Aktivitas MBKM Prodi Teknologi Survei Pemetaan Dasar : Pengukuran Topografi Untuk Pembuatan Saluran Tersier Perikanan Kawasan Bendung Kadilangu dan Bendung Tirtomoyo
Info TSPDSDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDGs 4 Pendidikan BermutuSDGs 9 Infrastruktur, Industri dan Inovasi Kamis, 18 April 2024
Mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar Angkatan 2021, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan MBKM, tepatnya di Kantor BBWS Serayu Opak, di divisi Perencanaan Program. Pada 16 Februari hingga 20 Februari 2024, Mahasiswa TSPD mendapatkan kegiatan pengukuran topografi di Bendung Tirtomoyo dan Kadilangu dengan jam kerja selama 9 jam perhari dan diberlakukan sistem 5 hari kerja yaitu hari Senin-Jum’at.

Pengukuran ini dilakukan oleh Bapak Ganjar dan tim selaku konsultan proyek, Mahasiswa MBKM TSPD UGM, dan didampingi oleh tim Perencanaan Program BBWS Serayu Opak. Pengukuran ini digunakan sebagai desain awal pembuatan saluran tersier perikanan di Bendung Tirtomoyo dan Kadilangu. Saluran tersier ini dibuat atas permintaan warga sekitar yang terdampak karena adanya kolam-kolam ikan di sepanjang saluran irigasi bendung, yang menjadikan adanya perebutan debit air. Jadi tujuan pembangunan saluran tersier ini adalah agar debit air pada saluran irigasi terbagi sama rata untuk mengairi kolam ikan dan mengairi sawah.
Panjang saluran yang diukur pada Bendung Tirtomoyo adalah ± 162 meter untuk saluran kanan dan ± 178 meter untuk saluran kiri, sedangkan pada Bendung Kadilangu adalah ± 668 meter. Pada Bendung Tirtomoyo diukur long section dan cross section dengan jarak per cross yaitu 15 meter, sedangkan pada Bendung Kadilangu long section dan cross section diukur dengan jarak per cross yaitu 25 meter. Selain pengukuran cross, dilakukan juga pengukuran spot heigh kolam, bangunan penting, gundukan, cekungan, elevasi gabungan atau petakan kolam, dan elevasi teliti (bukan endapan). Pengukuran ini dilakukan selama 3 hari, kemudian melakukan pengolahan data topografi di kantor pada hari selanjutnya.
Melalui kegiatan magang di BBWS Serayu Opak, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan bidang studi yang dipelajari. Dengan berkontribusi dalam program pembangunan yang dicanangkan oleh divisi Perencanaan Program, diharapkan mereka dapat menyelaraskan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik lapangan. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan yang telah ditetapkan oleh instansi.
Dengan demikian, magang ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi wujud nyata dari kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya air.
Penulis : Agistina Chasanah, Aurelia Putri Priyantama, Finda Kirani Arda Paramita, Yoan Noury Alfianita
Dengan menggunakan teknologi pemetaan 3D dan pemrosesan data geospasial, survei pemetaan dapat menghasilkan model digital yang akurat tentang struktur geologi suatu area tambang. Ini memungkinkan perusahaan tambang untuk mengidentifikasi dan mengukur cadangan batubara dengan presisi yang lebih besar, mengurangi risiko pengeboran yang tidak produktif dan memastikan ekstraksi yang optimal.
Salah satu peran utama mahasiswa dalam kegiatan magang adalah pelaksanaan survei lapangan. Dengan bimbingan dari profesional yang berpengalaman, mereka dapat mempraktikkan keterampilan mereka dalam penggunaan peralatan survei seperti GPS, total station, dan perangkat pemetaan lainnya. Melalui survei lapangan ini, mahasiswa dapat mengumpulkan data geospasial yang penting untuk membangun model digital dari area tambang, yang menjadi dasar bagi keputusan operasional dan perencanaan tambang yang efisien.
Adapun kegiatan mahasiswa pada survei lapangan dalam pertambangan antara lain Survey pengukuran topografi original untuk mengetahui kondisi topografi atau kontur asli pada area yang akan dipetakan, Survey pengukuran topografi kemajuan tambang (ekspos material tambang), Survei pengukuran untuk perhitungan volume material, Survei pengukuran titik kontrol vertikal dan horisontal (traverse), Pemasangan patok desain tambang/konstruksi, Survei pengukuran batas area pertambangan, Survey pengukuran batas persil-persil untuk pembebasan lahan, Pemasangan BM dan pengukuran dengan GPS, serta Survey pengukuran cross & long section.
Selain itu, mahasiswa juga membantu dalam analisis dan processing data. Mereka menggunakan
perangkat lunak pemrosesan data geospasial untuk memvisualisasikan dan menganalisis data survei lapangan. Kontribusi dalam menghasilkan informasi yang akurat dan komprehensif memungkinkan perusahaan tambang untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam manajemen cadangan dan perencanaan ekstraksi.
Dengan demikian, peran mahasiswa magang dalam survei pemetaan dalam industri pertambangan
batubara tidak hanya memberikan manfaat praktis bagi perusahaan tambang, tetapi juga memberikan kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk karier yang sukses di masa depan. Kolaborasi antara industri dan pendidikan melalui program magang ini menjadi kunci untuk mendorong inovasi dan kemajuan dalam industri pertambangan batubara ke depan.
Penulis : Gilang Nuzul Ramadan & Rian Mirawan


Dalam uji coba kali ini dilakukan dalam beberapa jenis chase, pertama adalah melakukan uji frekuensi jarak radio, kemudian uji akurasi GNSS, lalu melakukan uji kekuatan sinyal satelit di area hutan, dan yang terakhir adalah melakukan uji fitur berupa Inertial Measurement Unit (IMU).
Trimble R12i memiliki kemampuan dan fitur yang lengkap untuk pengukuran di area tambang. Hasil uji coba mendapatkan luaran yang sangat baik. Trimble R12i mampu mendapatkan akurasi yang sangat baik berada pada kisaran 2-5 cm dan memiliki jangkauan radio hingga 2 kilometer pada kondisi topografi berbukit dengan hanya berbekal internal radio.
Dian Widhianto selaku Supervisor tim survey PT. TCM menyambut dengan baik hasil pengujian yang telah dilakukan mengingat PT. Hidronav Tehnikatama dan PT. TCM sudah lama telah bekerja sama dalam pengadaan alat ukur survei pemetaan.
“Melihat hasil uji akurasi dan uji fitur dari Trimble R12i yang sangat memuaskan kemungkinan besar pihak kami (PT. TCM) akan melakukan pengadaan lagi untuk seri alat ini karena sepertinya akan sangat membantu pekerjaan pengukuran kami,” Ujar Dian Widhianto
Pada akhir survei dan uji coba, Dian Widhianto berharap jika Kerjasama antara PT. Hidronav Tehnikatama dan PT. Trubaindo Coal Mining harus tetap terjalin. Kerja sama yang baik akan terus dijaga terlebih lagi PT. Hidronav Tehnikatama selalu memberikan solusi kepada para client sesuai dengan jargon mereka “Always Insist On The Best”
Penulis : Arya Aswadana, Jefry Ryan Yanuar Choiri

Alat yang digunakan untuk akuisisi data TLS menggunakan tipe RTC 360 yang merupakan salah satu jenis alat keluaran Leica yang menggunakan sistem LIDAR untuk memindai suatu objek. Dalam penggunaannya alat ini menyediakan beberapa pengaturan antara lain pengaturan terhadap densitas pointcloud yang terdiri atas mode High yang memiliki kerapatan titik tiap 3mm, Medium yang memiliki kerapatan titik tiap 6mm, dan Low yang memiliki kerapatan titik tiap 9mm. Selain itu masih ada pengaturan lainnya yang berupa Pemindaian Ganda (Double Scan) dan pengaturan mode foto yang digunakan untuk memberikan warna pada pointcloud.
Akuisisi data yang dilakukan selama 14 hari dari tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2024, mencakup 44 bangunan dan 9 objek lainnya. Akuisisi utama difokuskan terkait scanning area interior dan eksterior dari gedung menggunakan Terrestrial Laser Scanner. Akuisisi data dilakukan saat jam sekolah berakhir untuk meminimalisir disturbance data pointcloud sehingga hasil scan lebih jelas serta mentaati aturan sekolah mengenai perlindungan terhadap siswa (Child Protection).
Penulis : Aqmal Cahyo Kumoro dan Dendy Elvian Darmansyah