Yogyakarta, 14 Mei 2024 – Tiga Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar Sekolah Vokasi UGM kembali mengukir prestasi gemilang dalam ajang kompetisi tingkat nasional. Pada lomba Sayembara Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh PT Kompas Navigasi Indonesia, tim mahasiswa TSPD UGM berhasil meraih juara pertama, mengungguli puluhan peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Tim yang menamakan dirinya “Sunda Pride” ini terdiri dari Ridho Haikal Permana, M.Zulfan Dwi Sukasyah, dan Farizi Hibatul Hakim.
Sayembara Karya Tulis Ilmiah PT Kompas Navigasi Indonesia merupakan salah satu kompetisi yang bertujuan untuk mendorong inovasi di bidang teknologi dengan fokus pada solusi praktis dan aplikatif. Mengusung tema “Eksplorasi Aplikasi Teknologi GNSS Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia” tim Sunda Pride mengajukan karya tulis ilmiah mengenai AGRIDOC, sebuah aplikasi inovatif yang memanfaatkan sistem GNSS pada drone untuk pemantauan kesehatan tanaman dalam pertanian cerdas.

Dalam foto tersebut, terlihat Ridho sebagai perwakilan tim Sunda Pride dengan penuh kebanggaan menerima hadiah dari CEO PT Kompas Navigasi Indonesia. Acara penyerahan hadiah juga dihadiri oleh Ketua Departemen Teknologi Kebumian (DTK) dan Wakil Dekan Sekolah Vokasi UGM, yang turut memberikan dukungan dan ucapan selamat kepada tim. Mereka menunjukkan kegembiraan setelah diumumkan sebagai pemenang. Selama kompetisi, tim Sunda Pride berhasil menjelaskan potensi dan rancangan aplikasi AGRIDOC secara efektif, memukau para juri dengan solusi cerdas yang mereka tawarkan.
Kompetisi ini berlangsung melalui beberapa tahap yang melibatkan pendaftaran daring, pengumpulan abstrak, pengumpulan karya ilmiah, presentasi karya, dan penilaian oleh juri. Pada 7 mei 2024, finalis mempresentasikan karya mereka, dan tim Sunda Pride terpilih sebagai pemenang utama. Tim ini memperoleh sertifikat, merchandise, uang tunai sebesar Rp1.300.000,00, serta hibah GPS Geodetik SingularXYZ Y1 GNSS Receiver.
Ridho Haikal Permana, ketua tim Sunda Pride, menyatakan, “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh PT Kompas Navigasi Indonesia. Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi kami. Kami berharap rancangan aplikasi AGRIDOC dapat membawa dampak positif pada sektor pertanian dan membantu mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.”
Dengan semangat inovasi dan dukungan dari PT Kompas Navigasi Indonesia, sayembara ini berhasil memberikan platform bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam teknologi GNSS. Diharapkan, solusi yang dikembangkan oleh tim Sunda Pride akan terus berkembang dan dapat diterapkan lebih luas, memajukan sektor pertanian, dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.







Orientasi merupakan tahapan awal identifikasi titik dengan menggunakan GPS Handheld dimana pada tahapan ini seorang surveyor harus benar-benar teliti mengumpulkan segala informasi di sekitar lokasi titik. Sebagai contoh terdapat area terbuka sehingga dapat digunakan untuk pemasangan patok bantu, sumber air untuk proses pengecoran, mencari akses jalan yang mudah dan efektif sehingga sebelum dilakukan tahapan berikutnya dapat dipersiapkan terlebih dahulu.
Proses pemasangan patok bantu dilakukan untuk menentukan titik rencana pengamatan GNSS secara statik. Titik bantu ini ke depannya akan digunakan sebagai titik ikat untuk pengukuran poligon atau stake out titik galian patok batas. Pengukuran patok bantu statik dilakukan untuk menentukan posisi dan elevasi untuk keperluan penentuan batas. Alat yang digunakan adalah GNSS dengan metode pengukuran radial yang diikatkan pada BM dengan ketentuan pengamatan selama 75 menit dengan interval pengamatan 2 detik dan obstruksi sebesar 15º . Hasil pengukuran statik harus dilakukan secara post processing menggunakan software pengolahan dengan menghasilkan solusi ambiguitas fixed dan memiliki nilai PDOP < 10.
Stake out merupakan tahapan pengukuran untuk menentukan lokasi/posisi titik koordinat patok batas di lapangan. Pada pekerjaan stake out titik patok batas di lapangan ini dapat menggunakan metode pengukuran dengan instrumen total station atau menggunakan metode pengamatan GNSS secara RTK. Setelah posisi titik koordinat patok batas telah ditentukan, tahap selanjutnya adalah melakukan penggalian untuk pemasangan patok batas.
Drop material merupakan proses pengangkutan bahan-bahan material yang digunakan untuk pemasangan (pengecoran) patok batas menuju ke area sekitar titik pemasangan patok batas yang telah di-stake out. Tahap pengecoran (instalasi) patok batas dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam peraturan ESDM Nomor 1825 K/30/MEM/2018 yang meliputi pengecekan slump test dengan tingkat konsistensi < 7 cm dan juga harus memperhatikan pemasangan marker atas dan lempeng samping penanda batas wilayah.
Pengecekan kualitas patok dilakukan dengan menggunakan alat hammer test pada 16 titik yang terbagi menjadi 4 pada bagian dinding sepatu bawah, lantai sepatu bawah, dinding patok dan pada atas patok. Ketentuan dari hammer test yaitu minimum setelah 14 hari pengecoran untuk nilai hammer test harus > 25 rebound untuk memastikan tingkat kekerasan beton sehingga dapat dipastikan beton benar-benar keras dan matang.

Pengecoran sepatu atas adalah proses pembuatan sepatu dengan bahan dasar beton. Pengecoran ini dilakukan dengan menggunakan cetakan yang telah dipasang dengan besi tulangan.












