Program KKN-PPM UGM : Mahasiswa Teknologi Survei Pemetaan Dasar Kenalkan Solusi Geospasial untuk Pemberdayaan Desa di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang

Salah satu mahasiswa Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar SV UGM bernama Zahra Pramudita mengikuti program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 4 Tahun 2025 yang berlangsung pada 20 Desember 2025 hingga 7 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Unit 2025-JT168 Sub Unit 1 di wilayah Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Dalam pelaksanaan KKN-PPM, Zahra menjalankan enam program kerja yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan teknologi geospasial. Program kerja tersebut meliputi sosialisasi pengembangan kawasan sapi perah kepada masyarakat Dusun Petung, pembuatan ZONA HIJAU GAMA-MAPS untuk pemetaan potensi hijauan pakan, serta program Kandang Aman Ternak Sehat melalui zonasi dan disinfeksi sebagai upaya biosecurity. Selain itu, dilakukan pula AQUA-MAPPING untuk pemetaan hidrologi dan perancangan distribusi air bersih, kegiatan edukasi melalui permainan “Peta Desaku” bagi siswa sekolah dasar, serta survei geospasial untuk pemetaan lokasi ideal kandang sapi perah berbasis analisis spasial dan data lapangan.

Melalui berbagai program tersebut, kegiatan KKN-PPM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang peternakan dan pengelolaan sumber daya berbasis data geospasial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu secara langsung serta mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah di tengah masyarakat. Kegiatan ini selaras dengan upaya pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta didukung oleh SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dan SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penerapan teknologi geospasial dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.