Aktivitas MBKM Prodi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar : Membangun Karier dengan Pengetahuan dan Pengalaman
Info TSPDSDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDGs 4 Pendidikan Bermutu Kamis, 23 Mei 2024
Pada bulan Februari, mahasiswa dari Prodi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada bergabung dengan PT. Geoswara Surveys untuk mengikuti program magang. Dalam kurun waktu beberapa bulan, mereka terlibat dalam berbagai proyek yang menarik dan mendapatkan wawasan yang berharga tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Magang ini sebagai kesempatan emas untuk mendalami pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang survei dan pemetaan.

Salah satu proyek yang dikerjakan adalah PLTA Bakaru II. Dengan bimbingan mentor, mahasiswa TSPD terlibat langsung dalam Kegiatan sosialisasi, pengukuran bidang lahan, dan inventarisasi tanaman. Pengalaman ini tidak hanya memperluas pemahaman mahasiswa tentang bidang survey pemetaan tetapi juga mengasah keterampilan teknisnya dalam Kerjasama tim. Selain dari aspek teknis, Faiz juga menemukan nilai dalam pembelajaran tentang komunikasi antar tim. Dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya, peserta magang belajar pentingnya kerjasama dan komunikasi dalam mencapai tujuan bersama dan meningkatkan produktivitas.
Dengan berakhirnya musim magang, mahasiswa TSPD lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di masa depan. Mereka yakin bahwa pengalaman ini telah membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang berharga untuk sukses di dunia kerja. Selain dari sisi profesional, magang di PT. Geoswara Surveys juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperluas jaringan profesional mereka. Mereka berinteraksi dengan berbagai profesional di industri tersebut dan membangun hubungan yang mungkin berguna bagi karier mereka di masa depan.

Magang di PT. Geoswara Surveys telah menjadi langkah penting dalam pembangunan karier para mahasiswa ini. Mereka meninggalkan perusahaan dengan pengetahuan baru, keterampilan yang ditingkatkan, dan kenangan tak terlupakan dari pengalaman mereka di tempat kerja. Magang bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk tantangan yang akan dihadapi di masa depan agar para mahasiswa ini siap untuk melangkah maju dalam karier mereka dengan keyakinan dan tekad yang baru ditemukan.
Penulis: Muhammad Faiz Mutti






Orientasi merupakan tahapan awal identifikasi titik dengan menggunakan GPS Handheld dimana pada tahapan ini seorang surveyor harus benar-benar teliti mengumpulkan segala informasi di sekitar lokasi titik. Sebagai contoh terdapat area terbuka sehingga dapat digunakan untuk pemasangan patok bantu, sumber air untuk proses pengecoran, mencari akses jalan yang mudah dan efektif sehingga sebelum dilakukan tahapan berikutnya dapat dipersiapkan terlebih dahulu.
Proses pemasangan patok bantu dilakukan untuk menentukan titik rencana pengamatan GNSS secara statik. Titik bantu ini ke depannya akan digunakan sebagai titik ikat untuk pengukuran poligon atau stake out titik galian patok batas. Pengukuran patok bantu statik dilakukan untuk menentukan posisi dan elevasi untuk keperluan penentuan batas. Alat yang digunakan adalah GNSS dengan metode pengukuran radial yang diikatkan pada BM dengan ketentuan pengamatan selama 75 menit dengan interval pengamatan 2 detik dan obstruksi sebesar 15º . Hasil pengukuran statik harus dilakukan secara post processing menggunakan software pengolahan dengan menghasilkan solusi ambiguitas fixed dan memiliki nilai PDOP < 10.
Stake out merupakan tahapan pengukuran untuk menentukan lokasi/posisi titik koordinat patok batas di lapangan. Pada pekerjaan stake out titik patok batas di lapangan ini dapat menggunakan metode pengukuran dengan instrumen total station atau menggunakan metode pengamatan GNSS secara RTK. Setelah posisi titik koordinat patok batas telah ditentukan, tahap selanjutnya adalah melakukan penggalian untuk pemasangan patok batas.
Drop material merupakan proses pengangkutan bahan-bahan material yang digunakan untuk pemasangan (pengecoran) patok batas menuju ke area sekitar titik pemasangan patok batas yang telah di-stake out. Tahap pengecoran (instalasi) patok batas dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam peraturan ESDM Nomor 1825 K/30/MEM/2018 yang meliputi pengecekan slump test dengan tingkat konsistensi < 7 cm dan juga harus memperhatikan pemasangan marker atas dan lempeng samping penanda batas wilayah.
Pengecekan kualitas patok dilakukan dengan menggunakan alat hammer test pada 16 titik yang terbagi menjadi 4 pada bagian dinding sepatu bawah, lantai sepatu bawah, dinding patok dan pada atas patok. Ketentuan dari hammer test yaitu minimum setelah 14 hari pengecoran untuk nilai hammer test harus > 25 rebound untuk memastikan tingkat kekerasan beton sehingga dapat dipastikan beton benar-benar keras dan matang.

Pengecoran sepatu atas adalah proses pembuatan sepatu dengan bahan dasar beton. Pengecoran ini dilakukan dengan menggunakan cetakan yang telah dipasang dengan besi tulangan.





