Perkuat Sinergi Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Pengabdian TSPD UGM Jalin Koordinasi dengan DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo
Info TSPDSDGs 11 Kota dan Komunitas yang BerkelanjutanSDGs 16 Perdamaian, Kedamaian, dan Kelembagaan yang KuatSDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDGs 4 Pendidikan BermutuSDGs 9 Infrastruktur, Industri dan Inovasi Sabtu, 1 Agustus 2026
Kulon Progo, 28 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Tim Pengabdian Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kabupaten Kulon Progo di Kantor DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan koordinasi menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna memastikan program pengabdian dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui diskusi yang berlangsung secara konstruktif, kedua belah pihak membahas ruang lingkup kegiatan, sasaran program, mekanisme pelaksanaan, serta bentuk kolaborasi yang akan dilakukan selama kegiatan berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi wilayah, potensi desa, serta program pemberdayaan masyarakat yang sedang berjalan. Informasi tersebut menjadi masukan penting dalam penyusunan kegiatan pengabdian agar selaras dengan kebutuhan masyarakat, mendukung penguatan kapasitas pemerintah kalurahan, serta sejalan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Kulon Progo.
Pada kesempatan tersebut, Tim Pengabdian Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar memaparkan rencana pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi geospasial, meliputi pelatihan foto udara, pemetaan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), serta pemanfaatan teknologi drone untuk mendukung penyediaan dan pengelolaan data spasial. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemerintah kapanewon dan kalurahan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan, mengelola, dan memanfaatkan data spasial sebagai dasar penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Koordinasi ini juga menjadi forum untuk menyepakati mekanisme komunikasi dan pelaksanaan kegiatan sehingga setiap tahapan program dapat berjalan secara efektif, terarah, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo, diharapkan program pengabdian mampu meningkatkan kapasitas pemerintah kalurahan dan kapanewon dalam pengelolaan data spasial serta mendukung pembangunan wilayah yang partisipatif, berbasis bukti (evidence-based planning), dan berkelanjutan.
Kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Gadjah Mada dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan empat program pengabdian tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat melalui pelatihan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, drone, dan Sistem Informasi Geografis (SIG), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan tata kelola wilayah berbasis data spasial, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada, DPMKPPKB Kabupaten Kulon Progo, pemerintah kapanewon, dan pemerintah kalurahan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Salah satu pengalaman mahasiswa yang berkesan adalah bisa belajar di berbagai bidang dengan para ahlinya langsung. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk melakukan Ceck alat dan ikut membuktikan teori dari ahli cors yang ada di perusahaan ini. Dari kegiatan yang di berikan mahasiswa dapat merasakan betapa pentingnya akurasi dan ketelitian dalam survei geospasial.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga berkesempatan untuk bertemu dengan para ahli dalam pemetaan, seperti ahli dalam CORS, Geomatik, Reality Capture, Airborne, dan banyak lagi. Mahasiswa berkesempatan untuk belajar dengan para ahli tersebut, sehingga ilmu yang mahasiswa dapatkan juga luas dan sesuai dengan kondisi real di lapangan. mahasiswa juga diberikan beberapa wawasan baru yang realistis dengan dunia kerja. Salah satunya adalah wawasan mengenai Tunnel. Pembahasan tentang tunnel dan konsep perencanaan pembangunan tunnel ini kompleks sehingga mahasiswa dapat menggali informasi yang lebih mendalam mengenai bidang tunnel ini.
Selain tentang tunnel, mahasiswa juga mendapatkan ilmu lain di berbagai bidang yang membutuhkan survei dan pemetaan, seperti di perusahaan konstruksi, minning, dan berbagai informasi lainnya seperti monitoring dan CORS. Ilmu tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena mahasiswa tidak hanya di berikan ilmu mendasar, tapi juga diberikan contoh kasus nyata yang ada di lapangan.
Mahasiswa sangat beruntung di berikan kesempatan untuk magang di PT. Lieca Geosystems Indonesia, karena mahasiswa tidak di hanya diberikan ilmu, tapi juga di berikan kesempatan untuk memberi pendapat atau jalan keluar untuk beberapa kasus.
Penulis: Della Amanda


