Aktivitas MBKM Prodi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar : Internship Mahasiswa TSPD di PT Geo Survey Persada Indonesia
Info TSPDSDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDGs 4 Pendidikan Bermutu Rabu, 22 Mei 2024
Mulai pertengahan Februari 2024 sampai pertengahan Juni 2024 beberapa mahasiswa TSPD (Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar) diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan magang MBKM di PT Geo Survey Persada Indonesia, yang bergerak di bidang Konsultan Pemetaan Foto Udara dan LiDAR yang berlokasi di Yogyakarta. P.T. GSPI merupakan salah satu anak Perusahaan dari Madhava Persada Group.
Selama magang mahasiswa mengerjakan beberapa tugas yang meliputi :
- Membuat 3D Model bangunan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Pekerjaan ini menggunakan data foto udara yang sudah Oblique dan point cloud LiDar. Terdapat data LOD 1 dan 2. Pada LOD 1 dilakukan penyesuaian bentuk dan ukuran pada setiap bangunan dengan acuannya data di exel, sementara itu untuk LOD 2 dilakukan pemberian model dan texture atap serta warna pada bangunan dengan menyesuaikan keadaan di lapangan menggunakan citra dari Foto Udara Oblique dan Google Earth. LOD merupakan Level Of Detail yang merupakan Tingkat kedetailan pada suatu objek, semakin tinggi nilai LOD maka objek yang dimodelkan semakin detail. Output dari pekerjaan ini hanya sampai pada visualisasi 3D model bangunan menyesuaikan pada LOD yang diminta klien.
- Melakukan Post Processing pada data LiDar / Strip Adjusment
Pengolahan ini menggunakan data LiDar yang merupakan proyek British School Jakarta, kolaborasi antara P.T. GeoBIM Indonesia dengan P.T. Geo Survey Persada Indonesia. Data LiDar diolah mengacu pada Juklik Pokja Pengumpulan DGIG, Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim, Badan Informasi Geospasial 2023. Pekerjaan ini dimulai dari Manajement Trajectory, pembuatan Grid menggunakan software Global Mapper, kemudian dilanjutkan proses Strip Adjusment.
Strip Adjusment bertujuan untuk mengoreksi point cloud data LiDar antar jalur terbang yang saling bertumpang susun (Soininen, 2015). Pada Strip Adjusment terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:
- Macro, mengklasifikasi kelas-kelas berdasarkan ground, building, dan low point. Hasil dari pengolahan Macro berupa point clound dengan warna yang berdasarkan kelas.
- Measure Mach, mengitung beda antar jalur mengguankan kelas ground dan building. Hasil dari perhitungan ini harus dibawah 10 cm, jika hasil yang diperoleh dibawah 10 cm maka harus dilakukan proses Tie Lines.
- Tie Lines, merupakan tahap menghitung dan menyeleksi nilai gap antara dua flightline yang kemudian dilakukan koreksi pergeseran vertical, horizontal dan parameter boresight sehingga diperoleh data yang lidar yang tidak ada pergeseran antar jalut (point cloud antar jalur saling match)

Dari pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan mahasiswa, semuanya merupakan pembelajaran yang baru dan kemampuan baru yang telah mahasiswa peroleh selama magang di P.T. Geo Survey Persada Indonesia
Kesan mahasiswa selama magang di P.T. Geo Survey Persada Indonesia disambut baik oleh para staf serta di berikan pengarahan pengenalan perusahaan, dan mentor yang sabar dalam membimbing mahasiswa. Mahasiswa TSPD berharap ilmu yang didapatkan dapat berguna dikemudian hari.
Penulis: Chica Intan Sari, Reni Fitriana Yohanovi, Novi Yuliasari







Orientasi merupakan tahapan awal identifikasi titik dengan menggunakan GPS Handheld dimana pada tahapan ini seorang surveyor harus benar-benar teliti mengumpulkan segala informasi di sekitar lokasi titik. Sebagai contoh terdapat area terbuka sehingga dapat digunakan untuk pemasangan patok bantu, sumber air untuk proses pengecoran, mencari akses jalan yang mudah dan efektif sehingga sebelum dilakukan tahapan berikutnya dapat dipersiapkan terlebih dahulu.
Proses pemasangan patok bantu dilakukan untuk menentukan titik rencana pengamatan GNSS secara statik. Titik bantu ini ke depannya akan digunakan sebagai titik ikat untuk pengukuran poligon atau stake out titik galian patok batas. Pengukuran patok bantu statik dilakukan untuk menentukan posisi dan elevasi untuk keperluan penentuan batas. Alat yang digunakan adalah GNSS dengan metode pengukuran radial yang diikatkan pada BM dengan ketentuan pengamatan selama 75 menit dengan interval pengamatan 2 detik dan obstruksi sebesar 15º . Hasil pengukuran statik harus dilakukan secara post processing menggunakan software pengolahan dengan menghasilkan solusi ambiguitas fixed dan memiliki nilai PDOP < 10.
Stake out merupakan tahapan pengukuran untuk menentukan lokasi/posisi titik koordinat patok batas di lapangan. Pada pekerjaan stake out titik patok batas di lapangan ini dapat menggunakan metode pengukuran dengan instrumen total station atau menggunakan metode pengamatan GNSS secara RTK. Setelah posisi titik koordinat patok batas telah ditentukan, tahap selanjutnya adalah melakukan penggalian untuk pemasangan patok batas.
Drop material merupakan proses pengangkutan bahan-bahan material yang digunakan untuk pemasangan (pengecoran) patok batas menuju ke area sekitar titik pemasangan patok batas yang telah di-stake out. Tahap pengecoran (instalasi) patok batas dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam peraturan ESDM Nomor 1825 K/30/MEM/2018 yang meliputi pengecekan slump test dengan tingkat konsistensi < 7 cm dan juga harus memperhatikan pemasangan marker atas dan lempeng samping penanda batas wilayah.
Pengecekan kualitas patok dilakukan dengan menggunakan alat hammer test pada 16 titik yang terbagi menjadi 4 pada bagian dinding sepatu bawah, lantai sepatu bawah, dinding patok dan pada atas patok. Ketentuan dari hammer test yaitu minimum setelah 14 hari pengecoran untuk nilai hammer test harus > 25 rebound untuk memastikan tingkat kekerasan beton sehingga dapat dipastikan beton benar-benar keras dan matang.

Pengecoran sepatu atas adalah proses pembuatan sepatu dengan bahan dasar beton. Pengecoran ini dilakukan dengan menggunakan cetakan yang telah dipasang dengan besi tulangan.






