Pada tahun 2022, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menerima hibah Stasiun CORS (Continuously Operating Reference Station) dari PT Kompas Navigasi Indonesia. Stasiun CORS ini dipasang di rooftop Gedung TILC SV UGM. Hibah tersebut bertujuan untuk mendukung kegiatan penelitian, survei, dan pemetaan di lingkungan akademik. Data GPS yang dihasilkan dari Stasiun CORS ini nantinya akan tersedia secara gratis bagi pihak-pihak yang memerlukan.


Foto di atas merupakan pemantauan Stasiun CORS yang terletak di rooftop Gedung TILC, Sekolah Vokasi UGM. Stasiun ini dioperasikan untuk menghasilkan data GPS yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai penelitian dan kegiatan survei serta pemetaan. Proses penyerahan hibah dilakukan secara resmi dengan dihadiri oleh perwakilan dari PT Kompas Navigasi Indonesia dan pihak SV UGM. Dalam sambutannya, kedua pihak menekankan pentingnya teknologi CORS dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi di bidang akademik, khususnya dalam penelitian geodesi dan pemetaan.
Stasiun CORS ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai penelitian di bidang kebumian dan diharapkan menjadi sumber data yang bermanfaat tidak hanya bagi lingkungan akademik UGM tetapi juga bagi masyarakat luas. Data yang dihasilkan setiap hari oleh stasiun ini akan tersedia secara gratis, memungkinkan akses terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan untuk berbagai keperluan ilmiah dan praktis.
Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SV UGM menyatakan, “Hibah ini sangat berarti bagi kami, karena akan memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang kebumian. Dengan adanya Stasiun CORS ini, kita dapat memperkaya sumber daya akademik dan memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.”

Dengan kehadiran Stasiun CORS di Gedung TILC, para mahasiswa dan peneliti di UGM kini memiliki akses yang lebih baik untuk melakukan penelitian yang lebih akurat dan mendalam. Ini juga akan mendukung berbagai proyek akademik dan riset di masa depan, memperkuat posisi UGM sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia.



Orientasi merupakan tahapan awal identifikasi titik dengan menggunakan GPS Handheld dimana pada tahapan ini seorang surveyor harus benar-benar teliti mengumpulkan segala informasi di sekitar lokasi titik. Sebagai contoh terdapat area terbuka sehingga dapat digunakan untuk pemasangan patok bantu, sumber air untuk proses pengecoran, mencari akses jalan yang mudah dan efektif sehingga sebelum dilakukan tahapan berikutnya dapat dipersiapkan terlebih dahulu.
Proses pemasangan patok bantu dilakukan untuk menentukan titik rencana pengamatan GNSS secara statik. Titik bantu ini ke depannya akan digunakan sebagai titik ikat untuk pengukuran poligon atau stake out titik galian patok batas. Pengukuran patok bantu statik dilakukan untuk menentukan posisi dan elevasi untuk keperluan penentuan batas. Alat yang digunakan adalah GNSS dengan metode pengukuran radial yang diikatkan pada BM dengan ketentuan pengamatan selama 75 menit dengan interval pengamatan 2 detik dan obstruksi sebesar 15º . Hasil pengukuran statik harus dilakukan secara post processing menggunakan software pengolahan dengan menghasilkan solusi ambiguitas fixed dan memiliki nilai PDOP < 10.
Stake out merupakan tahapan pengukuran untuk menentukan lokasi/posisi titik koordinat patok batas di lapangan. Pada pekerjaan stake out titik patok batas di lapangan ini dapat menggunakan metode pengukuran dengan instrumen total station atau menggunakan metode pengamatan GNSS secara RTK. Setelah posisi titik koordinat patok batas telah ditentukan, tahap selanjutnya adalah melakukan penggalian untuk pemasangan patok batas.
Drop material merupakan proses pengangkutan bahan-bahan material yang digunakan untuk pemasangan (pengecoran) patok batas menuju ke area sekitar titik pemasangan patok batas yang telah di-stake out. Tahap pengecoran (instalasi) patok batas dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam peraturan ESDM Nomor 1825 K/30/MEM/2018 yang meliputi pengecekan slump test dengan tingkat konsistensi < 7 cm dan juga harus memperhatikan pemasangan marker atas dan lempeng samping penanda batas wilayah.
Pengecekan kualitas patok dilakukan dengan menggunakan alat hammer test pada 16 titik yang terbagi menjadi 4 pada bagian dinding sepatu bawah, lantai sepatu bawah, dinding patok dan pada atas patok. Ketentuan dari hammer test yaitu minimum setelah 14 hari pengecoran untuk nilai hammer test harus > 25 rebound untuk memastikan tingkat kekerasan beton sehingga dapat dipastikan beton benar-benar keras dan matang.

Pengecoran sepatu atas adalah proses pembuatan sepatu dengan bahan dasar beton. Pengecoran ini dilakukan dengan menggunakan cetakan yang telah dipasang dengan besi tulangan.












