Yogyakarta, 4 September 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Pemetaan Partisipatif Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) bagi perwakilan kalurahan di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Jumat (4/9) di Field Research Center (FRC) SV UGM.
Kegiatan kelas SIG B diikuti oleh sekitar 22 peserta yang merupakan bagian dari 87 peserta dari berbagai kalurahan di Kabupaten Kulon Progo. Kelas ini dikoordinasikan oleh Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M.Eng., bersama tim dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa TSPD UGM.
Pelatihan diawali dengan pengenalan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Global Navigation Satellite System (GNSS) sebagai teknologi yang dapat mendukung proses pengumpulan dan pengelolaan data spasial. Peserta kemudian mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan pengukuran GNSS menggunakan metode statik dan Real-Time Kinematic (RTK).
Dalam pelaksanaan praktik GNSS, kegiatan ini turut memperoleh dukungan dari PT. Geo Investama Mandiri melalui penyediaan perangkat GNSS serta keterlibatan perwakilan perusahaan sebagai pendamping teknis. Perwakilan PT. Geo Investama Mandiri bersama dosen TSPD UGM memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah teknis pengoperasian
perangkat GNSS, sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman dari sisi akademik sekaligus praktik yang diterapkan dalam dunia survei dan pemetaan.
Setelah praktik pengukuran, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan data spasial menggunakan QGIS. Data hasil pengukuran GNSS kemudian digunakan sebagai salah satu contoh untuk menunjukkan bagaimana data yang diperoleh di lapangan dapat diolah, divisualisasikan, dan disajikan menjadi informasi spasial.
Melalui kegiatan ini, Tim PkM TSPD UGM mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kalurahan agar mampu memanfaatkan teknologi geospasial secara lebih mandiri. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan kembali di kalurahan masing-masing, sehingga data spasial dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah berbasis data.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.