mewujudkan tata kelola desa berbasis data. Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam penguatan kapasitas dan pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN PADUKUHAN KALIPENTEN DAN NGLOTAK, KALURAHAN KALIAGUNG, SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

Dalam upaya mendukung pengelolaan data kependudukan yang lebih tertata dan akurat, Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pembuatan peta kependudukan di Padukuhan Kalipenten dan Nglotak, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc., dan menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, tim dosen dan mahasiswa bekerja bersama perangkat kalurahan dalam proses pengumpulan, verifikasi, dan pengolahan data spasial yang berkaitan dengan kondisi kependudukan di dua padukuhan tersebut.

Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk peta, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya data spasial di tingkat desa. “Kami berharap pemerintah desa dapat menggunakan peta ini untuk mendukung kebijakan yang berbasis data, sehingga pelayanan masyarakat bisa lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kalurahan Kaliagung menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Sekolah Vokasi UGM. Mereka menilai bahwa hasil kegiatan ini akan sangat membantu dalam penyusunan rencana pembangunan desa, pendataan penduduk, serta pengelolaan wilayah secara lebih efisien.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan hubungan antara UGM dan Pemerintah Kalurahan Kaliagung semakin erat, sekaligus menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa berbasis data dan teknologi. Kegiatan ini selaras dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penyediaan data spasial untuk perencanaan desa, SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh) lewat penguatan tata kelola berbasis data, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara UGM dan pemerintah desa.

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN PADUKUHAN NGRANDU, BANYUNGANTI LOR, DAN KALIGALANG, KALURAHAN KALIAGUNG, SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

Sentolo, Kulon Progo — Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, melaksanakan kegiatan pembuatan peta kependudukan di tiga padukuhan, yaitu Ngrandu, Banyunganti Lor, dan Kaligalang.

Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng dan merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dan dosen berperan aktif dalam mendukung pembangunan berbasis data spasial di tingkat desa.

Peta kependudukan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi instrumen penting bagi pemerintah kalurahan dalam pengelolaan administrasi kependudukan, perencanaan pembangunan wilayah, serta peningkatan pelayanan publik. Proses pembuatan peta melibatkan pengumpulan data spasial dan nonspasial melalui survei lapangan, pengukuran posisi menggunakan alat survei modern, serta pengolahan data dengan perangkat lunak pemetaan terkini.

Pihak Kalurahan Kaliagung menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan bahwa hasil peta tersebut akan sangat bermanfaat bagi kalurahan, terutama dalam perencanaan pembangunan dan penataan wilayah. “Kami berterima kasih kepada tim dari Sekolah Vokasi UGM atas kontribusinya. Peta kependudukan ini akan membantu kami memiliki data yang lebih akurat dan terstruktur,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat menerapkan langsung ilmu survei dan pemetaan yang diperoleh di kelas untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan, sehingga mereka memperoleh pengalaman profesional sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan sinergi antara UGM dan pemerintah kalurahan dapat terus berlanjut guna mewujudkan pembangunan desa yang berbasis data, partisipatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini selaras dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

WebGIS Batas Maritim Indonesia Buatan Departemen Teknologi Kebumian SV-UGM Perkuat Transparansi Tata Kelola Laut dan Dukung SDG 16

Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengembangkan platform WebGIS Batas Maritim Indonesia untuk memperkuat transparansi tata kelola laut dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 16: Peace, Justice, and Strong Institutions. Penelitian ini dipimpin oleh dosen Muhammad Iqbal Taftazani bersama mahasiswa Waljiyanto, Putri Shafaa Salsabila, dan Wahyu Eka Saputra.

Indonesia memiliki sistem batas laut yang kompleks, melibatkan sepuluh negara tetangga. Selama ini, peta batas maritim resmi sering kali sulit diakses publik dan disajikan dalam format statis. Melalui WebGIS ini, tim UGM menghadirkan solusi digital yang terbuka, interaktif, dan edukatif. “Kami ingin menghadirkan data geospasial maritim yang dapat diverifikasi publik dan mendukung transparansi kebijakan,” ujar Iqbal.

Sistem ini dibangun dengan QGIS 3.28, Leaflet.js 1.9.4, dan Bootstrap 5.0.0 menggunakan data resmi dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang disesuaikan dengan standar SNI metadata. WebGIS menampilkan berbagai zona maritim seperti Laut Teritorial, ZEE, dan Landas Kontinen, disertai dasar hukum, koordinat, dan status delimitasi. Pendekatan client-side architecture membuat sistem ini ringan dan mudah diakses lewat peramban.

Riset ini berperan penting dalam implementasi SDG 16, terutama pada aspek transparansi dan penguatan institusi publik. Dengan menyediakan data terbuka yang akurat, WebGIS memungkinkan masyarakat, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk memahami batas wilayah laut secara jelas dan akuntabel. “Transparansi geospasial adalah kunci memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan kelautan nasional,” tambah Iqbal.

Halaman Case Study dalam sistem ini menampilkan contoh batas ZEE Indonesia–Australia yang belum diratifikasi, memperlihatkan bagaimana diplomasi maritim dapat dijelaskan secara objektif melalui data visual. Fitur ini menjadikan WebGIS bukan hanya alat teknis, tetapi juga sarana diplomasi digital yang mendukung tata kelola laut yang damai dan berbasis data.

Riset ini juga menegaskan peran UGM dalam mendorong prinsip open government di bidang kemaritiman. Teknologi geospasial digunakan untuk memperkuat kolaborasi lintas lembaga dan mendukung kebijakan publik yang transparan. Ke depan, tim berencana menambah sistem backend yang aman untuk data sensitif serta fitur multiuser bagi lembaga pemerintah.

Melalui pengembangan WebGIS ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM berkontribusi nyata terhadap SDG 16 dengan membangun sistem informasi yang adil, transparan, dan inklusif. Inovasi ini menjadi langkah strategis menuju tata kelola laut Indonesia yang kuat, akuntabel, dan berbasis data terbuka.

Diseminasi Hasil Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Data Kependudukan Berbasis Sistem Informasi Geospasial (SIG) sebagai Wujud Pengabdian Kepada Masyarakat di Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo

Yogyakarta, 9 November 2024 – Dalam acara Seminar Nasional Hasil-Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SNH2PM) yang berlangsung di Gedung Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, UGM, diwakilkan oleh mahasiswa, memaparkan hasil kegiatan pengabdian berupa pelatihan pengelolaan data kependudukan berbasis Sistem Informasi Geospasial (SIG) untuk perangkat desa Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Pemaparan disampaikan oleh Nurytha Maulidya Amri dan Zahra Pramudita mahasiswa angkatan 2022, yang dengan antusias mewakili tim pelaksana di acara tersebut.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam mengelola data kependudukan secara lebih akurat dan berbasis lokasi, menggunakan Sistem Informasi Geospasial. SIG memungkinkan perangkat desa mendapatkan gambaran jelas terkait distribusi penduduk dan sumber daya di wilayah mereka, sehingga diharapkan dapat membantu perencanaan yang lebih efektif terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

Kegiatan ini selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 11, yaitu Menciptakan Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta tujuan nomor 16, yaitu Mendukung Lembaga yang Damai dan Inklusif serta Akses terhadap Keadilan untuk Semua. “Dengan keterampilan SIG, perangkat desa dapat lebih mudah menyusun perencanaan berbasis data yang transparan dan akurat, sehingga kebijakan publik dapat lebih efektif dan tepat sasaran dalam pengambilan keputusan,” ujar Nurytha.

Seminar tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melatih keterampilan presentasi dan berbagi pengalaman pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan bersama perangkat desa. Dalam sesi wawancara, Nurytha mengungkapkan rasa senangnya dapat berkontribusi dalam acara ini dan mewakili hasil kerja tim di forum nasional. “Saya merasa terhormat dan senang dapat mewakili teman-teman dalam memaparkan hasil kegiatan ini. Semoga pelatihan SIG ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kalurahan Kaliagung, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ujarnya dengan antusias.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kalurahan lain dalam mengoptimalkan teknologi SIG untuk meningkatkan tata kelola dan layanan publik. Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk terus melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian berbasis teknologi, sejalan dengan upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan SDGs.

 

Ikon SDGs 16 Perdamaian keadilan dan kelembagaan yang kuat

Ikon SDGs 11 Kota dan komunitas yang berkelanjutan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan Pengelolaan Data Kependudukan dengan Sistem Informasi Geospasial untuk Meningkatkan Kompetensi Perangkat Desa di Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo

Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan pelatihan pengelolaan data kependudukan berbasis Sistem Informasi Geospasial untuk perangkat desa dari Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Bertempat di Gedung FRC (Field Research Center) Sekolah Vokasi UGM, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam mengelola data kependudukan yang lebih akurat dan terstruktur. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Selama pelatihan, peserta diajarkan tentang teori dan dasar-dasar sistem informasi geospasial, pemetaan data kependudukan, hingga cara memanfaatkan data spasial untuk membantu perencanaan desa yang lebih efektif. Sistem Informasi Geospasial (SIG) memungkinkan perangkat desa mengakses informasi berbasis lokasi, sehingga dapat membantu dalam pemetaan penduduk, distribusi sumber daya, dan penentuan kebijakan yang tepat sasaran.

Pelatihan ini turut mendukung beberapa tujuan SDGs, khususnya tujuan nomor 16, yaitu Mendukung Lembaga yang Damai dan Inklusif serta Akses terhadap Keadilan untuk Semua, serta tujuan nomor 11, yaitu Menciptakan Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Dengan kompetensi SIG, perangkat desa dapat menyediakan data kependudukan yang lebih valid dan menyeluruh, sehingga dapat mendorong kebijakan publik yang lebih efektif dan merata, meningkatkan transparansi, serta memastikan data kependudukan yang ada dapat diakses dan dikelola dengan baik untuk berbagai kepentingan masyarakat.

Dalam sesi pelatihan, para perangkat desa diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung menggunakan perangkat lunak pemetaan digital. Mereka dilatih untuk menginstal, membuat, mengolah, dan menganalisis data kependudukan berbasis geospasial secara mandiri. Dengan kemampuan ini, perangkat desa diharapkan mampu memetakan potensi wilayah serta kebutuhan warga secara lebih terukur.

Program kegiatan kepada masyarakat ini diketuai oleh Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng. Beliau berharap bahwa pelatihan ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi Kalurahan Kaliagung, terutama dalam hal peningkatan kualitas layanan publik berbasis data spasial. “Pengelolaan data kependudukan berbasis SIG memberikan banyak manfaat bagi desa, terutama untuk perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Ini juga memungkinkan transparansi data yang lebih baik, mendukung akses data bagi semua lapisan masyarakat, serta meningkatkan layanan publik secara keseluruhan,” ujarnya.

Perangkat desa yang mengikuti pelatihan menyampaikan apresiasinya dan berharap bahwa keterampilan baru ini dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan yang lebih efisien di Kalurahan Kaliagung. “Dengan pelatihan ini, kami menjadi lebih siap dalam mengelola data kependudukan yang lebih rapi dan terstruktur. Kami harap hasilnya bisa membantu masyarakat lebih luas,” ungkap salah satu peserta.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kalurahan dan desa lainnya dalam meningkatkan kualitas tata kelola melalui pemanfaatan teknologi informasi dan geospasial. Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk terus mendukung perangkat desa di wilayah lainnya, sejalan dengan upaya mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan SDGs.

 

Ikon SDGs 16 Perdamaian keadilan dan kelembagaan yang kuat

Ikon SDGs 11 Kota dan komunitas yang berkelanjutan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wisuda 21 Februari 2024

Wisuda Periode 2 Tahun 2024 D4 TSPD SV UGM

Universitas Gadjah Mada dengan bangga mengumumkan bahwa pada tanggal 21 Februari 2024, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), yang merupakan bagian dari Departemen Teknologi Kebumian (DTK), Sekolah Vokasi (SV), telah menggelar upacara wisuda untuk periode kedua (II) tahun ini. Acara tersebut menandai langkah penting dalam perjalanan akademik lima (5) mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan program studi mereka dengan sukses.

Para wisudawan yang meraih gelar Sarjana Terapan dalam Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar ini telah melewati perjalanan akademik yang menantang dan membangun. Dengan semangat yang tinggi dan dedikasi yang tak kenal lelah, mereka telah menyelesaikan kurikulum yang ketat dan menguasai pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan dalam bidang teknologi survei dan pemetaan dasar.

Kami, sebagai lembaga pendidikan, sangat berharap bahwa kesuksesan para wisudawan ini akan menjadi awal yang gemilang bagi masa depan mereka dan juga bagi pembangunan bangsa dan negara. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama masa studi mereka di Universitas Gadjah Mada, kami yakin mereka akan menjadi agen perubahan yang berharga dalam mendorong kemajuan dan inovasi di bidang teknologi survei dan pemetaan dasar.

Kami berterima kasih kepada para wisudawan atas dedikasi dan kerja keras mereka selama bertahun-tahun. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen, staf, dan semua pihak yang telah mendukung proses pembelajaran mereka.

Semoga para wisudawan dapat mengambil peran penting dalam masyarakat dan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan bangsa dan negara. Kami berharap kesuksesan mereka menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk mengejar impian mereka dan meraih prestasi yang sama, atau bahkan lebih besar lagi. Selamat kepada para wisudawan, dan semoga keberhasilan ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi dan keberhasilan yang tak terbatas.