Aktivitas MBKM Prodi Teknologi Survei Pemetaan Dasar : BBWS Pemali Juana Gelar Rapat Persiapan Pengukuran dengan Lidar Pada Proyek Pembangunan Bendungan Cabean
Info TSPDSDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDGs 4 Pendidikan BermutuSDGs 9 Infrastruktur, Industri dan Inovasi Kamis, 18 April 2024
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menggelar rapat bersama kontraktor dan konsultan terkait persiapan LiDAR untuk proyek pembangunan Bendungan Cabean Blora Jawa Tengah pada Kamis, 21 Maret 2024. Rapat tersebut dilakukan untuk merencanakan pengukuran LiDAR guna menghasilkan data topografi lapangan dan sebagai langkah awal pembuatan Building Information Modeling (BIM). Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Jatibarang Gedung D BBWS Pemali Juana dengan lancar dan informatif.

Rapat dipimpin oleh Bapak Rino Ari Wibowo, S.T., M.Eng. selaku Ketua PPK Bendungan I BBWS Pemali Juana. Kemudian dilanjutkan pemaparan progress dari kontraktor yang disampaikan oleh Bapak Arif Joko Nugroho selaku pimpinan PT. Brantas Abipraya. Rapat ini dihadiri juga jajaran direksi dari BBWS Pemali Juana, perwakilan konsultan, jajaran staff dan manager PT. Brantas Abipraya, Operator LiDAR, perwakilan konsultan dan dua mahasiswa magang program studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar UGM.
Mas Lukman Maulana Abdillah selaku operator LiDAR memaparkan rencana pengukuran dan overview yang berkaitan dengan pengukuran LiDAR yang akan dilaksanakan. Dalam paparannya, Mas Lukman menjelasakan terkait spesifikasi dari LiDAR dan komponen pendukungnya, serta ketentuan teknis dan pelaksanaan pengukuran yang meliputi: estimasi waktu pelaksanaan, metode pengolahan data, estimasi jumlah misi terbang, dan output yang akan dihasilkan dari pengukuran LiDAR tersebut. Mas Lukman juga menjelaskan terkait detail-detail pada pengukuran LiDAR yang dirasa perlu untuk tambahan informasi yang mungkin akan berguna selanjutnya untuk seluruh peserta rapat.
Dalam sesi tanya jawab, Ibu Lala selaku jajaran direksi BBWS Pemali Juana menanyakan terkait kesediaan metode selain LiDAR yang dapat digunakan untuk memperoleh hasil yang sama berupa data topografi baik itu kontur maupun Digital Terrain Model (DTM).
“Ada, tapi akan lebih menghasilkan efisiensi tinggi dengan menggunakan LiDAR ini mengingat luas wilayah yang menjadi cakupan proyek ini cukup luas yaitu ±94 hektar. Tidak hanya itu, kelebihan lain LiDAR ini juga menghasilkan output berupa orthofoto yang berguna untuk visualisasi 3D”, kurang lebih seperti itu jawab Mas Lukman.
Di akhir rapat, Bapak Rino Ari Wibowo, S.T., M.Eng. menyampaikan masukan terhadap PT. Brantas Abipraya untuk segera mengejar progress pengukuran ini sehingga tahap perencanaan pembangunan Bendungan Cabean ini dapat selesai sesuai waktu rencana awal. Beliau juga berharap agar pengukuran LiDAR dapat langsung dimulai Sabtu, 23 Maret 2024 mengingat sudah matangnya perencanaan yang sudah dipaparkan oleh PT. Brantas Abipraya dan Mas Lukman selaku operator LiDAR. Adanya mahasiswa magang dari program studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar UGM ini juga dapat diperbantukan dalam kegiatan pengukuran LiDAR ataupun pekerjaan lain selama masa magang, tambah Beliau.
Penulis : Yulsa Wahyu Andiny

Dalam uji coba kali ini dilakukan dalam beberapa jenis chase, pertama adalah melakukan uji frekuensi jarak radio, kemudian uji akurasi GNSS, lalu melakukan uji kekuatan sinyal satelit di area hutan, dan yang terakhir adalah melakukan uji fitur berupa Inertial Measurement Unit (IMU).
Trimble R12i memiliki kemampuan dan fitur yang lengkap untuk pengukuran di area tambang. Hasil uji coba mendapatkan luaran yang sangat baik. Trimble R12i mampu mendapatkan akurasi yang sangat baik berada pada kisaran 2-5 cm dan memiliki jangkauan radio hingga 2 kilometer pada kondisi topografi berbukit dengan hanya berbekal internal radio.
Dian Widhianto selaku Supervisor tim survey PT. TCM menyambut dengan baik hasil pengujian yang telah dilakukan mengingat PT. Hidronav Tehnikatama dan PT. TCM sudah lama telah bekerja sama dalam pengadaan alat ukur survei pemetaan.
“Melihat hasil uji akurasi dan uji fitur dari Trimble R12i yang sangat memuaskan kemungkinan besar pihak kami (PT. TCM) akan melakukan pengadaan lagi untuk seri alat ini karena sepertinya akan sangat membantu pekerjaan pengukuran kami,” Ujar Dian Widhianto
Pada akhir survei dan uji coba, Dian Widhianto berharap jika Kerjasama antara PT. Hidronav Tehnikatama dan PT. Trubaindo Coal Mining harus tetap terjalin. Kerja sama yang baik akan terus dijaga terlebih lagi PT. Hidronav Tehnikatama selalu memberikan solusi kepada para client sesuai dengan jargon mereka “Always Insist On The Best”
Penulis : Arya Aswadana, Jefry Ryan Yanuar Choiri

Alat yang digunakan untuk akuisisi data TLS menggunakan tipe RTC 360 yang merupakan salah satu jenis alat keluaran Leica yang menggunakan sistem LIDAR untuk memindai suatu objek. Dalam penggunaannya alat ini menyediakan beberapa pengaturan antara lain pengaturan terhadap densitas pointcloud yang terdiri atas mode High yang memiliki kerapatan titik tiap 3mm, Medium yang memiliki kerapatan titik tiap 6mm, dan Low yang memiliki kerapatan titik tiap 9mm. Selain itu masih ada pengaturan lainnya yang berupa Pemindaian Ganda (Double Scan) dan pengaturan mode foto yang digunakan untuk memberikan warna pada pointcloud.
Akuisisi data yang dilakukan selama 14 hari dari tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2024, mencakup 44 bangunan dan 9 objek lainnya. Akuisisi utama difokuskan terkait scanning area interior dan eksterior dari gedung menggunakan Terrestrial Laser Scanner. Akuisisi data dilakukan saat jam sekolah berakhir untuk meminimalisir disturbance data pointcloud sehingga hasil scan lebih jelas serta mentaati aturan sekolah mengenai perlindungan terhadap siswa (Child Protection).
Penulis : Aqmal Cahyo Kumoro dan Dendy Elvian Darmansyah