Pelatihan Foto Udara Dorong Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Mendukung Tata Kelola Wilayah di Kabupaten Kulon Progo

Kulon Progo, 4 September 2026 — Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan foto udara bagi aparatur wilayah di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Wilayah Berbasis Spasial Melalui Pelatihan Foto Udara di 6 Kapanewon Kabupaten Kulon Progo (Studi Kasus Kapanewon Panjatan, Pengasih, Samigaluh, Sentolo, Temon, dan Wates)” tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9) di Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi UGM, Wates, Kulon Progo.

Kegiatan diikuti oleh para Jogoboyo yang mewakili masing-masing dari 87 Kalurahan se-Kabupaten Kulon Progo. Para peserta merupakan pamong kalurahan yang memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pengelolaan berbagai informasi kewilayahan. Kegiatan dimulai dengan registrasi pada pukul 08.00 WIB dan pembukaan pada pukul 08.30 WIB. Pembukaan diisi dengan sambutan dari Ketua Departemen Teknologi Kebumian, Hidayat Panuntun, S.T., M.Eng., D.Sc., serta Drs. Jazil Ambal Was’an selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo.

Pada sesi utama, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar foto udara menggunakan drone. Penyampaian materi dimulai dengan pengenalan drone sebagai perangkat yang dapat digunakan untuk memperoleh data foto dari udara. Peserta diperkenalkan dengan komponen utama drone beserta fungsi masing-masing bagian, termasuk perangkat kamera dan sistem kendali yang digunakan dalam proses penerbangan.

Materi selanjutnya membahas alur pelaksanaan pemetaan menggunakan foto udara, mulai dari tahap persiapan, perencanaan area pemotretan, pembuatan jalur penerbangan, pelaksanaan penerbangan, hingga proses pengambilan foto udara. Penyampaian materi tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa kegiatan foto udara tidak hanya berkaitan dengan menerbangkan drone, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang sistematis agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan pemetaan.

Salah satu materi yang mendapatkan perhatian dalam pelatihan adalah pembuatan jalur penerbangan drone. Peserta diperkenalkan pada proses menentukan area pemotretan dan menyusun pola jalur yang akan digunakan oleh drone. Melalui materi tersebut, peserta memahami bahwa jalur penerbangan perlu disiapkan sebelum kegiatan lapangan sehingga proses pengambilan foto dapat dilakukan secara terarah dan mencakup wilayah yang menjadi objek pemetaan.

Setelah sesi kelas selesai, peserta mengikuti demonstrasi penggunaan drone secara langsung di lapangan. Demonstrasi diawali dengan persiapan perangkat sebelum penerbangan. Instruktur menunjukkan proses pemeriksaan drone, kamera, baterai, serta perangkat pendukung lainnya. Selanjutnya, jalur penerbangan yang telah direncanakan diperagakan untuk memberikan gambaran mengenai hubungan antara perencanaan jalur dengan pelaksanaan akuisisi foto udara.

Dalam demonstrasi tersebut, peserta juga dapat mengamati proses drone melakukan penerbangan sesuai jalur yang telah ditentukan dan melakukan pengambilan foto dari udara. Penjelasan diberikan selama proses berlangsung sehingga peserta dapat memahami tahapan kegiatan secara utuh, mulai dari persiapan perangkat hingga proses akuisisi data foto udara.

Kegiatan praktik lapangan menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung penerapan materi yang sebelumnya disampaikan di dalam kelas. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai fungsi drone, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai tahapan kerja yang perlu dilakukan dalam kegiatan foto udara.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap pemanfaatan teknologi drone sebagai salah satu teknologi pendukung pengumpulan data spasial. Pengetahuan mengenai pengenalan perangkat, perencanaan jalur, dan proses akuisisi foto udara dapat menjadi dasar bagi peserta dalam memahami pemanfaatan data spasial untuk kebutuhan pengelolaan wilayah.

Melalui kegiatan ini, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang geospasial diharapkan dapat mendukung tata kelola wilayah yang semakin berbasis data. Pemanfaatan foto udara dapat menjadi salah satu sumber informasi spasial yang membantu memberikan gambaran kondisi wilayah secara lebih menyeluruh, khususnya dalam mendukung kebutuhan perencanaan dan pengelolaan wilayah di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi geospasial, dukungan terhadap tata kelola wilayah berbasis data, serta kolaborasi dalam pengembangan kapasitas aparatur di tingkat lokal.