Mahasiswa TSPD SV UGM Lakukan Akuisisi Data 3D Stasiun Palbapang untuk Konservasi dan Pelestarian Cagar Budaya

Mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD), Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada bernama Marcelinus Palma Surya Valendra melaksanakan kegiatan akuisisi data untuk pembuatan model 3D Stasiun Palbapang sebagai bagian dari upaya pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung pelestarian bangunan cagar budaya melalui dokumentasi digital berbasis model tiga dimensi (3D). Kegiatan penelitian ini sebagai syarat kelulusan program S1 Terapan di prodi TSPD.

Kegiatan penelitian dibimbing oleh Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., dan dibantu oleh beberapa mahasiswa lain dari TSPD saat pengambilan data di lapangan. Akuisisi data dilaksanakan pada 6 April 2026 di kawasan Stasiun Palbapang, Kabupaten Bantul, dengan memanfaatkan metode survei dan dokumentasi geospasial untuk memperoleh data bangunan secara detail dan presisi.

Bangunan Stasiun Palbapang merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya yang secara administratif terletak di Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul. Pada masa operasionalnya, stasiun ini melayani penumpang sekaligus pengangkutan hasil perkebunan tebu dan pabrik gula di wilayah Bantul. Berdasarkan buku Pusparagam Cagar Budaya, keberadaan industri gula pada masa itu mendorong perusahaan swasta NV. NISM (Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) memperluas jaringan rel kereta api di kawasan Yogyakarta dan Bantul. Jalur kereta api tahap pertama dari Yogyakarta (Tugu) menuju Srandakan sepanjang 23 km mulai beroperasi pada tahun 1895, kemudian dilanjutkan pembangunan jalur Srandakan–Brosot (Sewugalur) sepanjang 2 km yang mulai beroperasi pada tahun 1915. Di sepanjang jalur tersebut dibangun beberapa stasiun kecil, salah satunya Stasiun Palbapang. Sejak tahun 1975/1976 stasiun ini tidak lagi difungsikan, dan pada tahun 1990 area emplasemennya dimanfaatkan sebagai terminal bus antar kota dan antar provinsi.

Kegiatan akuisisi data menggunakan berbagai peralatan survei pemetaan, meliputi 1 unit Terrestrial Laser Scanner (TLS) Leica RTC360, 1 unit kontroler TLS, 2 unit GNSS Trimble R8s, dan 1 unit kontroler Trimble. Seluruh peralatan tersebut disediakan oleh Center of Excellence Smart and Green Building Information Sekolah Vokasi UGM guna mendukung proses akuisisi data secara optimal dan akurat.

Selama proses pengambilan data, tim melakukan akuisisi data pada berbagai bagian bangunan stasiun guna mendapatkan bentuk geometris dan kondisi eksisting bangunan secara menyeluruh. Data yang diperoleh kemudian digunakan dalam proses pembuatan model 3D yang mampu merepresentasikan bangunan cagar budaya secara digital. Kegiatan lapangan ini juga menjadi sarana penerapan keilmuan survei dan pemetaan yang telah dipelajari mahasiswa dalam konteks pelestarian budaya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian cagar budaya di Kabupaten Bantul sekaligus menambah variasi data digital yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam proses pemeliharaan dan dokumentasi bangunan bersejarah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas sejarah daerah.

Melalui penelitian ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam pengambilan dan pengolahan data geospasial, tetapi juga menunjukkan bahwa teknologi pemetaan modern memiliki peran penting dalam mendukung konservasi budaya. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan riset dan pembelajaran berbasis praktik lapangan.