Pos oleh :

Humas TSPD

Pengadministrasi Akademik

Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan

Hibah Penelitian Sekolah Vokasi UGM Dukung Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan untuk Pengalaman Eksplorasi Imersif

Yogyakarta – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) kembali mendukung pengembangan inovasi di bidang teknologi geospasial dan pelestarian warisan budaya melalui pendanaan penelitian tentang pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan untuk visualisasi dan eksplorasi secara imersif. Penelitian ini memperoleh hibah penelitian internal SV UGM Tahun 2026 dengan peneliti Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., Ir. Hanif Ilmawan S.T., M.Eng., dan Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M. Eng yang merupakan dosen dari Departemen Teknologi Kebumian serta Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc, yaitu dosen dari Departemen Teknik Geodesi UGM.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan platform Virtual Reality (VR) yang memungkinkan pengguna merasakan pengalaman eksplorasi Candi Prambanan secara imersif melalui pemanfaatan teknologi pemodelan tiga dimensi (3D), visualisasi interaktif, serta perangkat headset VR. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam pelestarian, edukasi, dan promosi warisan budaya Indonesia berbasis teknologi digital.

Menurut Ketua Peneliti, Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., pemanfaatan teknologi Virtual Reality membuka peluang baru dalam penyajian informasi budaya dan sejarah kepada masyarakat. Melalui teknologi ini, pengguna tidak hanya dapat melihat representasi digital Candi Prambanan, tetapi juga dapat merasakan pengalaman seolah-olah berada langsung di dalam kompleks candi.

"Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman eksplorasi yang lebih interaktif dan mendalam. Pengguna dapat berjalan di lingkungan virtual, memasuki bangunan candi, mengamati arsitektur serta relief secara detail, dan memperoleh informasi edukatif secara langsung melalui media digital," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memanfaatkan teknologi pemodelan 3D serta integrasi informasi semantik untuk menghasilkan representasi digital Candi Prambanan yang akurat dan interaktif. Selain itu, penelitian juga mengkaji aspek pengalaman pengguna (user experience) dalam lingkungan virtual untuk memastikan tingkat imersi dan kenyamanan selama penggunaan.

Pengembangan Virtual Reality berbasis warisan budaya ini memiliki potensi yang luas, tidak hanya untuk kebutuhan pendidikan dan penelitian, tetapi juga untuk mendukung sektor pariwisata digital dan pelestarian cagar budaya. Teknologi tersebut memungkinkan masyarakat, pelajar, peneliti, hingga wisatawan untuk mengakses dan mengeksplorasi situs budaya tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.

Melalui dukungan hibah penelitian SV UGM, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan prototipe Virtual Reality Candi Prambanan yang dapat menjadi dasar pengembangan digital twin situs budaya Indonesia di masa mendatang. Inovasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam mendorong pengembangan teknologi terapan yang memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian warisan budaya nasional.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi multidisiplin antara bidang geospasial, teknologi informasi, arkeologi, serta industri kreatif digital dalam rangka mewujudkan transformasi digital pada pengelolaan dan pelestarian cagar budaya Indonesia.

Dokumentasi Candi Prambanan 1

Departemen Teknologi Kebumian SV UGM Kembangkan Kerangka Geomatika untuk Pemantauan dan Dokumentasi Candi Prambanan

Yogyakarta –Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), melalui Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), melaksanakan penelitian untuk mengembangkan kerangka geomatika untuk pemantauan dan dokumentasi Candi Prambanan. Penelitian ini memperoleh pendanaan dari Program Hibah Penelitian Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026 dan dipimpin oleh Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc. sebagai ketua peneliti, dengan melibatkan seluruh dosen Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar sebagai anggota tim peneliti.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu kerangka kerja (framework) geomatika yang komprehensif untuk mendukung kegiatan dokumentasi, pemantauan, konservasi, dan pengelolaan warisan budaya, khususnya pada kawasan Candi Prambanan. Sebagai salah satu situs warisan budaya dunia yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang sangat tinggi, Candi Prambanan memerlukan pendekatan dokumentasi dan pemantauan yang terintegrasi, akurat, serta berkelanjutan.

Ketua peneliti, Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi geomatika saat ini memungkinkan integrasi berbagai metode akuisisi dan pengolahan data spasial untuk menghasilkan representasi digital yang lebih lengkap dan informatif. "Melalui penelitian ini, kami berupaya menyusun suatu kerangka geomatika yang dapat mengintegrasikan teknologi survei terestris, fotogrametri, pemindaian laser, pemodelan tiga dimensi, hingga teknologi visualisasi," ujarnya.

Kerangka geomatika yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup beberapa tahapan utama, yaitu akuisisi data geospasial, pengolahan, pemodelan, dan visualisasi. Berbagai teknologi modern seperti Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Terrestrial Laser Scanner (TLS), Global Navigation Satellite System (GNSS), dan teknologi Virtual Reality (VR) akan dievaluasi dalam kerangka tersebut.

Penelitian ini diharapkan dapat menyusun standar operasional dan rekomendasi teknis dalam pelaksanaan dokumentasi dan pemantauan cagar budaya berbasis geomatika. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung proses pelestarian melalui penyediaan data spasial yang akurat, mutakhir, dan terdokumentasi dengan baik.

Keterlibatan seluruh dosen Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar dalam penelitian ini mencerminkan pendekatan multidisiplin yang menjadi karakteristik bidang geomatika modern. Kolaborasi berbagai kompetensi, mulai dari survei dan pemetaan, fotogrametri, dan pemodelan tiga dimensi diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pelestarian warisan budaya Indonesia.

Melalui penelitian ini, Departemen Teknologi Kebumian SV UGM menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan penelitian terapan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian dan pengelolaan warisan budaya nasional. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk Candi Prambanan, tetapi juga dapat menjadi model dan referensi dalam pengembangan sistem dokumentasi dan pemantauan berbagai situs cagar budaya lainnya di Indonesia.

Mahasiswa TSPD Syafa Rahma

Peran Survei dan Pemetaan dalam Mendukung Operasional Industri Migas: Pengalaman Magang Mahasiswa TSPD Syafa Rahma di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7

Penerapan ilmu Survei dan Pemetaan tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung operasional industri minyak dan gas bumi (migas). Hal tersebut menjadi pengalaman berharga yang diperoleh Syafa Rahma Octaviona, mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan tahun 2023, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, selama mengikuti program magang di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7.

Program magang dilaksanakan pada 11 Maret hingga 12 Juni 2026, yang berlokasi di Head Office Cirebon, Jawa Barat. Zona 7 membawahi beberapa wilayah kerja yaitu Field Jatibarang, Field Subang, Field Tambun, serta Field OGT. Selama menjalani magang, Syafa ditempatkan pada fungsi Operation and Surface Facilities (OSF), yaitu fungsi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan fasilitas operasi permukaan yang mendukung kegiatan produksi migas. Di OSF, Syafa berada dibawah Divisi Geomatics Engineering. Pada divisi ini, Syafa terlibat dalam berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan dan pengelolaan data spasial untuk mendukung kebutuhan operasional, engineering, dan perencanaan proyek di lingkungan Pertamina EP Zona 7.

Melalui lingkungan kerja yang multidisiplin, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana data spasial dimanfaatkan dalam berbagai aspek operasional industri migas. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG), pembuatan peta tematik, pengolahan foto udara menggunakan drone, pengelolaan basis data spasial aset perusahaan, hingga analisis spasial sebagai dasar perencanaan berbagai pekerjaan di lapangan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa data spasial tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi landasan penting dalam proses pengambilan keputusan teknis.

Selama program magang, Syafa turut terlibat dalam berbagai kegiatan survei lapangan. Survei lapangan pertama pada jalur pipa Sumur Cemara Selatan 20 (CMS-20) hingga Stasiun Pengumpul Cemara Selatan (SP CMS) di daerah Indramayu. Kegiatan ini merupakan survei onshore yang bertujuan mendukung rencana penambahan jalur flowline. Akuisisi data dilakukan menggunakan UAV (drone) dengan metode foto udara untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting jalur yang akan direncanakan. Dalam industri migas, flowline merupakan pipa yang mengalirkan fluida produksi dari sumur menuju stasiun pengumpul. Dari kegiatan ini Syafa belajar bahwa pembangunan jalur pipa tidak dapat dilepaskan dari data spasial yang akurat, mulai dari identifikasi kondisi lapangan, crossing dengan sungai dan jalan, hingga kebutuhan pembebasan lahannya.

Pengalaman lapangan lainnya diperoleh melalui kegiatan pemetaan jalur pipa Sumur PCT Y di daerah Kertajati, Majalengka hingga Stasiun Pengumpul Tugu Barat (SP TGB) di daerah Cikedung, Indramayu. Karena jalur yang dipetakan memiliki bentuk memanjang dengan panjang beberapa kilometer, metode yang digunakan adalah corridor mapping menggunakan drone. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat menarik karena selain harus memastikan kualitas data foto udara, tim juga harus menghadapi berbagai tantangan lapangan seperti kondisi cuaca, keterbatasan lokasi take off dan landing, vegetasi yang rapat, serta manajemen baterai drone agar proses akuisisi data tetap berjalan efektif. Dari pekerjaan ini mahasiswa memahami bagaimana teknologi UAV menjadi solusi yang efisien untuk pemetaan koridor pada jalur perpipaan.

Selain survei jalur pipa, Syafa juga terlibat dalam kegiatan survei di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG), Jatibarang Field. Pada kegiatan ini Syafa terlibat dalam pengukuran pondasi scrubber dan separator untuk mendukung rencana penambahan fasilitas baru di area tersebut. Selain itu dilakukan pula pemetaan foto udara area SP menggunakan UAV. Hasil survei digunakan sebagai data pendukung perencanaan konstruksi sehingga desain yang dibuat dapat menyesuaikan kondisi eksisting di lapangan.

Selain terlibat dalam kegiatan pada fungsi Operation and Surface Facilities (OSF), Syafa juga berkesempatan mempelajari proses penyusunan site plan lokasi sumur baru pada fungsi Project. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya data topografi, koordinat, kondisi lahan, dan posisi fasilitas eksisting sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan sumur. Dalam proses tersebut, Syafa turut berkontribusi pada perhitungan volume tanah (cut and fill) menggunakan data hasil survei topografi untuk mendukung perencanaan konstruksi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa data spasial yang akurat menjadi faktor penting dalam menghasilkan perencanaan yang efektif, aman, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Hal lain yang menarik perhatian Syafa adalah keterlibatan ilmu Survei Pemetaan dalam proses pembebasan lahan untuk jalur pipa. Sebelum pembangunan jalur pipa dilakukan, diperlukan analisis spasial untuk menentukan kebutuhan Right of Way (ROW), menghitung luas area terdampak, serta mengidentifikasi lahan yang akan dilalui jalur pipa. Proses tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan survei dan pemetaan tidak hanya berhubungan dengan aspek teknis, tetapi juga berperan dalam mendukung pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aspek legal dan administrasi proyek.

Selama menjalani program magang, berbagai pengalaman dan keterampilan baru diperoleh, mulai dari pengoperasian peralatan survei dan pemetaan, pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG) dan fotogrametri, pengelolaan WebGIS, hingga penyusunan layout peta engineering. Selain itu, kegiatan magang ini juga memberikan pemahaman mengenai sistem perpipaan, fasilitas produksi migas, manajemen proyek, komunikasi lintas disiplin, budaya kerja profesional, serta penerapan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang menjadi aspek penting dalam operasional industri migas.

Melalui pengalaman tersebut, semakin terlihat bahwa ilmu Survei dan Pemetaan memiliki peran strategis dan ruang penerapan yang luas dalam industri migas. Data spasial menjadi landasan dalam berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan jalur pipa, survei fasilitas, pengembangan lokasi sumur, pengelolaan aset, hingga analisis kebutuhan lahan. Program magang di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7 memberikan gambaran nyata bahwa keahlian di bidang survei dan pemetaan tidak hanya berfungsi sebagai pendukung kegiatan teknis, tetapi juga berkontribusi secara signifikan dalam menyediakan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan keputusan di lingkungan industri migas.

Kegiatan magang ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa berbasis pengalaman industri, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kesiapan kerja dan kompetensi profesional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, UAV, dan sistem informasi geografis dalam mendukung perencanaan serta pengelolaan infrastruktur migas, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penerapan data spasial dalam perencanaan wilayah dan infrastruktur yang lebih efektif, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pemanfaatan analisis spasial yang mendukung pengelolaan lingkungan dan penggunaan lahan secara berkelanjutan.

Responsi Praktikum Fotogrametri Udara

Responsi Praktikum Fotogrametri Udara: Menguji Kompetensi Pengolahan Data Citra Udara Mahasiswa TSPD

Yogyakarta, 5 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) Angkatan 2025, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, mengikuti responsi mata kuliah Praktikum Fotogrametri Udara yang diselenggarakan di Laboratorium Geomatika, Departemen Teknologi Kebumian. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran praktikum yang bertujuan mengukur kompetensi mahasiswa dalam mengolah data fotogrametri udara menggunakan perangkat lunak pemetaan berbasis citra udara.

Responsi Praktikum Fotogrametri Udara dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi terhadap penguasaan mahasiswa pada setiap tahapan pengolahan data fotogrametri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberikan skenario responsi berupa lima foto udara yang telah disiapkan pada komputer praktikum. Berdasarkan skenario tersebut, mahasiswa diminta menyelesaikan serangkaian tahapan pengolahan data secara mandiri sesuai prosedur yang telah dipelajari selama praktikum.

Dalam pelaksanaan responsi, mahasiswa diminta melakukan pengolahan foto udara untuk menghasilkan ortofoto mosaik sebagai salah satu produk utama fotogrametri. Selain itu, mahasiswa juga melakukan evaluasi ketelitian hasil pengolahan guna memastikan kualitas dan akurasi data geospasial yang dihasilkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diuji kemampuannya dalam menerapkan tahapan pengolahan data secara sistematis serta memahami pentingnya pengendalian kualitas dalam proses pemetaan.

Responsi ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengukur kemampuan teknis mahasiswa dalam mengolah data fotogrametri udara, tetapi juga mengevaluasi pemahaman mereka terhadap standar ketelitian dan kualitas produk geospasial yang dihasilkan. Penguasaan kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam menghasilkan informasi spasial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung berbagai kebutuhan di bidang survei, pemetaan, dan pengembangan wilayah.

Praktikum Fotogrametri Udara merupakan salah satu mata kuliah inti di Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar yang membekali mahasiswa dengan kemampuan akuisisi dan pengolahan data berbasis wahana udara. Seiring pesatnya perkembangan teknologi geospasial, penguasaan fotogrametri digital menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor, seperti pemetaan, konstruksi, pertambangan, perkebunan, pengelolaan sumber daya alam, hingga perencanaan wilayah.

Melalui pelaksanaan responsi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan konsep yang diperoleh selama perkuliahan dengan keterampilan praktis dalam pengolahan data fotogrametri. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga melatih ketelitian, kemampuan analisis, serta penyelesaian masalah yang menjadi keterampilan penting bagi calon profesional di bidang survei dan pemetaan.

Kegiatan Responsi Praktikum Fotogrametri Udara ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik yang memperkuat kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguasaan teknologi fotogrametri digital dalam mendukung pembangunan berbasis data geospasial, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghasilkan informasi spasial yang akurat untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan wilayah.

Responsi Praktikum Survei Pemetaan II

Mahasiswa TSPD Angkatan 2025 Laksanakan Responsi Praktikum Survei Pemetaan II

Yogyakarta, 3 Juni 2026 – Sebanyak 64 mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) Angkatan 2025, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, mengikuti kegiatan responsi mata kuliah Praktikum Survei Pemetaan II yang diselenggarakan di depan Gedung Departemen Teknologi Kebumian (DTK). Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran praktikum yang bertujuan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam pengoperasian instrumen survei pemetaan serta penerapan metode pengukuran terestris.

Responsi Praktikum Survei Pemetaan II dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Anindya Sricandra P., S.T., M.Eng. dan M. Iqbal Taftazani, S.T., M.Eng., serta dibantu oleh tim asisten praktikum yang terdiri dari Ridho Haikal Permana, Fahmi Asshidiqi, dan Rasyid Widayanta. Kehadiran para asisten praktikum turut membantu kelancaran pelaksanaan responsi, mulai dari persiapan alat hingga pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung.

Pada responsi kali ini, mahasiswa diuji secara individu dalam penggunaan theodolit, salah satu instrumen dasar survei dan pemetaan yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal secara presisi. Penguasaan penggunaan theodolit menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa karena merupakan dasar dalam berbagai kegiatan pengukuran dan pemetaan di lapangan.

Melalui kegiatan responsi, mahasiswa dituntut untuk memahami prinsip kerja alat, melakukan penyetelan dan pengoperasian theodolit dengan benar, serta mampu membaca, mencatat, dan menghitung hasil pengukuran sesuai prosedur yang telah dipelajari selama praktikum. Selain kemampuan teknis, responsi juga menguji ketelitian, kedisiplinan, dan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan standar kerja survei yang baik.

Mata kuliah Survei Pemetaan II merupakan salah satu mata kuliah dasar yang membekali mahasiswa dengan kompetensi pengukuran terestris sebagai fondasi dalam kegiatan survei dan pemetaan. Melalui kegiatan praktikum dan responsi, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengoperasikan instrumen survei sehingga dapat memperkuat pemahaman teori yang telah diperoleh di kelas.

Kegiatan responsi ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi hasil pembelajaran, tetapi juga sebagai upaya untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kegiatan praktikum lanjutan maupun dunia kerja yang membutuhkan kemampuan teknis di bidang survei dan pemetaan. Dengan penguasaan instrumen dasar seperti theodolit, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang kuat sebagai calon tenaga profesional di bidang geospasial.

Pelaksanaan Responsi Praktikum Survei Pemetaan II ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pembelajaran berbasis praktik yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan industri geospasial di masa depan.

Akuisisi Data 3D Stasiun Palbapang

Mahasiswa TSPD SV UGM Lakukan Akuisisi Data 3D Stasiun Palbapang untuk Konservasi dan Pelestarian Cagar Budaya

Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada bernama Marcelinus Palma Surya Valendra melaksanakan kegiatan akuisisi data untuk pembuatan model 3D Stasiun Palbapang sebagai bagian dari upaya pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung pelestarian bangunan cagar budaya melalui dokumentasi digital berbasis model tiga dimensi (3D). Kegiatan penelitian ini sebagai syarat kelulusan program S1 Terapan di prodi TSPD.

Kegiatan penelitian dibimbing oleh Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., dan dibantu oleh beberapa mahasiswa lain dari TSPD saat pengambilan data di lapangan. Akuisisi data dilaksanakan pada 6 April 2026 di kawasan Stasiun Palbapang, Kabupaten Bantul, dengan memanfaatkan metode survei dan dokumentasi geospasial untuk memperoleh data bangunan secara detail dan presisi.

Bangunan Stasiun Palbapang merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya yang secara administratif terletak di Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul. Pada masa operasionalnya, stasiun ini melayani penumpang sekaligus pengangkutan hasil perkebunan tebu dan pabrik gula di wilayah Bantul. Berdasarkan buku Pusparagam Cagar Budaya, keberadaan industri gula pada masa itu mendorong perusahaan swasta NV. NISM (Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) memperluas jaringan rel kereta api di kawasan Yogyakarta dan Bantul. Jalur kereta api tahap pertama dari Yogyakarta (Tugu) menuju Srandakan sepanjang 23 km mulai beroperasi pada tahun 1895, kemudian dilanjutkan pembangunan jalur Srandakan–Brosot (Sewugalur) sepanjang 2 km yang mulai beroperasi pada tahun 1915. Di sepanjang jalur tersebut dibangun beberapa stasiun kecil, salah satunya Stasiun Palbapang. Sejak tahun 1975/1976 stasiun ini tidak lagi difungsikan, dan pada tahun 1990 area emplasemennya dimanfaatkan sebagai terminal bus antar kota dan antar provinsi.

Kegiatan akuisisi data menggunakan berbagai peralatan survei pemetaan, meliputi 1 unit Terrestrial Laser Scanner (TLS) Leica RTC360, 1 unit kontroler TLS, 2 unit GNSS Trimble R8s, dan 1 unit kontroler Trimble. Seluruh peralatan tersebut disediakan oleh Center of Excellence Smart and Green Building Information Sekolah Vokasi UGM guna mendukung proses akuisisi data secara optimal dan akurat.

Selama proses pengambilan data, tim melakukan akuisisi data pada berbagai bagian bangunan stasiun guna mendapatkan bentuk geometris dan kondisi eksisting bangunan secara menyeluruh. Data yang diperoleh kemudian digunakan dalam proses pembuatan model 3D yang mampu merepresentasikan bangunan cagar budaya secara digital. Kegiatan lapangan ini juga menjadi sarana penerapan keilmuan survei dan pemetaan yang telah dipelajari mahasiswa dalam konteks pelestarian budaya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian cagar budaya di Kabupaten Bantul sekaligus menambah variasi data digital yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam proses pemeliharaan dan dokumentasi bangunan bersejarah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas sejarah daerah.

Melalui penelitian ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam pengambilan dan pengolahan data geospasial, tetapi juga menunjukkan bahwa teknologi pemetaan modern memiliki peran penting dalam mendukung konservasi budaya. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan riset dan pembelajaran berbasis praktik lapangan.

Workshop SLAM dan RTK

Pelajari Teknologi Pemetaan Modern, Mahasiswa TSPD Ikuti Workshop SLAM dan RTK Falcon X

Mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengikuti workshop bertajuk “SLAM and RTK Integration to Map the Future with Falcon X” yang diselenggarakan pada 5 Mei 2026 di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengenal perkembangan teknologi pemetaan modern berbasis SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) dan RTK (Real-Time Kinematic). Selain diikuti mahasiswa TSPD, workshop ini juga dihadiri oleh mahasiswa lintas fakultas serta peserta umum yang memiliki minat di bidang geospasial.

Workshop yang diselenggarakan bersama PT Etrax Indo Sejahtera ini menghadirkan Muhamad Hasan Albana, S.T., selaku Manager Technical Engineer, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada integrasi teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) dan RTK (Real-Time Kinematic) yang digunakan untuk mendukung proses pemetaan secara cepat, efisien, dan presisi tinggi.

Materi yang disampaikan tidak hanya membahas konsep dasar, tetapi juga implementasi teknologi Falcon X dalam kegiatan akuisisi data geospasial di lapangan. Peserta diajak memahami bagaimana perangkat tersebut bekerja dalam merekam kondisi lingkungan secara real-time dan menghasilkan data spasial berbentuk point cloud untuk berbagai kebutuhan pemetaan.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik langsung penggunaan alat Falcon X di area sekitar Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM. Mahasiswa TSPD bersama peserta lainnya berkesempatan mencoba perangkat secara langsung dan melihat proses pengambilan data dilakukan secara real-time. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pemanfaatan teknologi mobile mapping yang kini semakin banyak digunakan di dunia industri.

Diskusi berlangsung aktif sepanjang kegiatan. Peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya mengenai pengoperasian alat, pengolahan data, hingga penerapan teknologi SLAM dan RTK pada berbagai bidang pekerjaan geospasial. Interaksi ini menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.

Pelaksanaan workshop ini menjadi bagian dari komitmen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan aplikatif. Selain meningkatkan kompetensi mahasiswa, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan keterampilan teknis, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial modern, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi bersama mitra industri.

KULIAH UMUM GIM 3

Eksplorasi LiDAR Drone, Mahasiswa TSPD Ikuti Kuliah Umum dan Praktik Bersama Praktisi Industri dari PT Geo Investama Mandiri (GIM)

Mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan 2025, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengikuti kuliah umum bertajuk “One Flight, Millions of Points: Performance Evaluation of DJI Zenmuse L3 LiDAR on the M400 PlatformGlobal Commerce Architects”. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi geospasial, khususnya dalam memahami perkembangan teknologi LiDAR berbasis drone untuk menghasilkan data geospasial berpresisi tinggi.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari PT Geo Investama Mandiri (GIM), yaitu Rahmat Muslim Febriyanto, S.T., selaku Direktur PT GIM. Dalam kesempatan tersebut, narasumber menyampaikan pemaparan mengenai evaluasi performa sensor LiDAR DJI Zenmuse L3 yang diintegrasikan dengan platform drone M400 dalam kegiatan survei dan pemetaan, serta berbagi pengalaman implementasi di dunia industri.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026 pukul 08.00–12.00 WIB di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM dan terbuka bagi mahasiswa di lingkungan Departemen Teknologi Kebumian. Acara diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Departemen Teknologi Kebumian, Bapak Hidayat Panuntun, S.T., M.Sc., serta Direktur PT Geo Investama Mandiri. Dalam sambutannya, kedua pihak menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang teknologi geospasial yang terus berkembang. Kegiatan berlangsung secara tertib dan interaktif yang tercermin dari partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi mengenai aspek teknis dan implementasi teknologi di lapangan.

Dalam pemaparannya, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana satu kali penerbangan drone mampu menghasilkan jutaan titik data (point cloud) yang kemudian diolah menjadi informasi geospasial yang akurat. Materi yang disampaikan mencakup alur kerja secara komprehensif, mulai dari proses akuisisi data di lapangan, pengolahan data, hingga evaluasi kualitas data LiDAR untuk berbagai kebutuhan pemetaan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung menerbangkan drone, sehingga peserta dapat memahami secara nyata proses pengambilan data di lapangan.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Departemen Teknologi Kebumian SV UGM dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis kolaborasi dengan industri, guna mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi perkembangan teknologi geospasial. Upaya tersebut sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan teknis mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan dan pengembangan teknologi geospasial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri.

LIDAR TOPOCRAFT 2026 3

Penguatan Kompetensi Geospasial: Mahasiswa TSPD Ikuti Pelatihan LiDAR Topocraft Bersama Aksara Lab

Mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengikuti Pelatihan LiDAR Topocraft: Precision Mapping Lab 2026 yang diselenggarakan oleh Divisi Riset dan Pengembangan KMDTK periode 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis di bidang geospasial dan terbuka bagi masyarakat umum.

Pelatihan yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 di Laboratorium Geomatika C SV UGM ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Aksara Lab Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta, yang tidak hanya berasal dari mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), tetapi juga dari berbagai latar belakang, baik mahasiswa lintas program studi maupun peserta umum. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan penguasaan teknologi LiDAR di berbagai bidang.

Peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai alur kerja pengolahan data LiDAR, mulai dari akuisisi hingga interpretasi, guna menghasilkan data geospasial yang akurat dan sesuai standar industri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi dan kolaborasi untuk mendorong inovasi di bidang kebumian.

Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan teknis peserta, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi LiDAR dan penguatan kapasitas riset, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui kontribusi data geospasial dalam perencanaan wilayah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri.

Mahasiswa TSPD dan SIG Ikuti Kuliah Umum “Better Engineering for Better Future” Bahas Teknologi 3D Scanning dan Point Cloud Bersama PT Aspac Geo Survey

Mahasiswa TSPD dan SIG Ikuti Kuliah Umum “Better Engineering for Better Future” Bahas Teknologi 3D Scanning dan Point Cloud Bersama PT Aspac Geo Survey

Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Better Engineering for Better Future” sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi geospasial. Kegiatan ini mengangkat topik Point Cloud Processing dan pemanfaatan teknologi NavVis MLX 3D Scanning yang saat ini semakin berkembang dalam dunia survei dan pemetaan.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari PT Aspac Geo Survey, yaitu Ziki Wahyu Rinaldi selaku Product & Business Development Manager dan Niken Ayu Safitri sebagai Product Specialist. Keduanya berbagi wawasan dan pengalaman terkait implementasi teknologi pemindaian 3D dalam berbagai proyek survei, serta bagaimana data point cloud dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi geospasial yang akurat dan efisien.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM ini diikuti oleh mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan 2024 dan Sistem Informasi Geografis (SIG) angkatan 2023. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi, yang menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap teknologi geospasial.

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik lapangan penggunaan alat NavVis MLX 3D Scanning. Mahasiswa diajak untuk memahami alur kerja pengolahan data point cloud, mulai dari akuisisi data hingga tahap analisis dan visualisasi.

Selain sebagai sarana pembelajaran, kuliah umum ini juga menjadi wadah interaksi antara mahasiswa dan praktisi industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh insight mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja serta peluang karier di bidang geospasial.

Departemen Teknologi Kebumian SV UGM terus berupaya menghadirkan kegiatan akademik yang relevan, aplikatif, dan berbasis kolaborasi, guna mendukung terciptanya lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.