Pos oleh :

Humas STR-TSPD

Pengadministrasi Akademik

Pelepasan Wisuda Mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) Periode II Tahun Akademik 2025/2026

Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengikuti rangkaian kegiatan wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada 25 Februari 2026 di Grha Sabha Pramana. Pada periode ini, sebanyak 15 mahasiswa TSPD mengikuti prosesi wisuda sebagai tanda telah menyelesaikan seluruh proses pendidikan vokasi di bidang survei dan pemetaan.

Wisuda dilaksanakan sebagai bentuk pengukuhan kelulusan mahasiswa setelah menempuh proses pembelajaran yang memadukan penguasaan teori dengan praktik lapangan. Selama masa studi, mahasiswa TSPD dibekali berbagai kompetensi di bidang survei, pemetaan, kartografi, serta teknologi geospasial yang menjadi bekal dalam menghadapi dunia profesional.

Momentum wisuda tidak hanya menandai berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan. Kompetensi di bidang teknologi survei dan pemetaan diharapkan mampu mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan data dan informasi geospasial.

Kegiatan wisuda ini juga sejalan dengan upaya pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kualitas lulusan vokasi yang kompeten dan siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi geospasial.

Selamat atas gelar barunya (S.Tr.T) wisudawan/wisudawati TSPD !!!

Mahasiswa TSPD SV UGM Laksanakan Praktik Kerja Lapangan di Stasiun Geologi Bayat Klaten

Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan 2023, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada tanggal 19–31 Desember 2025 di Stasiun Geologi Bayat, Klaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik guna meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang survei dan pemetaan secara langsung di lapangan.

PKL dilaksanakan sebagai upaya menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman teknis dalam pelaksanaan pengukuran, pengolahan data geospasial, serta penerapan standar kerja survei yang digunakan dalam dunia profesional.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan berbagai praktik pengukuran topografi menggunakan peralatan survei seperti Global Navigation Satellite System (GNSS), Total Station, dan Sipat Datar. Pengukuran dilakukan pada area di sekitar Stasiun Geologi Bayat mencakup lingkungan permukiman serta area persawahan milik masyarakat sekitar. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai karakteristik wilayah, variasi medan, serta tantangan teknis dalam proses akuisisi data spasial di kawasan hunian dan lahan pertanian.
Data hasil pengukuran selanjutnya diolah menjadi produk peta menggunakan perangkat lunak pemetaan digital guna menghasilkan informasi geospasial yang akurat dan sistematis. Proses ini melatih mahasiswa dalam tahapan kerja survei secara utuh, mulai dari perencanaan, pengambilan data, hingga penyajian informasi spasial.
Pelaksanaan PKL ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pendidikan vokasi berbasis praktik, serta SDG 11 (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) melalui penguatan kemampuan penyediaan data spasial yang mendukung perencanaan wilayah dan pengelolaan lingkungan permukiman secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini, diharapkan mahasiswa TSPD angkatan 2023 memiliki kesiapan teknis, kemampuan adaptasi lapangan, serta profesionalisme yang lebih kuat sebagai calon tenaga ahli di bidang survei dan pemetaan.

Lustrum Laboratorium Geomatika UGM Digelar dengan Semarak Kegiatan Edukasi, Kolaborasi, dan Dukungan Alumni

Laboratorium Geomatika, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, menggelar rangkaian kegiatan spesial dalam rangka merayakan Lustrum ke-5, yang diselenggarakan pada 6 Desember 2025 bertempat di Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM.  Perayaan ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi Laboratorium Geomatika dalam pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan teknologi survei serta pemetaan di Indonesia.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Sekolah Vokasi Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng. dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra industri. Kehadiran alumni menjadi salah satu poin penting dalam penyelenggaraan lustrum kali ini, karena mereka turut berperan dalam berbagi wawasan, memberikan masukan bagi pengembangan laboratorium, serta berkontribusi sebagai bagian dari jejaring profesional yang aktif mendukung kegiatan akademik di lingkungan kampus.

Agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Fun Run 5K, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan napak tilas, sesi sharing alumni, lomba sentering optis, serta pembagian doorprize bagi para peserta. Rangkaian aktivitas ini tidak hanya menjadi momen berkumpul lintas generasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal sejarah perkembangan Laboratorium Geomatika, melatih keterampilan teknis melalui lomba sentering, mendapatkan wawasan mengenai peluang karier, serta mendengar langsung pengalaman para alumni yang telah berkarya di berbagai sektor industri maupun pemerintahan.

Penyelenggaraan Lustrum ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsorship dari mitra industri maupun alumni yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan dan teknologi geomatika. Dukungan tersebut membantu menyukseskan rangkaian acara dan menjadi bentuk kolaborasi nyata antara institusi pendidikan dan sektor profesional.

Berbagai kegiatan dalam Lustrum ini juga selaras dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan literasi dan kompetensi teknologi; SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengenalan inovasi dan kemitraan industri; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang tercermin dari keterlibatan alumni, mitra industri, dan civitas akademika dalam satu rangkaian acara.

Melalui momentum Lustrum ke-5 ini, Laboratorium Geomatika berharap dapat terus berkembang sebagai pusat pembelajaran dan inovasi yang mampu menjawab tantangan kebutuhan industri dan masyarakat. Semangat kebersamaan antara mahasiswa, dosen, alumni, dan mitra industri diharapkan semakin kuat untuk mendukung kemajuan pendidikan kebumian di Indonesia.

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN PADUKUHAN JETAK, KALIWILUT, DAN TEGOWANU, KALURAHAN KALIAGUNG, SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

Upaya peningkatan kualitas data kependudukan terus dilakukan oleh Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk pembuatan peta kependudukan di Padukuhan Jetak, Kaliwilut, dan Tegowanu, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo. Kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Iqbal Taftazani, S.T., M.Eng. ini berfokus pada pemanfaatan teknologi pemetaan digital untuk memperkuat sistem administrasi dan perencanaan pembangunan tingkat kalurahan.

Peta kependudukan disusun dengan menggabungkan pengumpulan data lapangan dan pemetaan digital menggunakan perangkat lunak GIS, sehingga menghasilkan informasi spasial yang lebih presisi dan mudah diperbarui. Melalui pendekatan partisipatif dengan observasi dari foto udara, tim pelaksana melibatkan perangkat kalurahan dan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan agar hasil yang diperoleh dapat presisi sesuai kondisi di lapangan.

Penerapan teknologi ini tidak hanya menghasilkan peta visual yang informatif, tetapi juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan data kependudukan. Dengan pendampingan dari tim pengabdian, perangkat kalurahan dilatih untuk memahami pengoperasian perangkal lunak GIS dan pengelolaan basis data spasial, sehingga dapat mengembangkan sistem informasi kependudukan yang mandiri dan berkelanjutan. Pemerintah Kalurahan Kaliagung melihat besarnya potensi data spasial untuk menunjang kebijakan pembangunan di pemerintah desa. Program ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), sebagai wujud sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa berbasis data dan teknologi.

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN PADUKUHAN KEMIRI, DEGUNG, DAN KLEBEN, KALURAHAN KALIAGUNG, SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pembuatan peta kependudukan di Padukuhan Kemiri, Degung, dan Kleben, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang diketuai oleh Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. ini merupakan bagian dari upaya penerapan ilmu geospasial untuk mendukung tata kelola data kependudukan dan perencanaan pembangunan desa berbasis spasial.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan peta kependudukan yang akurat dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat kalurahan. Melalui pemetaan ini, pemerintah desa dapat melihat dan memahami sebaran penduduk secara lebih jelas.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengumpulan data lapangan, pemetaan batas wilayah, dan validasi informasi penduduk bersama perangkat kalurahan dan masyarakat. Selain menghasilkan peta digital, kegiatan ini juga mencakup sharing knowledge pemanfaatan teknologi pemetaan agar perangkat kalurahan mampu memperbarui data secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat dan pemerintah Kalurahan Kaliagung karena dinilai membantu mewujudkan tata kelola desa berbasis data. Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam penguatan kapasitas dan pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN PADUKUHAN KALIPENTEN DAN NGLOTAK, KALURAHAN KALIAGUNG, SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

Dalam upaya mendukung pengelolaan data kependudukan yang lebih tertata dan akurat, Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pembuatan peta kependudukan di Padukuhan Kalipenten dan Nglotak, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc., dan menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, tim dosen dan mahasiswa bekerja bersama perangkat kalurahan dalam proses pengumpulan, verifikasi, dan pengolahan data spasial yang berkaitan dengan kondisi kependudukan di dua padukuhan tersebut.

Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk peta, tetapi juga membangun kesadaran pentingnya data spasial di tingkat desa. “Kami berharap pemerintah desa dapat menggunakan peta ini untuk mendukung kebijakan yang berbasis data, sehingga pelayanan masyarakat bisa lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kalurahan Kaliagung menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Sekolah Vokasi UGM. Mereka menilai bahwa hasil kegiatan ini akan sangat membantu dalam penyusunan rencana pembangunan desa, pendataan penduduk, serta pengelolaan wilayah secara lebih efisien.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan hubungan antara UGM dan Pemerintah Kalurahan Kaliagung semakin erat, sekaligus menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa berbasis data dan teknologi. Kegiatan ini selaras dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penyediaan data spasial untuk perencanaan desa, SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh) lewat penguatan tata kelola berbasis data, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara UGM dan pemerintah desa.

PEMBUATAN PETA KEPENDUDUKAN PADUKUHAN NGRANDU, BANYUNGANTI LOR, DAN KALIGALANG, KALURAHAN KALIAGUNG, SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

Sentolo, Kulon Progo — Program Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, melaksanakan kegiatan pembuatan peta kependudukan di tiga padukuhan, yaitu Ngrandu, Banyunganti Lor, dan Kaligalang.

Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng dan merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dan dosen berperan aktif dalam mendukung pembangunan berbasis data spasial di tingkat desa.

Peta kependudukan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi instrumen penting bagi pemerintah kalurahan dalam pengelolaan administrasi kependudukan, perencanaan pembangunan wilayah, serta peningkatan pelayanan publik. Proses pembuatan peta melibatkan pengumpulan data spasial dan nonspasial melalui survei lapangan, pengukuran posisi menggunakan alat survei modern, serta pengolahan data dengan perangkat lunak pemetaan terkini.

Pihak Kalurahan Kaliagung menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan bahwa hasil peta tersebut akan sangat bermanfaat bagi kalurahan, terutama dalam perencanaan pembangunan dan penataan wilayah. “Kami berterima kasih kepada tim dari Sekolah Vokasi UGM atas kontribusinya. Peta kependudukan ini akan membantu kami memiliki data yang lebih akurat dan terstruktur,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat menerapkan langsung ilmu survei dan pemetaan yang diperoleh di kelas untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan, sehingga mereka memperoleh pengalaman profesional sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan sinergi antara UGM dan pemerintah kalurahan dapat terus berlanjut guna mewujudkan pembangunan desa yang berbasis data, partisipatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini selaras dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Prestasi Membanggakan: Mahasiswa TSPD Raih Juara 2 di Geopoint ITB 2025 dengan Inovasi Aplikasi M-FEAST

Tim Barudak Waluh dari mahasiswa angkatan 2022 Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM, berhasil meraih Juara 2 pada ajang Festival Karya Tulis Ilmiah – Geopoint ITB 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Geodesi Institut Teknologi Bandung tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025 dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam perlombaan ini, tim yang beranggotakan Muhammad Zulfan Dwi Sukasyah, Ridho Haikal Permana, dan Syifa Us Sudur tersebut mengangkat karya berjudul “Rancang Bangun Aplikasi M-FEAST: Monitoring dan Evaluasi Layanan Makan Bergizi Gratis Berbasis Spatial Network Analysis”. Karya ini menawarkan konsep aplikasi berbasis analisis jaringan spasial untuk membantu pemantauan dan evaluasi pemerataan layanan makan bergizi gratis bagi masyarakat.

Gagasan yang diusung Barudak Waluh sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap pemerataan akses layanan makan bergizi, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan memastikan masyarakat memperoleh asupan gizi yang lebih baik. Selain itu, penggunaan teknologi spasial juga mencerminkan kontribusi terhadap SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), khususnya dalam inovasi teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik. Kolaborasi dan partisipasi mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis data juga relevan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Rangkaian kegiatan lomba meliputi pengumpulan abstrak, penyusunan full paper, pengumuman delapan besar, hingga final presentasi yang mempertemukan tim-tim terbaik. Barudak Waluh berhasil melalui seluruh tahapan tersebut dan tampil meyakinkan pada sesi final hingga berhasil meraih posisi kedua.

Pencapaian ini tidak terlepas dari bimbingan dosen pengampu, Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., yang mendukung proses penyusunan karya sejak tahap awal. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti kemampuan mahasiswa Sekolah Vokasi UGM dalam berinovasi melalui pemanfaatan teknologi survei dan pemetaan untuk menghadirkan solusi atas isu-isu aktual di masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui teknologi dan inovasi. Prestasi ini selaras dengan SDG 2, SDG 3, SDG 9, dan SDG 17 melalui inovasi teknologi spasial untuk mendukung pemerataan layanan makan bergizi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selamat untuk Tim Barudak Waluh!!!!

Mahasiswa TSPD Sekolah Vokasi UGM Raih Juara 3 Kompetisi Geospasial Indonesia 2025 di Badan Informasi Geospasial

Tim mahasiswa program studi Sarjana Terapan Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, kembali mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 3 Kompetisi Geospasial Indonesia 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Rabu, 12 November 2024 di Kantor BIG Cibinong, Bogor. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi nasional untuk menunjukkan kompetensi dalam bidang informasi geospasial.

Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Open House BIG 2025: “Explore Geospatial, Empower the Future”, sebuah program edukasi nasional yang memperkuat literasi spasial mahasiswa serta memperluas wawasan mengenai peran data geospasial dalam pembangunan. Kegiatan ini sejalan dengan upaya peningkatan pendidikan dan penguatan kompetensi mahasiswa di era transformasi digital.

Pada tahap awal, seluruh peserta mengikuti lomba videografi bertema pemanfaatan data BIG untuk pembangunan Indonesia. Tim mahasiswa TSPD SV UGM yang terdiri dari Aufa Alfina Nasywa, Virnanda Nur Mahanani, Nurul Halimah, Fakhri Fairuz Azmi, dan Muhammad Ridho Muzakki berhasil menjadi finalis dengan viewer dan exposure tertinggi, sehingga lolos ke babak final.

Di babak final, para finalis mengikuti serangkaian kompetisi teknis, antara lain Uji Pengetahuan Geospasial, Advanced Geospatial Trivia, Analisis Citra Satelit, Geospatial Visual Riddle, dan Analisis Profil serta Kemiringan Lereng. Penilaian mencakup ketelitian, kemampuan analitis, ketepatan interpretasi spasial, dan kecakapan teknis mahasiswa dalam bidang survei dan pemetaan. Berdasarkan total akumulasi nilai, tim SV UGM berhasil meraih peringkat ketiga nasional.

Keberhasilan mahasiswa SV UGM dalam kompetisi nasional ini turut mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Melalui peningkatan kompetensi akademik, keterampilan teknis, dan literasi geospasial, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education). Penguasaan teknologi seperti analisis citra satelit dan interpretasi spasial juga selaras dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). Selain itu, kolaborasi antara BIG, perguruan tinggi, dan mahasiswa dari berbagai daerah mencerminkan penerapan SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam memperkuat jejaring pendidikan dan industri geospasial.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Departemen Teknologi Kebumian SV UGM, tetapi juga memperkuat posisi mahasiswa vokasi sebagai talenta muda yang kompeten dan adaptif dalam menghadapi tantangan global di bidang geospasial. Departemen berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkompetisi dan memperluas pengalaman akademik di tingkat nasional.

Gunung Bromo Naik Pelan tapi Pasti: Hasil kajian dengan InSAR Sentinel-1

Tim peneliti Sekolah Vokasi UGM yang dipimpin Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc. berhasil mengungkap bahwa kawasan Kaldera Tengger yang menaungi Kompleks Gunung Bromo mengalami pengangkatan (uplift) vertikal yang bersifat luas dan hampir linier selama periode Maret 2017 hingga Februari 2021. Temuan ini diperoleh melalui pemanfaatan data InSAR multi-orbit Sentinel-1 (ascending dan descending) yang diproses dengan sistem LiCSAR–LiCSBAS untuk mendapatkan deret waktu perpindahan permukaan bumi.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa dalam kurun empat tahun tersebut terjadi kumulatif pengangkatan sekitar 91 mm dengan kecepatan maksimum mencapai 24,76 mm/tahun. Pola kenaikan ini tidak hanya muncul di sekitar kawah aktif, tetapi mencakup hampir seluruh lantai kaldera (sand sea) dan lereng bagian dalam, sehingga ditafsirkan sebagai respons terhadap inflasi dangkal dari sistem magmatik atau hidrotermal yang pasokannya lebih besar daripada pelepasan material melalui erupsi kecil dan degassing.

Menurut Panuntun, kendala utama pemantauan deformasi gunung api dengan InSAR adalah karena pengukuran umumnya hanya satu dimensi, yakni mengikuti garis pandang satelit (LOS) sehingga sulit membedakan perpindahan horizontal dan vertikal. Dengan menggabungkan dua geometri orbit, timnya berhasil mendekomposisi perpindahan LOS menjadi komponen naik (up) yang lebih representatif untuk analisis tekanan magma, dan sekaligus mengurangi ambiguitas interpretasi yang kerap muncul ketika sinyal LOS orbit naik dan turun berlawanan. “Pendekatan multi-orbit membuat peta deformasi vertikal kita jauh lebih kredibel untuk keperluan kesiapsiagaan,” ujarnya dalam laporan risetnya.

Kegiatan riset ini selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena informasi deformasi vertikal yang presisi membantu pemerintah daerah dan pengelola kawasan wisata Bromo–Tengger–Semeru dalam menata ruang berbasis risiko erupsi dan bahaya geologi. Kedua, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana, sebab hasil penelitian langsung memperkuat sistem peringatan dini dan surveilans gunung api berbasis data pengindraan jauh. Ketiga, riset ini juga berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi geospasial mutakhir (InSAR multi-orbit, pemrosesan LiCSAR–LiCSBAS) untuk layanan publik di bidang kebencanaan. Dengan demikian, keluaran ilmiah dari penelitian ini tidak hanya menambah pemahaman tentang dinamika magmatik Bromo, tetapi juga memberi dasar ilmiah yang dapat segera dioperasionalkan untuk pembangunan yang aman dan berkelanjutan di kawasan vulkanik aktif Indonesia.