Aktivitas MBKM Prodi Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar : Uji Coba Drone Mavic 3E Enterprise untuk Memastikan Kinerja alat yang Optimal
Info TSPDSDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai TujuanSDGs 4 Pendidikan Bermutu Jumat, 24 Mei 2024
Salah satu mahasiswa TSPD mendapatkan kesempatan magang di PT Geosat Survei Indonesia, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang jasa survei dan pemetaan. Salah satu kegiatan magang yaitu mengadakan uji coba drone DJI Mavic 3E Enterprise di komplek perumahan Natura Resident, kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kinerja alat yang optimal sebelum digunakan untuk proyek-proyek komersial yang lebih luas
Proses uji coba ini dipimpin oleh tim terlatih dari PT Geosat Survei Indonesia, yang dipimpin oleh pilot drone profesional, Firman Akhirudin Hidayatullah, ST, dengan dukungan dari asisten pilot drone, Rico Samuel Putra Bima, serta beberapa karyawan lainnya. Persiapan awal dilakukan dengan teliti, termasuk pemilihan lokasi yang tepat, pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi drone, dan pemasangan perangkat lunak yang diperlukan untuk operasi drone.
Selanjutnya, drone diterbangkan oleh pilot berpengalaman dalam berbagai ketinggian dan sudut untuk mengumpulkan data yang optimal. Selama penerbangan, pilot memantau kondisi drone dan data yang dikumpulkan secara real-time, sambil memastikan kepatuhan terhadap aturan penerbangan drone di Indonesia dan keselamatan penerbangan.
Drone ini dilengkapi dengan kamera berkualitas tinggi dan sistem RTK untuk mencapai presisi posisi yang tinggi. Setelah pengumpulan data selesai, data tersebut diproses dan dianalisis untuk menghasilkan peta, model 3D, dan informasi lainnya.Hasil uji coba menunjukkan bahwa drone Mavic 3E Enterprise mampu menghasilkan gambar dan video berkualitas tinggi dengan tingkat presisi yang tinggi. Drone ini juga mudah dioperasikan dan dapat terbang dengan stabil dalam berbagai kondisi cuaca.

PT Geosat Survei Indonesia sangat puas dengan hasil uji coba ini dan berencana untuk menggunakan drone Mavic 3E Enterprise dalam proyek-proyek komersial mereka di masa mendatang. Keberhasilan uji coba ini menjanjikan peningkatan efisiensi dan akurasi dalam layanan survei dan pemetaan.
Dengan teknologi drone yang semakin canggih dapat memberikan solusi-solusi inovatif dan berkualitas tinggi di bidang survei dan pemetaan.
Penulis: Panji Gumilang
Salah satu pengalaman mahasiswa yang berkesan adalah bisa belajar di berbagai bidang dengan para ahlinya langsung. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk melakukan Ceck alat dan ikut membuktikan teori dari ahli cors yang ada di perusahaan ini. Dari kegiatan yang di berikan mahasiswa dapat merasakan betapa pentingnya akurasi dan ketelitian dalam survei geospasial.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga berkesempatan untuk bertemu dengan para ahli dalam pemetaan, seperti ahli dalam CORS, Geomatik, Reality Capture, Airborne, dan banyak lagi. Mahasiswa berkesempatan untuk belajar dengan para ahli tersebut, sehingga ilmu yang mahasiswa dapatkan juga luas dan sesuai dengan kondisi real di lapangan. mahasiswa juga diberikan beberapa wawasan baru yang realistis dengan dunia kerja. Salah satunya adalah wawasan mengenai Tunnel. Pembahasan tentang tunnel dan konsep perencanaan pembangunan tunnel ini kompleks sehingga mahasiswa dapat menggali informasi yang lebih mendalam mengenai bidang tunnel ini.
Selain tentang tunnel, mahasiswa juga mendapatkan ilmu lain di berbagai bidang yang membutuhkan survei dan pemetaan, seperti di perusahaan konstruksi, minning, dan berbagai informasi lainnya seperti monitoring dan CORS. Ilmu tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena mahasiswa tidak hanya di berikan ilmu mendasar, tapi juga diberikan contoh kasus nyata yang ada di lapangan.
Mahasiswa sangat beruntung di berikan kesempatan untuk magang di PT. Lieca Geosystems Indonesia, karena mahasiswa tidak di hanya diberikan ilmu, tapi juga di berikan kesempatan untuk memberi pendapat atau jalan keluar untuk beberapa kasus.
Penulis: Della Amanda











Orientasi merupakan tahapan awal identifikasi titik dengan menggunakan GPS Handheld dimana pada tahapan ini seorang surveyor harus benar-benar teliti mengumpulkan segala informasi di sekitar lokasi titik. Sebagai contoh terdapat area terbuka sehingga dapat digunakan untuk pemasangan patok bantu, sumber air untuk proses pengecoran, mencari akses jalan yang mudah dan efektif sehingga sebelum dilakukan tahapan berikutnya dapat dipersiapkan terlebih dahulu.
Proses pemasangan patok bantu dilakukan untuk menentukan titik rencana pengamatan GNSS secara statik. Titik bantu ini ke depannya akan digunakan sebagai titik ikat untuk pengukuran poligon atau stake out titik galian patok batas. Pengukuran patok bantu statik dilakukan untuk menentukan posisi dan elevasi untuk keperluan penentuan batas. Alat yang digunakan adalah GNSS dengan metode pengukuran radial yang diikatkan pada BM dengan ketentuan pengamatan selama 75 menit dengan interval pengamatan 2 detik dan obstruksi sebesar 15º . Hasil pengukuran statik harus dilakukan secara post processing menggunakan software pengolahan dengan menghasilkan solusi ambiguitas fixed dan memiliki nilai PDOP < 10.
Stake out merupakan tahapan pengukuran untuk menentukan lokasi/posisi titik koordinat patok batas di lapangan. Pada pekerjaan stake out titik patok batas di lapangan ini dapat menggunakan metode pengukuran dengan instrumen total station atau menggunakan metode pengamatan GNSS secara RTK. Setelah posisi titik koordinat patok batas telah ditentukan, tahap selanjutnya adalah melakukan penggalian untuk pemasangan patok batas.
Drop material merupakan proses pengangkutan bahan-bahan material yang digunakan untuk pemasangan (pengecoran) patok batas menuju ke area sekitar titik pemasangan patok batas yang telah di-stake out. Tahap pengecoran (instalasi) patok batas dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam peraturan ESDM Nomor 1825 K/30/MEM/2018 yang meliputi pengecekan slump test dengan tingkat konsistensi < 7 cm dan juga harus memperhatikan pemasangan marker atas dan lempeng samping penanda batas wilayah.
Pengecekan kualitas patok dilakukan dengan menggunakan alat hammer test pada 16 titik yang terbagi menjadi 4 pada bagian dinding sepatu bawah, lantai sepatu bawah, dinding patok dan pada atas patok. Ketentuan dari hammer test yaitu minimum setelah 14 hari pengecoran untuk nilai hammer test harus > 25 rebound untuk memastikan tingkat kekerasan beton sehingga dapat dipastikan beton benar-benar keras dan matang.

Pengecoran sepatu atas adalah proses pembuatan sepatu dengan bahan dasar beton. Pengecoran ini dilakukan dengan menggunakan cetakan yang telah dipasang dengan besi tulangan.


