Hibah Penelitian Sekolah Vokasi UGM Dukung Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan untuk Pengalaman Eksplorasi Imersif
Info TSPDSDGs 11 Kota dan Komunitas yang BerkelanjutanSDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDGs 4 Pendidikan BermutuSDGs 9 Infrastruktur, Industri dan Inovasi Senin, 6 Juli 2026
Yogyakarta – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) kembali mendukung pengembangan inovasi di bidang teknologi geospasial dan pelestarian warisan budaya melalui pendanaan penelitian tentang pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan untuk visualisasi dan eksplorasi secara imersif. Penelitian ini memperoleh hibah penelitian internal SV UGM Tahun 2026 dengan peneliti Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., Ir. Hanif Ilmawan S.T., M.Eng., dan Dr. Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M. Eng yang merupakan dosen dari Departemen Teknologi Kebumian serta Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc, yaitu dosen dari Departemen Teknik Geodesi UGM.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan platform Virtual Reality (VR) yang memungkinkan pengguna merasakan pengalaman eksplorasi Candi Prambanan secara imersif melalui pemanfaatan teknologi pemodelan tiga dimensi (3D), visualisasi interaktif, serta perangkat headset VR. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam pelestarian, edukasi, dan promosi warisan budaya Indonesia berbasis teknologi digital.
Menurut Ketua Peneliti, Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng., pemanfaatan teknologi Virtual Reality membuka peluang baru dalam penyajian informasi budaya dan sejarah kepada masyarakat. Melalui teknologi ini, pengguna tidak hanya dapat melihat representasi digital Candi Prambanan, tetapi juga dapat merasakan pengalaman seolah-olah berada langsung di dalam kompleks candi.
"Pengembangan Virtual Reality Candi Prambanan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman eksplorasi yang lebih interaktif dan mendalam. Pengguna dapat berjalan di lingkungan virtual, memasuki bangunan candi, mengamati arsitektur serta relief secara detail, dan memperoleh informasi edukatif secara langsung melalui media digital," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memanfaatkan teknologi pemodelan 3D serta integrasi informasi semantik untuk menghasilkan representasi digital Candi Prambanan yang akurat dan interaktif. Selain itu, penelitian juga mengkaji aspek pengalaman pengguna (user experience) dalam lingkungan virtual untuk memastikan tingkat imersi dan kenyamanan selama penggunaan.
Pengembangan Virtual Reality berbasis warisan budaya ini memiliki potensi yang luas, tidak hanya untuk kebutuhan pendidikan dan penelitian, tetapi juga untuk mendukung sektor pariwisata digital dan pelestarian cagar budaya. Teknologi tersebut memungkinkan masyarakat, pelajar, peneliti, hingga wisatawan untuk mengakses dan mengeksplorasi situs budaya tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Melalui dukungan hibah penelitian SV UGM, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan prototipe Virtual Reality Candi Prambanan yang dapat menjadi dasar pengembangan digital twin situs budaya Indonesia di masa mendatang. Inovasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam mendorong pengembangan teknologi terapan yang memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian warisan budaya nasional.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi multidisiplin antara bidang geospasial, teknologi informasi, arkeologi, serta industri kreatif digital dalam rangka mewujudkan transformasi digital pada pengelolaan dan pelestarian cagar budaya Indonesia.