Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Better Engineering for Better Future” sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi geospasial. Kegiatan ini mengangkat topik Point Cloud Processing dan pemanfaatan teknologi NavVis MLX 3D Scanning yang saat ini semakin berkembang dalam dunia survei dan pemetaan.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari PT Aspac Geo Survey, yaitu Ziki Wahyu Rinaldi selaku Product & Business Development Manager dan Niken Ayu Safitri sebagai Product Specialist. Keduanya berbagi wawasan dan pengalaman terkait implementasi teknologi pemindaian 3D dalam berbagai proyek survei, serta bagaimana data point cloud dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi geospasial yang akurat dan efisien.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026 di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM ini diikuti oleh mahasiswa Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar (TSPD) angkatan 2024 dan Sistem Informasi Geografis (SIG) angkatan 2023. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi, yang menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap teknologi geospasial.
Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik lapangan penggunaan alat NavVis MLX 3D Scanning. Mahasiswa diajak untuk memahami alur kerja pengolahan data point cloud, mulai dari akuisisi data hingga tahap analisis dan visualisasi.
Selain sebagai sarana pembelajaran, kuliah umum ini juga menjadi wadah interaksi antara mahasiswa dan praktisi industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh insight mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja serta peluang karier di bidang geospasial.
Departemen Teknologi Kebumian SV UGM terus berupaya menghadirkan kegiatan akademik yang relevan, aplikatif, dan berbasis kolaborasi, guna mendukung terciptanya lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi geospasial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.